PERMAINAN
Cianjur, 22 Juli 2009
Waktu itu sore, aku baru pulang dari suatu tempat.Kulewati
tanah lapang, dimana anak-anak barmain layang-layang dengan
sepuas-puasnya.Disudut yang lain, beberapa anak bermain kelereng yang
dipinggirnya berdiri mengamati pertandingan kedua permainan mereka.Tanpa
sengaja, kuperhatikan sekelilingku, anak-anak sedang sibuk dengan mainannya
masing-masing.Kuberdiri sejenak menimkati kesibukan mereka yang sangat
menyenangkan.Aku tahu, permainan itu sangat menyenangkan.Aku pernah
merasakannya, waktu aku seusia mereka.Meski aku perempuan, aku selau terlibat
dengan permainan seperti itu karena aku suka! Mungkin suka dengan mencari
masalah sekaligus mencari jalan keluarnya! Aku benar-benar menikmati
permainannya.Setelah kufahami aturan mainnya, soal menang atau kalah itu mah
sudah biasa!
*****
JAKARTA DAN AKSESORI
Cianjur, 18 September 2009
Setiap aku datang kejakarta, entah mengapa perasaanku
selalu dibuat pegal, atau sakit hati.Dari kejauhan, Jakarta seolah kota
kemegahan yang setiap orang boleh datang kesana.Bagiku, Jakarta hanya
diperuntukkan bagi mereka yang punya kemampuan dibanting-banting demi sesuap
nasi.Bagiku Jakarta hanya diperuntukkan bagi mereka yang beruntung punya
kesempatan mendapatkan impian yang ditawarkannya.Dari hal terkecil sampai hal
terbesar!
*****
LEBARAN DAN KEMENANGAN
Cianjur, 23 September 2009
Banyak orang mengatakan lebaran adalah hari kemenangan bagi
umat Islam seluruh dunia.Hari dimana didapatkan dua kebahagiaan.Yang pertama
telah melewati masa-masa sulit menahan lapar,haus, perkataan dan perbuatan.Yang
kedua mendapatkan gairah baru,setelah melewatinya.Dengan gairah baru itulah
kita dapat melanjutkan kegiatan rutinitas kita seperti biasa.
*****
ARENA PERTANDINGAN
Cianjur, 23 September 2009
Aku mendengar sebentar lagi akan terjadi pertandingan besar-besaran.Sebuah pertandingan yang
diikuti oleh seluruh kaum muslimin didunia ini.Kecuali orang yang tidak tahu
informasi pertandingan ini,anak-anak, orang tua yang lemah dan wanita yang
berhalangan atau menyusui.Sebelum pertandingan itu terjadi, udaranya sudah
mulai tercium.Udara bulan ramadhan yang penuh berkah.Bulan ramadhan adalah satu
bulan dari dua belas bulan yang disediakan Allah swt, untuk mendidik diri,
menjadi pribadi manusia seutuhnya.Satu bulan yang dijadikan arena pertandingan
tanpa sorak gempita para penonton.Sebuah pertandingan sunyi yang kemenangan
atau kekalahannya hanya Allah swt yang tahu.Ukurannya adalah perubahan cara
berpikir, cara berprilaku dan semua yang menyertainya.Siapa yang mau turut jadi
pesertanya?
*****
KUE LEBARAN
Cianjur, 24 September 2009
Entah sejak kapan, atau tepatnya dari mana asal mula
tradisi menyediakan kue-kue, ketupat dan sayurnya setiap lebaran tiba.Yang
jelas, sejak aku lahir, tradisi itu sudah ada.Seperti sesuatu yang wajar dan
biasa dilakukan.Aku juga mulai terbiasa dengan tradisi ini.Ketupat lebaran,
sayurnya, kue-kue, pakaian baru dan THR.
Tapi sekarang, setelah bertambah usia, bertambah ilmu
bertambah pengalaman, bertambah kekuatan untuk mengarahkan kebiasaan positf dan
negative.Usai, bulan ramadhan berakhir, terlintas dalam benakku, ‘Apa yang
kudapatkan dari ramadhan kali ini?’ Selain menikmati tradisi yang sudah biasa?
*****
LEBARAN SUNYI
Cianjur, 24 September 2009
Tiba hari lebaran yang ditunggu-tunggu.Semua sudah
siap.Meja makan dan hidangannya, pakaian baru yang akan digunakan untuk sholat
Ied dan beberapa rupiah dikantong.Usai sholat, bersiaplah menerima tamu, baik
saudara dari jauh atau tetangga terdekat.Setiap tamu ditawarkan hidangan diatas
meja.Ada yang menyambut ada juga yang tidak.Tengah hari, matahari sedang berada
dipuncak, tamu-tamu mulai meninggalkan rumah.Tinggallah si tuan rumah beserta
setumpuk piring-piring dan gelas-gelas kotor yang berserakan ditempat
cucian.Kuperhatikan gundukannya, siapa yang harus menyelesaikan semua ini?
