Selasa, 22 Desember 2015

Catatan Harian Linda Al-Husna 2009



KHILAF
Cianjur, 21 Juni 2009

                Buyung, sebelumnya aku minta maaf atas kekhilafanku selama ini.Aku benar-benar belum memahami apa yang terjadi pada diri kita? Sebelum aku berusaha memahami semuanya, sudah dihadang keangkuhan.Sebuah keangkuhan yang membuatku enggan mencari tahu, apa yang terjadi padaku dan padamu? Hingga kita terpisah dan sulit bercerita? Seperti dulu, seperti yang biasa kita lakukan setiap sore menjelang maghrib.Sejujurnya, aku merindukan masa itu.Masa kanak-kanak kita yang penuh petualangan.Tanpa rasa takut, tanpa rasa benci, tanpa mengkhawatirkan masa depan.Kita menikmati hari-hari penuh kasih sayang.Dan aku sangat merasakan, seberapa dalam perhatianmu padaku.Sayang, semua itu sudah lama berlalu!
                Buyung, sebenarnya, sesekali terbit dalam perasaanku, ingin mencari tahu keberadaanmu.Kau berada dimana, kegiatanmu apa setelah kita beranjak dewasa? Sungguh aku ingin tahu, bahkan kalau mungkin, aku ingin menjemput dan mengurai kembali cerita lama yang nyaris terlupakan.Bahkan wajahmu kini seperti apa aku tidak tahu! Dan tak ada seorang pun yang memberitahuku!
                Buyung, apa kau juga punya perasaan atau keinginan yang sama denganku? Jika ya, apa hambatannya? Apa yang menyusahkan kita untuk bertemu, bercerita dan berpetualang? Apa masih ada aku dalam pikiranmu, setelah kau beranjak dewasa dan banyak kawan?
                Buyung, aku ingin memaafkan diriku sendiri yang memiliki harapan banyak kepadamu.Aku ingin memaafkanmu, karena tidak segera menemuiku dalam keadaan seperti biasanya.Aku ingin memaafkan kenyataan pahit yang diberikannya kepada kita.Buyung, apa kau sanggup memaafkan untuk semuanya? Sungguh, aku tidak mau menyesal menjalankan hidup didunia ini!
                                                                                *****

LAPISAN KEPRIBADIAN
Cianjur, 21 Juni 2009

                Halimah adalah teman baruku.Aku baru berkenalan dengannya beberapa hari yang lalu.Disebuah perpustakaan umum dikotaku.Awalnya, kami tidak saling tegur sapa.Aku sibuk dengan pencarian buku yang menarik minatku.Demikian pula dengan Halimah.Tak ada kata-kata, tak ada lirikan yang mengisyaratkan bahwa hari itu aku akan mendapatkan teman baru.Karena perempuan disebelahku sibuk membuka-buka buku yang dibawanya dari rak buku.Tanpa sengaja, aku melirik  sebuah judul pada buku yang dibawanya dari rak buku.Tiba-tiba aku merasa tertarik dengan judul buku itu.Sekilas kulihat wajah perempuan disebelahku.Sejenak kuamati, bagaimana kira-kira aku menaksir kepribadiannya.Perempuan yan disebelahku, yang sedang sibuk membuka-buka buku itu tak bergeming.Kukira penaksiranku tidak akan mengganggunya.Kupikir ini hanya penaksiran subjektif hasil analisaku sekilas saja!
                Halimah adalah teman baruku.Waktu pertama aku bertemu dengannya, kesan pertama yang dapat kutangkap dari penampilannya, Halimah seorang anak rumahan, agak tertutup, menjaga image dan ketergantungan pada seseorang atau seseuatu.Halimah dalam kesan pertamaku agak hemat dalam berbasa-basi sedikit jutek dan selalu mau untung.Sampai pada saat aku harus meminta izin untuk meminjam sebentar salah satu buku dalam himpunan buku yang dibawanya.Terpaksa aku mengatakan sesuatu.Tanpa disangka, Halimah mempersilahkanku membawa buku yang menarik minatnya.Bahkan menanyakanku beberapa hal tentang sesuatu yang berhubungan dengan judul dalam buku tersebut.Sampai hari ini, kami menjadi teman.Halimah yang kutaksir semula, ternyata tidak seperti yang terlihat.Kepribadian Halimah lebih baik dari sekedar yang kukira!
                                                                                *****

LIBUR BAGI SEORANG PENULIS
Cianjur, 23 Juni 2009

                Aku ingin menjadi penulis, terkenal atau tidak itu nomor kesekian.Aku ingin menuangkan semua yang jadi permasalahan manusia secara rinci.Dengan begitu, dengan sangat mudah, aku dapat menemukan jawaban-jawaban dari setiap permasalahan.
                Aku ingin jadi penulis, terkenal atau tidak, tetap saja menulis.Bagiku pekerjaan menulis merupakan pelepasan emosi secara perlahan-lahan.Dan ini menjadi obat bagi kejenuhan pikiran dan perasaan.Karena aku ingin jadi penulis, tentu ingin saja tidak cukup untuk menjadi seorang penulis.Aku harus berlatih menulis,menulis dan menulis.Hingga aku menemukan gaya tutur khasku sendiri.Tidak mudah memang untuk bertahan dengan serangkaian rencana yang kubuat dalam jangka waktu tertentu.Butuh kesabaran, ketekunan dan kemauan.Sebab tak pelak dalam perjalanannya aku selalu mendapatkan rintangan berupa rasa malas, jenuh atau menghadapi kejadian-kejadian yang tak terduga lainnya.
                Aku ingin menjadi penulis.Sejatinya tidak ada istilah hari libur bagi seorang penulis.Seperti yang dikatakan Gerald Brenas ‘Hanya dengan menulis setiap pagi, seseorang dapat menjadi penulis.Jika tidak dia akan tetap menjadi seorang amatir!’ aku cukup tersentuh dengan pernyataan ini.Kalimat ini sanggup membakar kemauan serta ambisiku untuk terus menulis.Walau sesekali berhenti menulis jika sedang dihinggapi perasaan-perasaan tertentu.Aku masih bertekad, aku ingin menjadi penulis.Seorang penulis yang tulisannya mudah difahami dan bermanfaat bagi semua orang.Untuk itulah, kukumpulkan informasi-informasi tentang kepenulisan dan orang yang telah lebih dulu menerjuni bidang ini.Sebentar lagi dunia akan tahu, bahwa aku, seorang penulis!
                                                                                *****

