HIDUP SEIMBANG
Cianjur, 17
Juni 2009
Aku ingin hidup ini
seimbang.Antara logika, perasaan dan keputusan yang kuambil yang terwujud dalam
apa yang kulakukan.Aku sedang mencarinya.Apa saja sebab-sebab kehancuran hidup
manusia.Atau setidaknya segala sesuatu yang menggiring manusia kedalam
kehancuran.Aku sedang mencari disetiap tempat yang kukunjungi.Butuh kesabaran
yang tak terhingga, butuh waktu untuk menunggu peristiwa-peristiwa yang
bermunculan begitu saja.Yang dapat membawa pemahamanku pada titik
tertentu.Dimana aku menguasai dan mengambil kesimpulan lebih baik dari
sebelumnya.Ya, ternyata, peristiwa itu terjadi berputar-putar dan
berulang-ulang dalam jarak waktu yang sangat lama untuk dapat menarik benang
merah dari setiap peristiwa.
Aku ingin hidup ini
seimbang.Antara yang bersifat materi dan immateri.Saat ini, seperti sedang
digiring menuju sebuah sikap angkuh, takabur, cepat puas dengan pekerjaan
positif yang sedikit dan prustasi jika tersakiti,apa pun alasannya.Aku seorang
manusia yang sedang mencari format tepat untuk menyikapi hasungan yang
tertembus kedalam dadaku atau kedalam dada manusia lainnya.Jika kutemukan, aku
tidak keberatan untuk berbagi menghadapi kebuntuan yang membosankan.Untuk itu,
aku akan berjalan kesegala tempat demi mempertahankan keseimbanganku dalam
hidup ini.Kuharap, kau tidak mencegah niat baikku ini!
*****
TARGET
Cianjur, 18
Juni 2009
Ada orang yang dalam hidupnya
selalu bersandar pada target yang ingin dicapai dalam hidupnya.Ada juga yang
tidak peduli.Hidup dijalaninya seperti air mengalir.Target menjadi sesuatu yang
tak berarti.Aku tidak tahu, aku termasuk jenis yang mana.Sebab, aku menyikapi
hidup ini biasa-biasa saja.Tidak ada yang aneh.Dibilang serius, santai juga!
Dibilang santai, aku harus menaklukkan kebiasaan positif tiap harinya.Apa pun
itu! Sekecil apa pun! Mungkin aku termasuk dalam kategori orang yang bersandar
pada target,namun target dibuat bukan sesuatu beban yang harus dilakukan
sesegera mungkin.Target dibuat sederhana dalam jangka waktu yang lama, yang
disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan.Bukankah kebutuhan itu ada yang
penting dan mendesak? Serta ada pula yang penting tapi tidak mendesak?
Dulu, aku pernah mencoba membuat
sebuah program harian, mingguan,bulanan bahkan tahunan.Kutuliskan, apa saja
yang harus kulakukan dalam setiap hari,setiap minggu, setiap bulan sampai
jangka satu tahun.Kucoba untuk mendisiplinkan diri.Namun hasilnya tidak terlalu
membantu.Aku merasa menjadi robot yan harus melakukan apa yang kutulis
sendiri,beberapa program dalam waktu yang singkat! Sekali dua kali
indisipliner,aku memaafkan diriku sendiri.Berkali-kali aku melakukan
indisipliner,aku menyerah.Aku merasa tidak mampu melakukan beberapa
program.Kurasa aku butuh sedikit waktu untuk mencerna program yang kubuat
sendiri sampai aku merasa benar-benar yakin bahwa satu program telah kulakukan
sampai kedetil-detilnya.Dan aku sudah merasa mampu melakukannya!
*****
MENGHADAPI TANTANGAN
Cianjur, 18
Juni 2009
Pernah main kepinggir laut atau kearung
jeram? Apa yang terlintas dalam pikiranku ketika kau berada disana? Jika tidak
terlintasa apa pun selain hanya bersenang-senang.Sayang, kau sudah
menyia-nyiakan sebuah kesempatan untuk mendapatkan pencerahan baru dalam
hidupmu! Ketika kau berdiri dibibir pantai, diujung sana kau lihat sebuah pulau
yang kata orang cukup indah untuk dikunjungi.Dan kau terpikat untuk
mengunjunginya,sekaligus menguji keberanianmu untuk sampai disana.