Tuhan, kenapa lebaran jadi terasa sunyi?
*****
SEPAK BOLA
Cianjur, 16 Oktober 2009
Aneh, hidup memang aneh! Aku seperti bola yang ditendang
oleh dua kesebelasan yang sedang bertanding.Ditendang dari satu orang keorang
yang lain.Dari satu kesebelasan kekesebelasan yang lain.Aku melihat mereka
bahagia mempermainkan hidupku.Mereka sungguh-sungguh megejarku, sampai
didapatkan untuk ditendang, diover ke yang lainnya.Anehnya pula, aku ikut
menikmatinya.Seolah-olah aku menyediakan diri untuk itu.Meskipun tersenyum,
sedikit getir!
Giliran penjaga gawang siap menendangku.Melambung memasuki
wilayah lawan.Aku dikejar oleh orang-orang untuk digiring, ditendang oleh
berpasang-pasang kaki.Pihak lawan tentu tidak membiarkanku memasuki gawang
mereka.Mereka juga bertahan, mempertaruhkan gengsinya.Untuk tidak membiarkanku
melewatinya begitu saja.Sama seperti yang lainnya.Sama-sama meakukan tekanan
terhadapku.Aku dipermainkan sampai batas waktu yang ditentukan!
*****
PENJARA LEBIH KUSUKAI
Cianjur, 20 Oktober 2009
Aku jadi ingat kisah nabi Yusuf as, ketika istri sang juru
tulis kerajaan memintanya untuk berbuat tidak senonoh.Bagaimanapun kuatnya iman
seorang lelaki, jika dihadapkan pada sesuatu yang indah.Hati keilnya mengagumi
ciptaan Tuhan.Demikian pula dengan kisah nabi Yusuf as bersama Siti
Zulaikha.Untuk kekhilafannya ini, nabi Yusuf as rela dipenjara untuk menebus
kesalahannya “Penjara lebih aku sukai dari pada mengikuti keinginan yang tidak
ada batasnya!”
Masihkah ada seorang pemuda pada zaman sekarang yang
memiliki pendirian seperti nabi Yusuf as? Ia sungguh-sungguh mempertanggung
jawabkan Imannya kepada Tuhannya.Semoga Allah menyayanginya! Amien.
*****
MENYIKAPI RAYUAN DUNIA
Cianjur, 20 Oktober 2009
Seperti nabi Yusuf as, aku pun tidak berbeda.Aku dihadapkan
pada pemandangan yang menakjubkan,makhluk-makhluk ciptaan Tuhan.Baik itu
alam,benda,harta atau berupa manusia.Sungguh, aku ingin menikmatinya.Tapi kisah
nabi Yusuf as, mengajariku betapa mengikuti syahwat itu cenderung terperosok
dalam lumpur dosa yang memalukan!
Sebagai hamba Allah yang masih memiliki secuil iman,
menahan diri lebih kusukai dari pada terseret mengikuti ambisi yang tidak ada
puas-puasnya.Mengukur diri lebih baik dari pada diukur oleh orang
lain.Menyakitkan!
*****
PERTEMUAN
Cianjur, 20 Oktober 2009
“Hai, aku datang! Aku ingin bersamamu malam ini!” katamu
pada sabtu pukul 20.00 wib dirumahku.Aku yang tidak pernah berpikir kau yang
akan datang, tanpa perasaan apa pun kuterima kau sekedarnya saja.”Hai, aku
datang! Aku rindu sekali padamu! Apa kau juga merasakan hal yang sama?” tanyamu
mengawali pembicaraan.Dengan wangi tubuh yang menyeruak menusuk hidungku.Seraut
wajah yang menyenangkan! Kau usap rambutmu, merapikan ponimu dengan kelima jari
tangan kananmu.Lama aku tak menjawab.Aku tak punya alasan, kenapa aku harus
merindukannya? Toh, lelaki seperti ini akan banyak perempuan yang
merindukannya. Agar tak mengecewakannya, kuanggukan kepalaku.Lagi pula kedatangannya
selalu menyenangkan.”Ya, aku merinduimu!” jawabku basa-basi.Senyumnya semakin
terkembang.Akupun ikut merasakan kebahagiaannya!
*****