BERGERAK BERSAMA TUHAN
Cianjur, 23 Juni 2009

                Sania sebenarnya bukan teman dekatku.Bahkan aku tak mengenalnya sedikitpun.Hanya karena teman Sania adalah salah seorang teman dekatku, aku jadi suka bertegur sapa jika berpapasan.Barangkali temanku itu memberi tahu Sania, bahwa aku suka dengan persoalan-persoalan yang tengah dihadapi manusia.Walau pun belum bisa memberi solusi yang baik, setidaknya aku bersedia mendengarkan!
                Tiba-tiba Sania datang padaku dan bertanya, apakah aku bersedia mendengarkan masalah pribadinya? Yang saat ini sedang mengganggu pikiran dan perasaannya.Tanpa pikir panjang lagi, kujawab ‘aku bersedia’ kemudian kutentukan waktu dan dan tempat untuk bertemu kembali.
                Sania sebenarnya bukan teman dekatku.Namun kali ini, Sania memperlihatkan diri seperti teman dekatku.Barangkali Sania sedang membutuhkan teman untuk didengarkan.Baiknya, kudengarkan saja apa masalahnya, baru nanti kucarikan jalan keluar.Sania menceritakan tentang temannya-yang juga menjadi temanku.Menurutnya, ia mulai berubah sikap, sikap teman kami itu mulai tak bersahabat.Sania ingin tahu, apa penyebabnya.Bahkan Sania sendiri bingung harus berbuat apa.Karena itulah sania menemuiku dan menceritakan masalahnya.Kudengarkan sampai tuntas dan kupastikan,aku akan mencari tahu apa sebabnya teman kami itu berubah sikap? Jika sudah mendapatkan jawabannya, aku berjanji akan segera memberitahu Sania.Sania menyetujui dan menghentikan keluhannya, seolah-olah aku telah mengambil alih kegalauannya!
                Aku bukan malaikat yang dengan tulus selalu siap melakukan kebaikan apa pun untuk orang lain.Namun, aku bersama Tuhan, siap bergerak mengurai masalah-masalah yang menyebabkan kesusahan pada kehidupan manusia.Semoga Tuhan memberkati!
                                                                                *****

MENGGAPAI CINTA ILAHI
Cianjur, 23 Juni 2009

                Pada usia yang begini, pada saat remaja yang menggairahkan.Dimana banyak kawan yang datang dan pergi.Aku juga ingin seperti mereka menikmati masa remaja yang penuh dengan gelak tawa, cerita-cerita seru yang dianggap petualangan.Aku ingin seperti Julie, yang pergi dengan teman lelaki yang satu dan pulang bersama teman yang lain.Selalu sibuk setiap hari yang kulihat dari kejauhan.Julie, seperti kehabisan waktu untuk bermain bersama kami.Sesekali, Julie menghampiri kami.Itu pun hanya untuk menceritakan kisah cintanya dengan para kekasihnya.Sebuah kisah cinta manusia yang bagiku teramat getir.Julie, memang cantik, pembawaannya pun menarik.Namun itu  tak membuat hubungan cinta kasihnya berjalan mulus dan langgeng.Kami hanya bisa mendengar kisahnya yang mengharu tapi menurutnya ‘seru!’
                Pada usia yang begini, pada saat remaja yang menggairahkan.Satu sisi, aku ingin mengalami langsung, seperti apa rasa bercinta yang selalu dibanggakan Julie, didepan kami.Disisi lain, dari cerita Julie saja, aku dapat mengambil kesimpulan.’Apakah aku cukup rela untuk dipandang sebelah mata oleh pasanganku? Apakah aku cukup tangguh melihat pasanganku bermesraan dengan perempuan lain didepanku? Apakah aku punya kekuatan untuk mudah memaafkan pasanganku jika ia melakukan kesalahan yang sama?’ Aku mungkin egois, tak ingin tersakiti dengan berusaha tak menyakiti siapa pun.Kucari format yang tepat untuk mencintai dan dicintai, agar aku dapat seimbang menjalaninya.Rupanya dengan menggapai cinta Ilahi, semuanya dapat terkendali!
                                                                *****

HIDUP BAHAGIA DENGAN BERBAGI
Cianjur, 23 Juni 2009

                Sejak kecil, aku tidak pernah berpikir, bagaimana cara membahagiakan orang lain.Yang kupikirkan adalah, bagaimana cara membahagiakan diri sendiri.’Everything for me!’ adalah semboyanku.Aku selalu menginginkan sesuatu,mainan atau makanan, entah itu dibutuhkan secara mendesak atau tidak.Aku selalu ingin mendapatkannya, walau sekedar untuk melihat-lihat saja atau mencicipinya.Untuk kuperhatikan dan kurasakan, apa dan bagaimana mainan atau makanan itu.Aku tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan orang yang diminta secara paksa.Yang kupikirkan, aku bisa mendapatkannya kemudian bersenang-senang! Setelah itu, aku tidak peduli dengan sekitarku.Protes atau kemarahan orang lain kepadaku sama sekali tak kuindahkan!
                Sejak kecil, aku merasa bisa bebas mau berbuat apa pun sesuka hatiku.Namun, seringnya mendapat hukuman dari ibu untuk setiap kesalahanku, membuat aku berpikir kembali.Apa yang seharusnya kulakukan? Melanggar aturan atau tidak? Setelah berkali-kali menjadi sang narapidana dirumahku sendiri, perasaanku mulai peka pada lingkungan sekitarku.Aku jadi bisa merasakan, betapa tidak enaknya diminta secara paksa! Apalagi, sesuatu yang dimintanya adalah sesuatu yang paling kita cintai,sukai, sayangi dengan segenap hati.Betapa ingin marahnya aku pada orang yang melakukan pemaksaan.Barangkali, inilah saatnya aku merubah haluan cara berpikirku menjadi ‘betapa bahagianya bisa hidup berbagi!’
                                                                                *****

KATAKAN SEJUJURNYA
Cianjur, 23 JUni 2009

                Bill, katanya kau takkan berbohong lagi padaku.Tapi kali ini, kau melakukannya lagi.Sore ini, aku mempersiapkan diri untuk menyambut kedatanganmu.Katanya kau akan datang tepat pukul 19.00 wib malam ini, jika tidak ada aral melintang.Aku mempersiapkan diri dengan dandanan terbaikku.Menyisir rambut dan memilih busana yang pantas untuk kupakai malam ini.Sebuah busana yang terbaik yang kumiliki.Yang baru saja kubeli dari sebuah Mall dikotaku dengan harga, aku harus menabung beberapa hari untuk mendapatkannya.Busana yang kuinginkan sejak pertama kita bertemu.Setiap aku datang ke Mall itu, berharap busana itu belum terjual sampai uangku cukup untuk membelinya.Dan kini busana iitu telah kumiliki.Kupikir, apa salahnya jika busana itu kugunakan untuk menyambut kedatanganmu.
                Bill, katanya kau takkan bohong lagi padaku.Pukul 19.00 wib malam aku sudah siap dengan dandananku.Hatiku berdebar-debar melihat penampilanku didepan cermin.Betapa cantiknya aku dengan busana terbaruku.Semoga kau menyukainya,Bill!
Pukul 20.30 wib, aku menuggumu diruang tamu.Aku masih bisa berpikir positif, barangkali kau akan datang sedikit terlambat.Aku berusaha memaklumi! Sampai hampir sepertiga malam, aku masih menunggumu.Kali ini, aku tidak yakin kau akan datang mengetuk pintu rumahku.Aku yang menunggu sejak tadi dengan busana terbaruku.Benar-benar sangat kecewa padamu.Apa kau mempermainkan aku? Apa kau tidak sungguh-sungguh menginginkanku? Jujurlah padaku,Bill….
                                                                                *****

