NEGERIKU TIDAK BAROKAH
Cianjur, 15 April 2004
Huh! Mengeluh lagi! Hari ini berita-berita di TV, radio,majalah, koran-koran dan famlet-famlet begitu ramai memperbincangkan kursi DPR yang sebagian orang berambisi untuk mendudukinya.Padahal kursi di DPR hanya beberapa saja, tapi caleg yang daftar banyak sekali! Pak,Bu sebuah kursi saja mengapa harus jadi rebutan? Padahal saya pikir Bapak dan Ibu memiliki uang yang cukup untuk membeli satu set kursi yang bagus dimatrial-matrial atau toko-toko terdekat.
Hanya kursi-kursi itu tidak bisa mendatangkan setumpuk proyek dengan sejumlah dana yang menunjangnya.Saya juga baru mengerti, mengapa kursi idaman itu begitu diminati banyak orang.Tapi masalahnya apa iya medapatkannya harus dengan berbagai cara? Curang, menipu atau menyogok? Buat apa Pak,Bu?
Ada seseorang berniat menjadi anggotadewan legislativ, kata teman saya orang itu sudah lolos menjadi anggota dewan dan sekarang beliau sedang kebingungan tentang bagaimana cara melunasi hutang piutang untuk biaya kampanye kemarin? Dan saat ini beliau sedang memikirkan cara untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya untuk menutupi hutag-piutangnya itu.
Untuk menjalankan roda pemerintahan ini, haruskah menggunakan cara sebagaimana cara para penjudi? Pasang taruhan, menang lalu bermegah-megahan? Kapan mau mengurus rakyat kecilnya? Jika demikian keadaannya, bagaimana negeri ini bisa barokah? Mohon dipertimbangkan!