SAKIT HATI
Cianjur, 28 Juni 2004
Kali ini dia benar-benar melakukannya.Dia sanggup
melakukannya.Dan dia pun tidak mau tahu akibat perbuatannya terhadapku.Dia
memang siraja tega! Tapi kenapa aku harus marah? Bukankah aku juga selalu melakukan
hal yang sama terhadap orang lain? Apa aku pernah peduli akibat perbuatanku
sendiri terhadap orang lain itu? Benar! Aku juga jarang
memperkarakannya.Mungkin ini yang disebut dengan qishash.Hutang nyawa dibayar
nyawa,hutang budi dibayar budi! Aku menyakitinya,dia pun sanggup menyakitiku
tanpa pamrih.Mudah-mudahan dia merasa puas telah membalas
kesakitannya.Mudah-mudahan dia merasa bahagia kalau dengan cara begini dia
harus bertahan dan memaafkan kesalahanku!
*****