ANDA SOPAN PASTI AMAN
Cianjur, 23 Juni 2009

                Sebenarnya, aku tidak ingin menyalahkan siapappun.Dengan kebisingan yang terjadi disekitar rumahku.Motor lalu lalang dengan suaranya dikencangkan.Belum lagi suara pengemudinya yang bertiak ini dan itu.Sempurnalah kebisingan dikampungku hamper selama 24 jam perhari.Kebisingan yang tak pernah ada, waktu pertama kali aku dan keluargaku tinggal disini.Suasanya hening, syahdu dan ramah lingkungan.Alasan itulah, kami pindah ketempat ini. Sebuah kampong yang sunyi, kini semua telah berubah.
                Sebenarnya, aku tidak ingin menyalahkan siapapun.Tapi aku juga mulai gerah dan merasa terganggu dengan kebisingannya.Sopan santun mulai dilupakan.Padahal papan yang tergantung di tembok rumah tetangga selalu mengingatkan ‘Anda Sopan Pasti Aman!’ yang dibawahnya tertera atas nama Rukun Tetangga dan Rukun Warga.Sebenarnya aku ingin berdamai dengan para pengemudi motor yang tak kenal kasihan itu.Yang tak pernah berhenti mengganggu konsentrasi menulisku setiap hari,bahkan sepanjang hari.Kapan waktuku untuk masuk wilayah sunyi? Aku ingin memaafkan keadaan ini.Mungkin aku harus terbiasa dan menyesuaikan diri dengannya.Baiknya kumaafkan saja.Habis perkara!
                                                                                *****

BAHAYA SANJUNGAN
Cianjur, 28 Juni 2009

                Bagaimana perasaanmu, jika ada yang memuji penampilanmu? Kemudian dengan terang-terangan mengagumimu dan bersedia menjadi pemujamu? Baginya, kau adalah seribu satu sanjungan yang layak kau terima yang selalu duceritakannya kepada semua orang.Baik didepanmu atau dibelakangmu.Seolah orang itu tak pernah melihat cacat sedikitpun pada dirimu.Apakah kau akan menyikapinya dengan keangkuhan yang mempesona atau dengan kesombangan yang membatasi jarak antara kau dengan dia? Kata orang tua, terlalu banyak menerima sanjungan akan memuaikan rasa yang sebenarnya dan seharusnya.Jika ini dibiarkan terus menerus terjadi, akan menurunkan nilai rasa yang kamu miliki.Dan itu segera akan menurunkan nilai dirimu sendiri.
                                                                                *****

MENYIKAPI SANJUNGAN
Cianjur, 28 Juni 2009

                Aku bukan tidak suka disanjung.Aku lebih suka mengabaikan sanjungan ketimbang merasakannya berlama-lama.Benar, sesekali aku butuh sanjungan sekedar untuk menguatkan diri bahwa yang kulakukan ini benar dan memuaskan.Serta sebagai penilaian positif orang lain terhadap kemampuan, karya atau kepribadianku.Hanya saja sanjungan suka digunakan untuk harapan yang terselubung untuk mendapatkan sesuatu secara tidak langsung dari yang menyanjung kepada yang disanjung.
                Aku bukan tidak suka disanjung.Aku lebih suka orang lain menilaiku apa adanya, bukan basa basi!
                                                                                *****

Jumat, 06 November 2015

Catatan Harian Linda Al-Husna 2009



HIDUP SEIMBANG
Cianjur, 17 Juni 2009

                Aku ingin hidup ini seimbang.Antara logika, perasaan dan keputusan yang kuambil yang terwujud dalam apa yang kulakukan.Aku sedang mencarinya.Apa saja sebab-sebab kehancuran hidup manusia.Atau setidaknya segala sesuatu yang menggiring manusia kedalam kehancuran.Aku sedang mencari disetiap tempat yang kukunjungi.Butuh kesabaran yang tak terhingga, butuh waktu untuk menunggu peristiwa-peristiwa yang bermunculan begitu saja.Yang dapat membawa pemahamanku pada titik tertentu.Dimana aku menguasai dan mengambil kesimpulan lebih baik dari sebelumnya.Ya, ternyata, peristiwa itu terjadi berputar-putar dan berulang-ulang dalam jarak waktu yang sangat lama untuk dapat menarik benang merah dari setiap peristiwa.
                Aku ingin hidup ini seimbang.Antara yang bersifat materi dan immateri.Saat ini, seperti sedang digiring menuju sebuah sikap angkuh, takabur, cepat puas dengan pekerjaan positif yang sedikit dan prustasi jika tersakiti,apa pun alasannya.Aku seorang manusia yang sedang mencari format tepat untuk menyikapi hasungan yang tertembus kedalam dadaku atau kedalam dada manusia lainnya.Jika kutemukan, aku tidak keberatan untuk berbagi menghadapi kebuntuan yang membosankan.Untuk itu, aku akan berjalan kesegala tempat demi mempertahankan keseimbanganku dalam hidup ini.Kuharap, kau tidak mencegah niat baikku ini!
                                                                                *****

TARGET
Cianjur, 18 Juni 2009

                Ada orang yang dalam hidupnya selalu bersandar pada target yang ingin dicapai dalam hidupnya.Ada juga yang tidak peduli.Hidup dijalaninya seperti air mengalir.Target menjadi sesuatu yang tak berarti.Aku tidak tahu, aku termasuk jenis yang mana.Sebab, aku menyikapi hidup ini biasa-biasa saja.Tidak ada yang aneh.Dibilang serius, santai juga! Dibilang santai, aku harus menaklukkan kebiasaan positif tiap harinya.Apa pun itu! Sekecil apa pun! Mungkin aku termasuk dalam kategori orang yang bersandar pada target,namun target dibuat bukan sesuatu beban yang harus dilakukan sesegera mungkin.Target dibuat sederhana dalam jangka waktu yang lama, yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan.Bukankah kebutuhan itu ada yang penting dan mendesak? Serta ada pula yang penting tapi tidak mendesak?
                Dulu, aku pernah mencoba membuat sebuah program harian, mingguan,bulanan bahkan tahunan.Kutuliskan, apa saja yang harus kulakukan dalam setiap hari,setiap minggu, setiap bulan sampai jangka satu tahun.Kucoba untuk mendisiplinkan diri.Namun hasilnya tidak terlalu membantu.Aku merasa menjadi robot yan harus melakukan apa yang kutulis sendiri,beberapa program dalam waktu yang singkat! Sekali dua kali indisipliner,aku memaafkan diriku sendiri.Berkali-kali aku melakukan indisipliner,aku menyerah.Aku merasa tidak mampu melakukan beberapa program.Kurasa aku butuh sedikit waktu untuk mencerna program yang kubuat sendiri sampai aku merasa benar-benar yakin bahwa satu program telah kulakukan sampai kedetil-detilnya.Dan aku sudah merasa mampu melakukannya!
                                                                                *****

