Sabtu, 26 Oktober 2013

Catatan Harian LInda Novlinda 2004

MAAF 
Cianjur, 10 Mei 2004

Ada maaf yang tak terucap ketika kau pergi meninggalkan seribu sesal yang tertimbun disanubariku! Perangaiku kepadamu waktu itu, seperti pisau tajam yang mengoyak-ngoyak segumpal daging segar. Kau yang perkasa, kau yang jantan, kau yang gagah pun terluka karenaku.
Aku dengan perangaiku yang buruk padamu, kini menangisi kepergianmu. Kenapa tangisku tak mau berhenti setiap mendengar namamu? Yang dengannya gairahku jadi membara, harapanku membuncah. Adakah peluang bagiku untuk kau maafkan? Sungguh, aku rela, aku bersedia memperbaiki perangaiku. Asal kau jangan terluka! Itu pintaku!
*****

Sabtu, 19 Oktober 2013

Catatan Harian Linda Novlinda 2004

BULAN MERINDU
Cianjur, 07 Mei 2004

Bukan alang kepalang berat benar menanggung rindu. Siang dan malam serasa tak menentu. Angin membisikkan janji-janji yang tak pasti.Entah menjadi nyata atau tidak. Hanya kesegaran hembusannya seakan membawa berita darimu dan mengoyak-ngoyak perasaanku yang sedang merinduimu. Aduh, adakah berita darimu yang sekian tahun lamanya tidak bersua? Dimanakah kau, sedang bersama siapakah kau saat ini? Kenapa angin selalu membawa baumu kepadaku? Meski aku tak tahu kau sedang bersama siapa, berada dimana? Atau mungkin rasaku saja yang begitu menggebu mengharapkanmu? Tapi...begitulah keadaanku, sepertinya kau membawa sepenggal hatiku ketempat kau berada! Kenapa tidak kau kembalikan saja hatiku dengan utuh? Agar aku tidak tersiksa begini? Apa yang harus kulakukan agar kau mau membebaskanku dari rindu seperti ini?

Sabtu, 12 Oktober 2013

Catatan Harian Linda Novlinda 2004

NEGERIKU TIDAK BAROKAH
Cianjur, 15 April 2004

Huh! Mengeluh lagi! Hari ini berita-berita di TV, radio,majalah, koran-koran dan famlet-famlet begitu ramai memperbincangkan kursi DPR yang sebagian orang berambisi untuk mendudukinya.Padahal kursi di DPR hanya beberapa saja, tapi caleg yang daftar banyak sekali! Pak,Bu sebuah kursi saja mengapa harus jadi rebutan? Padahal saya pikir Bapak dan Ibu memiliki uang yang cukup untuk membeli satu set kursi yang bagus dimatrial-matrial atau toko-toko terdekat.
Hanya kursi-kursi itu tidak bisa mendatangkan setumpuk proyek dengan sejumlah dana yang menunjangnya.Saya juga baru mengerti, mengapa kursi idaman itu begitu diminati banyak orang.Tapi masalahnya apa iya medapatkannya harus dengan berbagai cara? Curang, menipu atau menyogok? Buat apa Pak,Bu?
Ada seseorang berniat menjadi anggotadewan legislativ, kata teman saya orang itu sudah lolos menjadi anggota dewan dan sekarang beliau sedang kebingungan tentang bagaimana cara melunasi hutang piutang untuk biaya kampanye kemarin? Dan saat ini beliau sedang memikirkan cara untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya untuk menutupi hutag-piutangnya itu.
Untuk menjalankan roda pemerintahan ini, haruskah menggunakan cara sebagaimana cara para penjudi? Pasang taruhan, menang lalu bermegah-megahan? Kapan mau mengurus rakyat kecilnya? Jika demikian keadaannya, bagaimana negeri ini bisa barokah? Mohon dipertimbangkan!

Selasa, 08 Oktober 2013

Catatan Harian Linda Novlinda

Catatan Harian

Kutuliskan semua yang ingin kubicarakan, semua yang terlintas dalam pikiran dan perasaanku dapat terbaca jelas dari apa yang kutuliskan. Semua orang dapat melakukannya!!!!!

Linda Novlinda
Cianjur, 08 Oktober 2013