Minggu, 14 September 2014

Catatan Harian Linda Al-Husna 2004



SUAMI-SUAMI KESEPIAN
Cianjur, 20 November 2004

                Aku bertemu beberapa orang suami yang menurutku tidak kurang suatu apa pun.Mereka memliki keluarga bahagia, istri,anak dan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sampai yang skunder.Tapi mereka masih mencari kesenangan lain diluar rumah.Yang menurut mereka,cukuplah urusan rumah diatasi dirumah saja.Diluar rumah mereka masih dapat mencari kebahagiaan ekstra bersama orang-orang yang ditemui dan menemuinya,tanpa sepengetahuan para istrinya?
                                                                                *****

BUKAN CINTA BIASA
Cianjur, 10 Maret 2009

                Ini bukan kisah cinta biasa,seperti kisah cinta remaja yang cengeng tak punya keberanian untuk bertindak cepat dan tepat.Ini tentang kisah cinta kepahlawanan,seperti kisah cinta dalam film-film yang penuh tantangan dan petualangan.Dimana sang pelaku memiliki keberanian yang kuat untuk bertindak cepat dan tepat!
                Ternyata kisah cinta ini tidak biasa, tidak sesederhana yang terlihat.Kisah cinta ini telah terjadi puluhan tahun yang lalu  dan sampai saat ini masih mampu bertahan,tak tergoyahkan oleh apa pun.
                Kisah cinta ini ingin terungkap namun keadaan terlalu sulit untuk ditembus menuju keadaan yang diharapkan.Rintangannya banyak, nyaris tak tertahankan.Perlahan tapi pasti,kisah cinta ini terungkap sejalan dengan berguguran satu persatu rintangan yang mengelilinginya.Sang pelaku harus bersabar menunggu waktu yang lama membereskan setiap rintangan untuk sampai pada tujuan yang diharapkan!
                                                                                *****

KISAH CINTAKU
Cianur, 10 Maret 2009

                Ini tentang kisahku, tentang perjalanan kisah cintaku yang selalu kandas ditengah jalan sebelum cinta berpeluk.Ini tentang kenyataan yang harus kuhadapi dengan segala bumbu-bumbu kehidupan yang sulit untuk dihindari.Kuterima kenyataan ini, pahit getirnya kehidupan dan manis asamnya perjalananku sambil kucerna satu persatu hikmah dibalik setiap kejadian.Yang akhirnya aku mengerti, betapa tersisanya mencintai dan membenci secara berlebihan, merasa bersalah,lepas kendali dan akhirnya putus asa!
                Kalau sudah begini,aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.Pikiranku buntu,perasaanku kacau balau.Ternyata cara yang paling efektif menghadapi perasaan adalah dengan melakukan sesuatu yang jelas dan pasti walaupun terlihat sepele,jika dilakukan menjadi kebiasaan, ini akan membentuk karakter baru dari pada menangis meratapi nasib.Sebab, kebiasaan akan menuai nasib!
                                                                                *****

TENTANG POLIGAMI
Cianjur, 10 Maret 2009

                Ini tentang kisah poligami,sesuatu yang paling ditakuti oleh kebanyakan wanita.Ini tentang bagaimana cara menyikapi poligami agar tidak memicu pertengkaran yang akan mengacaukan hubungan rumah tangga.
                Ini tentang menyikapi persaingan sehat antara istri pertama,kedua,ketiga dan keempat! Jika tidak disikapi dengan tepat maka perasaan itu belum siap untuk menjalaninya.
                Ini tentang cemburu-perasaan perempuan yang jika tidak dilatih untuk menguasainya akan menyebabkan persaingan tidak sehat sesama istri.Ini tentang pengorbanan,melepaskan semua perasaan yang memberatkan yang kira-kira nanti akan menghambat roda perjalanan rumah tangga-keluarga sakinah.Sudah siapkah kau menjalaninya?
                                                                                *****

MEMBANGUN KEBIASAAN
Cianjur, 01 Juni 2009

                Seperti biasa, setiap bangun tidur, pikiranku masih terasa kusut.Kubiarkan sesaat ia berkecamuk tanpa aturan dan mataku, kupuaskan.Dalam waktu yang singkat,kekuatan itu pun terkumpul dan aku memiliki kekuatan untuk segera bangkit.Pertama kubereskan tempat tidur lalu menyisir rambut kemudian mencuci muka dan menggosok gigi.
                Ini memang bukan kegiatan yang aneh tapi aku mulai membiasakan diri dari hal-hal terkecil yang bisa kulakukan bahkan kebanyakan manusia pun akan sanggup melakukan kegiatan ini.Hanya kesungguhan dan kesadaran diri yang membedakan ritmenya.Kadang-kadang aku juga diserang rasa malas atau gangguan lainnya yang menyebabkan terhentinya kegiatan rutinku ini.Memang ada sedikit penyesalan ketika aku tidak berhasil melawan rasa malas.Namun itu hanya sesaat, kemudian dengan penyesalan yang tanpa merasa bersalah sudut hatiku berkata:”Tuhan, hari ini, aku tidak melakukannya!” = Menyerah telak!
                                                                                *****