MENGHADAPI TANTANGAN
Cianjur, 18 Juni 2009

                Pernah main kepinggir laut atau kearung jeram? Apa yang terlintas dalam pikiranku ketika kau berada disana? Jika tidak terlintasa apa pun selain hanya bersenang-senang.Sayang, kau sudah menyia-nyiakan sebuah kesempatan untuk mendapatkan pencerahan baru dalam hidupmu! Ketika kau berdiri dibibir pantai, diujung sana kau lihat sebuah pulau yang kata orang cukup indah untuk dikunjungi.Dan kau terpikat untuk mengunjunginya,sekaligus menguji keberanianmu untuk sampai disana.
                Secara tidak langsung kau harus memikirkan, apa saja yang harus kau siapkan? Tahap-tahap apa saja yang harus kau tapaki agar sampai ketujuan.Kau akan dihadapkan pasa sebuah tantangan,sanggupkah kau menghadapinya? Jika kau langsung melihat pada betapa jauhnya jarak antara tempat kau berdiri dan pulau yang ingin kau singgahi.Hatimu akan segera menciut sebab yang kau bayangkan adalah betapa melelahkannya perjalanan menuju pulau impianmu itu.Kau akan pesimis dan putus asa.Sampai kau merasa tak yakin, apa kau ingin melanjutkan perjalananmu atau tidak.Harapan akan kandas sebelum dimulai!
                Menghadapi tantangan bisa dibilang gampang-gampang susah.Kau harus mempersiapkan dirimu (pikiran, perasaan,waktu,tenaga dan materi yang akan mendukung kesiapannya) Sebab dalam mengarungi sebuah perjalanan, tantangan itu akan menghampirimu secara tiba-tiba.Jika kau tidak siap dengan pukulannya, kau akan terjatuh yang kejatuhannya sangat menyakitkan! Sebelum itu terjadi, baiknya kau persiapkan apa saja harapanmu dan sesuaikan dengan kemampuanmu.Bersiaplah bertahan menghadapi tantangan!
                                                                                *****

BUTA MATA DAN HATI
Cianjur, 18 Juni 2009

                Waktu itu pagi-pagi, aku sedang berjalan dijalan setapak.Jauh didepanku seorang lelaki tua berjalan dengan sebatang tongkat dikedua tangannya.Tongkat itu digerak-gerakkannya kekiri dan kekanan.Terakhir baru aku tahu bahwa lelaki itu buta mata.Tidak dapat melihat sesuatu dengan kedua matanya.Untuk berjalan saja ia harus dibantu sebatang tongkat.Sesekali lelaki tua itu berdiri sejenak menyesuaikan pegangan tongkatnya.Aku berjalan mendekatinya.Tanpa sepatah kata pun kulalui lelaki tua yang seperti sedang kebingungan.Entah apa yang sedang dibingungkannya.Hal itu tidak membuatku ingin menanyakannya!
                Aku terus berjalan, bayangan lelaki tua itu terus melekat dalam ingatanku.Apa? Ada apa dengan lelaki tua itu? Pelajaran apa yang bisa kuambil dari pandangan sekilas yang baru saja kutangkap? Sambil berjalan otakku berputar mencari-cari makna dibalik kejadian kecil yang baru saja kualami.Kemudian muncul dalam pikiranku sebuah pernyataan ‘Betapa susahnya berjalan jika kita tidak dapat melihat.Kita mau kemana, sedang dimana bahkan dari mana kita berangkat,kita tidak tahu!’
                Betapa susahnya hidup, jika kita tidak tahu cara menyikapi hidup dengan tepat.Seperti lelaki tua tadi.Kita akanterlihat kebingungan atau bahkan putus asa.Aku jadi ingat sebuah syair: ‘Buta hati lebih berbahaya,buta mata tidak nampak dunia,buta hati tidak nampak kebenaran, buta hati ditipu nafsu dan syetan!’
                                                                                *****

PERBUATAN MENYENANGKAN
Cianjur, 18 Juni 2009

                Pukul 12.00 jam didindingku berbunyi.Saatnya makan siang.Tapi aku tidak melihat sesuatu yang bisa kumakan dimeja makanku didapur yang mungil.Kutanya ibu ‘mau makan apa sekarang?’ Ada nasi tapi tak ada lauknya.Dari kamarnya ibu menjawab ‘Beli gado-gado saja!’ teriaknya.Kuhampiri ibu sambil memungut uang 2 lembar ribuan.aku bergegas menuju warung Ceu Mumun, seorang penjual gado-gado yang tak jauh dari rumahku.Tiba disana, ternyata pembeli masih antri.Aku pun harus ikut antri! Sambil meramu membuat gado-gadonya untuk pembeli.Ceu Mumun cerita ini dan itu, sesuatu yang membuat para pembeli tak merasa bosan.Sesekali aku menimpali, tapi tak terlalu.Aku lebih suka menyimak apa saja yang sedang mereka bicarakan.Pembeli pertama usai, sekarang Ceu Mumun mempersiapkan bahan-bahan berikutnya.Aku perhatikan dengan seksama!
                Pertama masukkan garam,gula,cabe dan kacang tanah yang sudah digoreng lalu direkuh sampai halus kemudian masukkan sayur mayur kedalam bumbu kacang tadi lalu diaduk sampai rata.Kuperhatikan Ceu Mumun seperti menjiwai pekerjaannya.Tak ada keluhan, atau kalimat-kalimat yang kurang menyenangkan.Aku jadi berpikir, jika pekerjaan dilakukan dengan hati bersih dan ikhlas hasilnya akan menyenangkan.Meskipun menggunakan bahan-bahan sederhana.Menggunakannya/memakannya pun jadi menyenangkan!
                                                                                *****