Secara tidak langsung kau harus
memikirkan, apa saja yang harus kau siapkan? Tahap-tahap apa saja yang harus
kau tapaki agar sampai ketujuan.Kau akan dihadapkan pasa sebuah
tantangan,sanggupkah kau menghadapinya? Jika kau langsung melihat pada betapa
jauhnya jarak antara tempat kau berdiri dan pulau yang ingin kau
singgahi.Hatimu akan segera menciut sebab yang kau bayangkan adalah betapa
melelahkannya perjalanan menuju pulau impianmu itu.Kau akan pesimis dan putus
asa.Sampai kau merasa tak yakin, apa kau ingin melanjutkan perjalananmu atau
tidak.Harapan akan kandas sebelum dimulai!
Menghadapi tantangan bisa
dibilang gampang-gampang susah.Kau harus mempersiapkan dirimu (pikiran,
perasaan,waktu,tenaga dan materi yang akan mendukung kesiapannya) Sebab dalam
mengarungi sebuah perjalanan, tantangan itu akan menghampirimu secara
tiba-tiba.Jika kau tidak siap dengan pukulannya, kau akan terjatuh yang
kejatuhannya sangat menyakitkan! Sebelum itu terjadi, baiknya kau persiapkan
apa saja harapanmu dan sesuaikan dengan kemampuanmu.Bersiaplah bertahan
menghadapi tantangan!
*****
BUTA MATA DAN HATI
Cianjur, 18
Juni 2009
Waktu itu pagi-pagi, aku sedang
berjalan dijalan setapak.Jauh didepanku seorang lelaki tua berjalan dengan
sebatang tongkat dikedua tangannya.Tongkat itu digerak-gerakkannya kekiri dan
kekanan.Terakhir baru aku tahu bahwa lelaki itu buta mata.Tidak dapat melihat
sesuatu dengan kedua matanya.Untuk berjalan saja ia harus dibantu sebatang
tongkat.Sesekali lelaki tua itu berdiri sejenak menyesuaikan pegangan
tongkatnya.Aku berjalan mendekatinya.Tanpa sepatah kata pun kulalui lelaki tua
yang seperti sedang kebingungan.Entah apa yang sedang dibingungkannya.Hal itu
tidak membuatku ingin menanyakannya!
Aku terus berjalan, bayangan
lelaki tua itu terus melekat dalam ingatanku.Apa? Ada apa dengan lelaki tua
itu? Pelajaran apa yang bisa kuambil dari pandangan sekilas yang baru saja
kutangkap? Sambil berjalan otakku berputar mencari-cari makna dibalik kejadian
kecil yang baru saja kualami.Kemudian muncul dalam pikiranku sebuah pernyataan
‘Betapa susahnya berjalan jika kita tidak dapat melihat.Kita mau kemana, sedang
dimana bahkan dari mana kita berangkat,kita tidak tahu!’
Betapa susahnya hidup, jika kita
tidak tahu cara menyikapi hidup dengan tepat.Seperti lelaki tua tadi.Kita
akanterlihat kebingungan atau bahkan putus asa.Aku jadi ingat sebuah syair:
‘Buta hati lebih berbahaya,buta mata tidak nampak dunia,buta hati tidak nampak
kebenaran, buta hati ditipu nafsu dan syetan!’
*****
PERBUATAN MENYENANGKAN
Cianjur, 18
Juni 2009
Pukul 12.00 jam didindingku
berbunyi.Saatnya makan siang.Tapi aku tidak melihat sesuatu yang bisa kumakan
dimeja makanku didapur yang mungil.Kutanya ibu ‘mau makan apa sekarang?’ Ada
nasi tapi tak ada lauknya.Dari kamarnya ibu menjawab ‘Beli gado-gado saja!’
teriaknya.Kuhampiri ibu sambil memungut uang 2 lembar ribuan.aku bergegas
menuju warung Ceu Mumun, seorang penjual gado-gado yang tak jauh dari
rumahku.Tiba disana, ternyata pembeli masih antri.Aku pun harus ikut antri!
Sambil meramu membuat gado-gadonya untuk pembeli.Ceu Mumun cerita ini dan itu,
sesuatu yang membuat para pembeli tak merasa bosan.Sesekali aku menimpali, tapi
tak terlalu.Aku lebih suka menyimak apa saja yang sedang mereka
bicarakan.Pembeli pertama usai, sekarang Ceu Mumun mempersiapkan bahan-bahan
berikutnya.Aku perhatikan dengan seksama!