MENIKMATI HIDUP
Cianjur, 18 Juni 2009

                Aku tidak tahu, apa yang membuatku menikmati setiap detik yang berlalu, perlahan-lahan bergerak meninggalkan detik yang lainnya.Begitu dan begitu berjalan berulang-ulang.Aku tidak tahu, apa yang membuatku tidak berontak pada kenyataan yang kualami saat ini.Sebuah kenyataan yang 10-tahun yang lalu adalah kenyataan yang membosankan.Tapi saat ini tidak! Aku malah menikmati setiap hembusan kebosanan yang muncul dalam perasaan.Begitu dan begitu berulang-ulang, aku tidak tahu!
                Tanpa kusadari dari semula tiba-tiba aku merasa memiliki kekuatan untuk  memilih, memilah dan mengarahkan hembusan-hembusan yang bergumul dalam pikiran dan perasaanku.Dan aku cukup sibuk menatanya.Biarlah demikian!
                                                                                *****

HUTAN GAUL
Cianjur, 18 Juni 2009

                Sebenarnya, apa yang membuatmu sangat bersemangat memintaku untuk menemanimu ketempat itu? Sebuah tempat yang dianggap orang tempat mencari kesenangan.Ngobrol,minum-minum,makan-makan sambil diiringi alunan music.Apa itu membuatmu bisa mendapatkan kesenangan? Yang menurutmu kita bisa mendapatkan teman kencan, walau pun sesaat! Sebelumnya aku minta maaf, jika aku terlalu sulit untuk kau bawa kesana, sebuah tempat dimana nilai-nilai positif ditanggalkan.Bahkan aku sendiri bertanya: ‘Apa kau yakin, kau bersenang-senang ditempat itu? Tempat yang bising dan kehilangan kesadaran?’
                Aku, dengan kesadaran tertinggiku, merasa tidak yakin jika itu dianggap tempat bersenang-senang.Yang menurutmu tempat menghilangkan kepenantan dan stress.Kukira, aku sudah menemukan cara yang lain untuk menyenangkan diri sendiri.Untuk menghilangkan kepenantan dan stress yang kau maksud tanpa harus mendatangi tempat itu.
                Pun, jika aku harus mendatangi tempat itu, pasti aku punya tujuan.Ingin mengembalikan kesadaran mereka atau mengenalkan sesuatu.Dengan kesadaran tertinggiku, aku bermaksud membagi jalan keluar dari rasa bosan yang memuakkan!
                                                                                *****

KEKUATAN MAGIC
Cianjur, 21 juni 2009

                Sejak zaman dulu kala dalam masyarakat kita mengenal istilah kekuatan magic! Suatu kekuatan yang dikendalikan oleh mantra-mantra tertentu, untuk melakukan apa pun yang diinginkan! Setiap mantra memiliki tujuannya masing-masing. Fenomena mantra merupakan bagian dari tradisi nenek moyang kita sampai sekarang.Dengan kemasan yang diperbaharui kekuatan magic ini bermunculan.
                Ada cara yang mudah untuk menangkis mantra-mantra yang tak diinginkan.Yaitu petakan masalah dan pecahkan dengan kesadaran tertinggimu.Sebab dengan begitulah seharusnya kau menjalani hidup.Lalu ikhlas dan tawakal.Bulatkan tekad dan berserah diri kepada Tuhan yang maha kuasa!
                                                                                *****

MENJADI PRIBADI YANG MENYENANGKAN
Cianjur, 21 Juni 2009

                Waktu itu, aku pernah terkesan oleh kepribadian seseorang.Seseorang yang baru kukenal beberapa minggu.Aku tipe orang yang tidak peduli pada sifat dan kebiasaan orang lain.Tapi kali ini berbeda.Sekali dua kali aku tidak punya pikiran apa pun tentang orang itu.Baru setelah beberapa kali aku bicara panjang lebar dan mengamati gerak-geriknya-tentu saja tanpa sepengetahuan orang itu.Aku dapat mengambil kesimpulan tentang orang itu.Tentang bagaimana cara ia bicara, menyapa atau menebar senyum? Yang kata orang itulah daya pikatnya.Awalnya aku tidak percaya dengan pernyataan ini.Setelah kudekati orang itu dan bicara dari hati kehati.Ya, memang benar apa yang dikatakan orang-orang tentang ‘dia’!
                Waktu itu aku jadi berpikir dan menimbang-nimbang.Apa yang membuat aku jadi ketagihan ingin bicara panjang lebar dengannya.Apa yang menarik darinya? Penasaran, kudengarkan perkataan orang-orang lebih seksama.Kubandingkan dengan hasil analisaku.Hasilnya, aku tahu! Sebuah kepribadian yang menyenangkan yang terbias dalam prilakunya sehari-hari.Hal-hal sederhana yang sering kita lupakan.Tersenyum dari hati, menyapa dengan ramah, mendengarkan orang lain bicara dan sesekali bercanda!
                Maka perlukah bagiku, melakukan hal yang sama untuk memiliki kepribadian yang menyenangkan seperti dia?
                                                                                *****

SILAHKAN, ITU BAGIANMU!
Cianjur, 21 Juni 2009

                Pernah kuperhatikan kehidupan seorang anak manusia.Aku melihatnya sebuah kehidupan sempurna yang dimilikinya.Sepanjang hidupnya, kukira belum pernah mendapatkan hambatan yang berarti.Si anak dengan mudah mendapatkan fasilitas hidupnya terus berkembang menjadi manusia dewasa.Sampai-sampai aku melihatnya, membuat hatiku sedikit iri.Betapa mudahnya hidup yang dijalaninya? Betapa senangnya memiliki kehidupan seperti itu? Benar, aku iri, aku ingin memiliki hidup seperti yang dimiliki anak itu.Namun, sebuah pelajaran berharga memberitahuku.Bahwa setiap manusia memiliki garis hidup masing-masing.Semua sudah ada yang mengatur.Jika kita memaksakan diri ingin memiliki kehidupan orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan.Sama artinya kita tidak bersyukur atau mengingkari nikmat yang sudah ditentukan untuk kehidupan kita.Kurenungkan kembali kalimat tersebut.Terus danterus, sampai dalam hati muncul sebuah pernyataan: ‘hei, itu jalan hidupmu! Silahkan saja, itu memang bagianmu dan aku akan menikmati apa yang menjadi bagianku!’
                                                                                *****

MENYIKAPI HAMBATAN
Cianjur, 21 Juni 2009

                Ketika kau menemukan benda, cita-cita atau orang yang kau inginkan, pertama kali apa yang kau pikirkan? Hambatan atau prosedur? Pasti kau harus memikirkannya dengan sungguh-sungguh.Jika kau memang ingin mendapatkannya.Apakah benda, cita-cita atau orang itu layak kau miliki? Pengorbanan apa yang harus kau bayar untuk mendapatkannya? Dari sana kau dapat mengukur kekmampuan dirimu sendiri.
                Menyikapi hambatan, ketika kau akan melewati sebuah jalan yang kau sempat berdiri sejenak, sebab kau tak dapat melanjutkan perjalananmu.Sejatinya,kau memikirkan jalan mana yang harus kau tempuh, adakah jalan piñtas lain yang dengan mudah kau lalui atau kau bersikukuh pada jalan itu? Sampai kau harus menunggu dan yakin hambatan itu suatu waktu akan berlalu meninggalkanmu.Mana yang akan kau lakukan?
                Jika aku berada pada posisi itu.Aku mencari tahu kedua jalan tersebut.Bukankah setiap pilihan mengandung resiko? Dan kita tidak bisa mengelak kecuali bertanggung jawab atas resiko yang kita pilih.Setelah tahu kedua jalan itu, aku putuskan sebuah pilihan.Salah satu jalan yang harus kutempuh.Dengan segenap rasa tanggung jawabku, aku bertahan pada pilihanku!

Minggu, 04 Oktober 2015

Catatan Harian Linda Al-Husna



MENAKLUKKAN PERASAAN
Cianjur, 09 Juni 2009

                Pernah muncul dalam perenunganku tentang harapan apa yang paling diinginkan manusia dalam hidup ini? Tipe kehidupan macam apa yang paling membanggakan? Dan apakah aku mampu mendapatkannya? Jika ada yang mengatakan harta,tahta dan pasangan dari kwalitas terbaik adalah standar kebanggaan, apakah aku sependapat dengan pendapat ini?
                Dalam level kecil, aku pernah mendapatkan apa yang menjadi kebanggan itu, punya uang, jabatan dikelas dan teman-teman yang membanggakan! Terlintas dalam pikiranku, apakah ini kehidupan ideal yang didambakan setiap manusia? Pada kenyataannya, dalam batas waktu tertentu, aku merasa bosan dengan semua yang kumiliki.Setelah kupelajari pikiran dan perasaanku bertahun-tahun, kesimpulanku adalah aku harus mampu menaklukkan perasaanku sendiri.Memandang kehidupan dunia tidak dari segi materi saja tapi juga dari segi immateri.Kemudian aku belajar bersyukur dan bersabar ketika mendapatkan kemudahan dan kesulitan.
                                                                                *****




PEJUANG CINTA
Cianjur, 09 Juni 2009

                Ada apa dengan Bang samiri? Hilir mudik didepanku seperti ada yang dipikirkannya.Kuamati dari tadi Bang Samiri sudah hampir tujuh keliling.Aku jadi ikut-ikutan pusing.Baiknya kutanyakan saja padanya dari pada pusingku bertambah-tambah.”Bang Samiri, ada apa? Kelihatannya sedang memikirkan sesuatu?” tanyaku.Kukira pertanyaanku bukan basa-basi.Bang Samiri berdiri sebentar dan menghampiriku.”Ya, kamu benar, aku sedang memikirkan sesuatu” jawab Bang Samiri sekedarnya.”Kalau aku boleh tahu,abang sedang memikirkan apa?” tanyaku lagi.Bang Samiri tampak gusar, menimbang-nimbang apakah harus diutarakannya kebingungannya itu kepadaku? “Kamu tahu Mariam kan?” tanyanya kemudian.Aku mengangguk segera.”Memangnya ada apa dengan Mariam,Bang?” aku jadi penasaran.”Entahlah, ada apa dengan Mariam, dia perempuan tercantik yang pernah kukenal namun seperti ada sebuah misteri padanya yang  membuat abang tak semudah itu mendapatkannya.Apa kamu tahu, apa rahasia yang ada pada diri Mariam? Kamu juga perempuan kan,siapa tahu kamu tahu sesuatu tentang dia!” jawab Bang Samiri setengah berbisik.Kuhela nafasku dan menghempaskannya segera.”Mariam yang kutahu adalah perempuan yang tahu persis apa yang diinginkannya.Jika dia ingin, dia akan mengejarnya sampai dapat.Jika dia tidak ingin, dia akan menolaknya dengan bijaksana.Sampai-sampai orang-orang disekitarnya memahami apa yang diinginkan dan yang tidak diinginkannya.Apa abang bermaksud mendekatinya?” kuihat Bang Samiri menatap nanar seperti memikirkan sesuatu.Kemudian terdengar suara lirihnya ‘Aku harus dapat menaklukkannya!’
                                                                                *****

PEREMPUAN YANG MEMUSINGKAN & MENJENGKELKAN
Cianjur, 09 Juni 2009

                Kasihan Lukas! Katanya baru punya pacar tercantik disekolahnya.Maklum perempuan cantik, selalu banyak gaya yang ingin ditampilkan dihadapannya.Kemarin Lukas cerita bahwa dia bangga sudah menaklukkan perempuan itu.Tapi kemudian, aku lihat dia seperti merenung sambil berjalan disamping pacar barunya.Sementara pacarnya bicara terus menerus tanpa titik dan koma.Lukas mendengarkan perkataan pacarnya dengan tatapan kosong.Ada apa dengan Lukas? Bukankah kemarin dia bangga dengan pacar barunya? Memang cantik sih, tapi ada yang aneh pada diri Lukas! Koq, seperti kurang menikmati masa-masa pacarannya.Tapi sudahlah, itu urusannya.Aku tidak boleh iktu campur!
                Kasihan Lukas! Sore hari menjelang maghrib, aku bertemu Lukas dalam keadaan kusut masam.Rasa ibaku menuntutku untuk menanyakan keadaannya.Lukas memintaku duduk disebelahnya.”Kamu mau cerita apa, Lukas? Koq, seperti kacau begitu?” tanyaku.Lukas mengangguk. “Kamu benar, aku merasa pusing setelah mengenal pacar baruku itu lebih dekat! Tadinya aku bangga sudah berhasil menaklukkan hatinya, sekarang aku baru tahu pacar-pacarnya yang terdahulu pun tak dapat bertahan lama menjalin hubungan dengannya!” Lukas memandang danau didepan kami.”Memangnya kenapa?” tanyaku sambil menatap kedua bola matanya “Pacar baruku itu bicaranya minta ampun, kamu tahu kan, kalau pacaran suka ingin bicara halus,tenang dan menyenangkan.Dia malah sebaliknya! Aku dijadikan sasaran kemarahan, tempat curhat dan menjadi setengah pelayannya.Coba kamu pikir, apa itu bukannya yang disebut perempuan yang memusingkan dan menjengkelkan? Apakah aku harus terus bertahan? Entahlah…..”
                                                                                *****