Pertama masukkan garam,gula,cabe
dan kacang tanah yang sudah digoreng lalu direkuh sampai halus kemudian
masukkan sayur mayur kedalam bumbu kacang tadi lalu diaduk sampai
rata.Kuperhatikan Ceu Mumun seperti menjiwai pekerjaannya.Tak ada keluhan, atau
kalimat-kalimat yang kurang menyenangkan.Aku jadi berpikir, jika pekerjaan
dilakukan dengan hati bersih dan ikhlas hasilnya akan menyenangkan.Meskipun
menggunakan bahan-bahan sederhana.Menggunakannya/memakannya pun jadi
menyenangkan!
*****
MENIKMATI HIDUP
Cianjur, 18
Juni 2009
Aku tidak tahu, apa yang
membuatku menikmati setiap detik yang berlalu, perlahan-lahan bergerak
meninggalkan detik yang lainnya.Begitu dan begitu berjalan berulang-ulang.Aku
tidak tahu, apa yang membuatku tidak berontak pada kenyataan yang kualami saat
ini.Sebuah kenyataan yang 10-tahun yang lalu adalah kenyataan yang
membosankan.Tapi saat ini tidak! Aku malah menikmati setiap hembusan kebosanan
yang muncul dalam perasaan.Begitu dan begitu berulang-ulang, aku tidak tahu!
Tanpa kusadari dari semula
tiba-tiba aku merasa memiliki kekuatan untuk
memilih, memilah dan mengarahkan hembusan-hembusan yang bergumul dalam
pikiran dan perasaanku.Dan aku cukup sibuk menatanya.Biarlah demikian!
*****
HUTAN GAUL
Cianjur, 18
Juni 2009
Sebenarnya, apa yang membuatmu
sangat bersemangat memintaku untuk menemanimu ketempat itu? Sebuah tempat yang
dianggap orang tempat mencari kesenangan.Ngobrol,minum-minum,makan-makan sambil
diiringi alunan music.Apa itu membuatmu bisa mendapatkan kesenangan? Yang
menurutmu kita bisa mendapatkan teman kencan, walau pun sesaat! Sebelumnya aku
minta maaf, jika aku terlalu sulit untuk kau bawa kesana, sebuah tempat dimana
nilai-nilai positif ditanggalkan.Bahkan aku sendiri bertanya: ‘Apa kau yakin,
kau bersenang-senang ditempat itu? Tempat yang bising dan kehilangan
kesadaran?’
Aku, dengan kesadaran tertinggiku,
merasa tidak yakin jika itu dianggap tempat bersenang-senang.Yang menurutmu
tempat menghilangkan kepenantan dan stress.Kukira, aku sudah menemukan cara yang
lain untuk menyenangkan diri sendiri.Untuk menghilangkan kepenantan dan stress
yang kau maksud tanpa harus mendatangi tempat itu.
Pun, jika aku harus mendatangi
tempat itu, pasti aku punya tujuan.Ingin mengembalikan kesadaran mereka atau
mengenalkan sesuatu.Dengan kesadaran tertinggiku, aku bermaksud membagi jalan
keluar dari rasa bosan yang memuakkan!
*****
KEKUATAN MAGIC
Cianjur, 21
juni 2009
Sejak zaman dulu kala dalam
masyarakat kita mengenal istilah kekuatan magic! Suatu kekuatan yang dikendalikan
oleh mantra-mantra tertentu, untuk melakukan apa pun yang diinginkan! Setiap
mantra memiliki tujuannya masing-masing. Fenomena mantra merupakan bagian dari
tradisi nenek moyang kita sampai sekarang.Dengan kemasan yang diperbaharui
kekuatan magic ini bermunculan.
Ada cara yang mudah untuk
menangkis mantra-mantra yang tak diinginkan.Yaitu petakan masalah dan pecahkan
dengan kesadaran tertinggimu.Sebab dengan begitulah seharusnya kau menjalani
hidup.Lalu ikhlas dan tawakal.Bulatkan tekad dan berserah diri kepada Tuhan
yang maha kuasa!
*****
MENJADI PRIBADI YANG MENYENANGKAN
Cianjur, 21
Juni 2009
Waktu itu, aku pernah terkesan
oleh kepribadian seseorang.Seseorang yang baru kukenal beberapa minggu.Aku tipe
orang yang tidak peduli pada sifat dan kebiasaan orang lain.Tapi kali ini
berbeda.Sekali dua kali aku tidak punya pikiran apa pun tentang orang itu.Baru
setelah beberapa kali aku bicara panjang lebar dan mengamati
gerak-geriknya-tentu saja tanpa sepengetahuan orang itu.Aku dapat mengambil kesimpulan
tentang orang itu.Tentang bagaimana cara ia bicara, menyapa atau menebar
senyum? Yang kata orang itulah daya pikatnya.Awalnya aku tidak percaya dengan
pernyataan ini.Setelah kudekati orang itu dan bicara dari hati kehati.Ya,
memang benar apa yang dikatakan orang-orang tentang ‘dia’!
Waktu itu aku jadi berpikir dan
menimbang-nimbang.Apa yang membuat aku jadi ketagihan ingin bicara panjang
lebar dengannya.Apa yang menarik darinya? Penasaran, kudengarkan perkataan
orang-orang lebih seksama.Kubandingkan dengan hasil analisaku.Hasilnya, aku
tahu! Sebuah kepribadian yang menyenangkan yang terbias dalam prilakunya
sehari-hari.Hal-hal sederhana yang sering kita lupakan.Tersenyum dari hati,
menyapa dengan ramah, mendengarkan orang lain bicara dan sesekali bercanda!
Maka perlukah bagiku, melakukan
hal yang sama untuk memiliki kepribadian yang menyenangkan seperti dia?
*****
SILAHKAN, ITU BAGIANMU!
Cianjur, 21
Juni 2009
Pernah kuperhatikan kehidupan
seorang anak manusia.Aku melihatnya sebuah kehidupan sempurna yang
dimilikinya.Sepanjang hidupnya, kukira belum pernah mendapatkan hambatan yang
berarti.Si anak dengan mudah mendapatkan fasilitas hidupnya terus berkembang
menjadi manusia dewasa.Sampai-sampai aku melihatnya, membuat hatiku sedikit
iri.Betapa mudahnya hidup yang dijalaninya? Betapa senangnya memiliki kehidupan
seperti itu? Benar, aku iri, aku ingin memiliki hidup seperti yang dimiliki
anak itu.Namun, sebuah pelajaran berharga memberitahuku.Bahwa setiap manusia
memiliki garis hidup masing-masing.Semua sudah ada yang mengatur.Jika kita
memaksakan diri ingin memiliki kehidupan orang lain dengan cara yang tidak
dibenarkan.Sama artinya kita tidak bersyukur atau mengingkari nikmat yang sudah
ditentukan untuk kehidupan kita.Kurenungkan kembali kalimat tersebut.Terus
danterus, sampai dalam hati muncul sebuah pernyataan: ‘hei, itu jalan hidupmu! Silahkan
saja, itu memang bagianmu dan aku akan menikmati apa yang menjadi bagianku!’
*****
MENYIKAPI HAMBATAN
Cianjur, 21
Juni 2009
Ketika kau menemukan benda,
cita-cita atau orang yang kau inginkan, pertama kali apa yang kau pikirkan?
Hambatan atau prosedur? Pasti kau harus memikirkannya dengan
sungguh-sungguh.Jika kau memang ingin mendapatkannya.Apakah benda, cita-cita
atau orang itu layak kau miliki? Pengorbanan apa yang harus kau bayar untuk
mendapatkannya? Dari sana kau dapat mengukur kekmampuan dirimu sendiri.
Menyikapi hambatan, ketika kau
akan melewati sebuah jalan yang kau sempat berdiri sejenak, sebab kau tak dapat
melanjutkan perjalananmu.Sejatinya,kau memikirkan jalan mana yang harus kau
tempuh, adakah jalan piƱtas lain yang dengan mudah kau lalui atau kau
bersikukuh pada jalan itu? Sampai kau harus menunggu dan yakin hambatan itu
suatu waktu akan berlalu meninggalkanmu.Mana yang akan kau lakukan?
Jika aku berada pada posisi itu.Aku
mencari tahu kedua jalan tersebut.Bukankah setiap pilihan mengandung resiko?
Dan kita tidak bisa mengelak kecuali bertanggung jawab atas resiko yang kita
pilih.Setelah tahu kedua jalan itu, aku putuskan sebuah pilihan.Salah satu
jalan yang harus kutempuh.Dengan segenap rasa tanggung jawabku, aku bertahan
pada pilihanku!