MISS KOMUNIKASI
Cianjur, 10 Juni 2009

                Aku tidak tahu, apa yang terjadi padamu? Kau tiba-tiba berubah dingin, seperti enggan bicara denganku.Padahal selama ini tak pernah ada persoalan serius antara kita.Kita teman dekat memang suka bertengkar.Namun itu bukan alasan bagi kita untuk saling menyakiti atau tersakiti.Kali ini, kau lain dari biasanya.Aku hanya menatap dingin ketika kau datang dan duduk disebelahku tanpa berkata-kata.Aku coba bicara padamu, sikapmu menunjukkan enggan menjawab pertanyaanku!
                Aku tidak tahu, apa yang terjadi padamu? Jika kau punya persoalan, biasanya kau bicara denganku.Jika kau merasa marah,jengkel,sebal atau tersakiti, kau bicarakan padaku sebagaimana adanya.Itu membuatku merasa nyaman didekatmu.Dengan demikian, aku bisa mengendalikan sikapku dari celetukanmu yang menyakitkan tetapi menyehatkan prilakuku.Dan aku merasa tidak keberatan dengan caramu mengoreksiku sedemikian itu.Percayalah, aku tidak marah!
                Aku tidak tahu, apa yang terjadi padamu? Kau sudah mendapat informasi apa tentang aku dan dari mana? Siapa orang yang sudah membuatmu berubah jadi dingin dan merusak hubungan persahabatan kita? Seandainya, kau tidak langsung percaya pada informasi yang kau terima atau yang diperlihatkannya kepadamu.Sayang, kau langsung menerimanya bulat-bulat!
                                                                                *****

MANAGEMENT AMARAH
Cianjur, 10 Juni 2009

                Kenapa ya, kalau aku sedang merasa marah pada sesuatu atau seseorang, aku jadi tak mau bicara atau bertemu orang-orang.Jika dipaksakan pun akan menunjukkan sikap yang kurang menyenangkan.Pada akhirnya timbul masalah baru! Lagi pula, bawaan perasaan marah memang selalu kurang menyenangkan.Raut muka tak bersahabat, pandangan tajam, mulut bicara kasar dan tidak pada tempatnya.Tangan dan kaki inginnya melempar atau menendang apa saja yang paling dekat dariku.
                Kenapa ya, kalau aku merasa marah, aku tidak dapat menguasai perasaanku.Aku terbawa emosiku sendiri.Pada puncaknya menangis.Apakah mengatasi amarah harus dengan hanya melewatinya saja tanpa ada penyelesaian dari marah itu sendiri? Rosulullah saw pernah bersabda: “ Jika kalian marah jangan terlalu lama.Maksimal tiga hari!” Butuh waktu cukup lama untuk membuktikan teori ini.Pada akhirnya, kesimpulanku adalah aku harus mampu mengelola amarah dengan tepat atau energy itu akan menjadi bumerang dalam kehidupanku dan membawaku kepada kehancuran!
                                                                                *****


MENANGKIS KETERSINGGUNGAN
Cianjur, 10 Juni 2009

                Kuharap, apa pun yang terucap dan kulakukan, tidak langsung diambil kesimpulan.Bahwa aku sengaja melakukan atau mengatakan itu untuk menyakitimu.Kuharap, kau mau sedikit menahan perasaanmu agar tidak langsung terbawa emosi spontan.Sepertinya itu lebih baik, sebab jika kau langsung mengikuti emosi karena tersinggung, kau akan cepat naik pitam.Denyut jantung lebih cepat, aliran darah tidak teratur.Yang menurut dokter itu tidak sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan emosimu.
                Kuharap, apa pun yang dikatakan dan dilakukan baik aku maupun orang lain, kau tidak lantas merasa jengkel.Jika kau menghadapi situasi ini, ada 4 langkah yang harus dilakukan (menurut Daniel Goleman dalam bukunya Primar Leadership) Pertama: Mundur-dengarkan,jangan cepat mengambil kesimpulan.Kedua: Biarkan orang lain berbicara.Ketiga: Dapatkan objektivitas-tanyakan pada diri sendiri, apakah alasan kuat untuk bereaksi seperti itu? Atau apakah aku terlalu cepat mengambil kesimpulan? Dan yang keempat: Tanyakan pertanyaan yang bisa menjelaskan bukan pertanyaan yang kedengarannya menghakimi.Selamat mencoba ya, semoga terbantu!
                                                                                *****

AKU DAN KERETA API JURUSAN BOGOR – JAKARTA
Cianjur, 17 Juni 2009

                Waktu itu, aku hendak ke pasar Senen,bermaksud membeli beberapa buku cerita detektif terbitan lama.Dari Cianjur, aku turun di Bogor dilanjutkan dengan naik kereta api menuju stasiun Gondangdia.Tiba di stasiun Bogor, tempat pertama aku harus beli karcis, orang-orang sudah memenuhi areanya.Ada yang baru turun,ada pula yang seperti aku, baru membeli karcis dan mencari kereta yang akan berangkat lebih dulu.
                Dengan rasa percaya diri yang tinggi,kutanya seorang Bapak: “Pak, kereta ini menuju kemana?” dengan sigap si Bapak menjawab:”Menuju Jakarta-Kota!” sembari menoleh kearahku sekedarnya saja.Berarti,aku menaiki gerbong yang tepat.Apalagi, seorang Ibu menambahkan “Benar,Dik, ini kereta menuju Jakarta-Kota, kalau kereta yang disebelah agak lama berangkatnya!” katanya.Maka sempurnalah keyakinanku, bahwa aku menaiki kereta yang tepat.Kereta hendak berangkat,sambil menunggu aku berjalan disepanjang lorong kereta, siapa tahu ada tempat duduk yang kosong untukku.Rupanya, semua tempat duduk sudah terisi penumpang,tinggallah aku berdiri tepat didepan seorang pemuda.Entah karena apa, tiba-tiba pemuda itu berdiri dan memberikan tempat duduknya kepadaku.Lalu berjalan meninggalkanku yang  mengucapan ‘Terimakasih’
                Alhamdulillah, aku mendapatkan tempat duduk! Sampai beberapa stasiun, aku menikmati perjalananku.Sayang,tidak lama kemudian datang dua orang menagih karcis.Dia menanyakan karcisku.Aku menyodorkannya dengan acuh tak acuh.Penagih karcis itu tercengang.”Bu, Ibu salah naik kereta.Ini kereta ekonomi-AC harganya Rp.5.500,karcis Ibu yang ekonomi-biasa Rp.2500.Baiknya Ibu turun distasiun depan saja atau Ibu menambah uang Rp.10.000!” katanya.Untunglah penagih karcis itu masih santun padaku.Sebab,aku pernah mendengar kabar bahwa jika penumpang tidak membayar karcis sesuai harga yang berlaku maka akan ditendang ditempat!
                                                                                *****

MENYIKAPI RASA BOSAN
Cianjur, 17 Juni 2009

                Mungkin ada baiknya juga aku melepaskan semua tugas-tugas rutinku selama sepekan ini,beberapa saat saja.Kuputuskan untuk melakukan perjalanan keluar kota.Bukan tugas dinas sih! Jadi, perjalanan ini kubuat senyaman dan sesantai mungkin.Aku ingin menikmati setiap jengkal perjalanan dan apa saja yang terjadi pada saat itu sepanjang perjalananku.Panca indraku dengan sigap,siap merekam semuanya tanpa sensor.Jika suatu saat nanti, kubutuhkan sebagai bahan tulisan catatan harianku yang kemudian kuanalisa manfaatnya bagiku.Biasanya akan muncul kalimat-kalimat kunci yang dapat membuka pikiranku menemukan suatu petunjuk tertentu atau pemikiran baru!
                Aku masih duduk dibangku dalam angkutan umum.Aku masih ingin menikmati setiap jengkal perjalananku.Semua yang menjadi beban pikiranku selama ini, kusimpan dulu.Biarlah itu menjadi milik ruang kamar tidurku,yang tak perlu kubawa dalam perjalananku.Dan ternyata benar! Rasa bosan yang kualami sepekan ini.Yang rasanya mulai meledak-ledak ingin dikeluarkan,mulai mengalir bersama perjalananku dan suasana baru yang membuat pikiranku lebih segar.Aku bertemu dengan orang asing yang tak kukenal.Aku bicara dengan mereka seperti yang mereka pikirkan.Aku juga bergerak menuju tempat yang baru,dimana tempat tidur,kasur kapuk,bantal guling,serta buku-buku dikamarku kulupakan sejenak.
                Mungkin ada baiknya juga, aku melepaskan semua kegiatan rutinku selama sepekan ini, beberapa saat saja.Untuk melepaskan kepenatan yang membosankan.Yang hentakkannya ingin segera dikeluarkan.Dan aku melakukannya!
                                                                                *****

JIKA AKU MENYESAL
Cianjur, 17 Juni 2009

                Kalau aku menyesal,pernah melakukan kesalahan, memangnya kau mau apa? Kalau kesalahan-kesalahan yang kubuat itu sengaja atau  tidak dengan kesengajaanku, kau mau apa? Kau seperti tak acuh dengan pengakuanku ini.Aku harus bilang apa? Harus berbuat apa lagi untuk meyakinkanmu bahwa aku benar-benar menyesal untuk semua kesalahanku ini.Yang tidak sedikit telah merugikan kebahagiaan yang seharusnya kunikmati sedari dulu! Aku benar-benar menyesal telah membuatmu sedih.Jika aku ingin marah,atau merasa kesal terhadap keadaan yang tak menyenangkan hatiku.Aku ingin memuntahkan semua kemarahanku yang kau anggap merupakan kesalahan yang tak termaafkan!
                Baiklah, aku sudah mengakui, semua kesalahan ini adalah kemarahanku yang tak terkendalikan.Tadinya harapanku agar kau mau sedikit peduli.Namun kau sama saja seperti sebelumnya.Jadi, apa yang kudapatkan dari semua kemarahku ini? Kuharap kau mau lebih peduli bahwa aku benar-benar menyesalinya.Tahukah kau?
                                                                                *****


PROTES
Cianjur, 17 Juni 2009

                Aku tahu,aku tahu apa yang kau rasakan saat ini adalah seperti sedang kebakaran jenggot.Kau merasa gerah atau mungkin terbakar melihat apa yang sedang kupikirkan atau kulakukan.Aku tidak bisa berbuat apa-apa ketika kau berdiri lalu berjalan hilir mudik, sambil mengeluarkan sumpah serapah terhadap kenyataan ini.Sebuah kenyataan yang diberikah hidup  kepadamu saat ini.Tak ada kataku yang bisa kau cerna dengan baik.Rasanya kalimat-kalimat bijakku,tak mampu menyerap kedalam pikiranmu yang sedang terbakar perasaan.Kukira,aku sudah bersikap bijak,bersedia mendengar semua kemarahanmu,kesedihanmu atau segala sesuatu yang kau anggap menyusahkanmu.
                Aku tahu, aku tahu apa yang kau rasakan saat ini adalah sebuah kebiasaan buruk yang kulihat kau enggan menghilangkan kebiasaan ini.Sebuah kebiasaan yang biasa dilakukan oleh anak kecil yang belum baligh.Kebiasaan cepat mengambil tindakan sebelum mencerna terlebih dahulu apa yang berkecamuk dalam perasaanmu atau yang terlintas dalam pikiranmu.Pada saatnya,aku merasa bosan dan jengkel harus mendengar semua kemarahanmu.Toh, aku bukan bak sampah yang tiap hari harus menampung kemarahan dan kesedihanmu!
                                                                                *****

AKU CEMBURU
Cianjur, 17 Juni 2009

                Yang ingin kusampaikan kepadamu, terlalu bersifat pribadi.Aku khawatir kau menangkap maksudku tak seperti yang kumaksudkan.Maksudku, kau cepat mengambil kesimpulan dan langsung mengambil tindakan yang dapat menghentikan angan-anganku.Jujur saja, sekian lama kuperhatikan, kau seperti ingin mendekatiku tapi tiba-tiba kau seperti berubah pikiran, ingin menjauhiku tanpa kenal kasihan.Aku dibiarkan seorang diri sambil bertanya-tanya ‘apa yang terjadi padamu?’ Kau pergi dariku lalu menggandeng seorang perempuan didepanku tanpa rasa bersalah.Kau tertawa-tawa bersama perempuan itu sesekali melirik kearahku yang sedang membaca pikiranmu!
                Yang ingin kusampaikan kepadamu, terlalu sensitive untuk kubicarakan secara terbuka.Yang kutahu, sekali-kali kau beri aku harapan yang karenanya aku sanggup bertahan menghadapi apa pun yang terjadi.Melihat perempuan-perempuan yang tiap hari datang dari bermacam-macam gaya.Aku hanya dapat menahan perasaan dan menelan ludah untuk apa yang kulihat setiap hari yang terjadi padamu.Lalu entah punya rasa atau tidak, kau berjalan didepanku layaknya seorang Boss yang menguasai kehidupanku.Aku ingin menyampaikan isi perasaan ini, tapi keangkuhanmu membuatku mengundurkan niatku!
                Sepertinya kau tak ingin memberiku kesempatan.Tapi jika sedang ingin,kau menghampiriku tanpa merasa bersalah atau rasa sungkan.Jangankan kata maaf, membicarakan dengan siapa kau tadi pun tak kudengar sedikit pun.Ketahuilah, aku cemburu jika kau sedang bersamanya!
                                                                                *****