MENAKLUKKAN PERASAAN
Cianjur, 09
Juni 2009
Pernah muncul dalam perenunganku
tentang harapan apa yang paling diinginkan manusia dalam hidup ini? Tipe
kehidupan macam apa yang paling membanggakan? Dan apakah aku mampu
mendapatkannya? Jika ada yang mengatakan harta,tahta dan pasangan dari kwalitas
terbaik adalah standar kebanggaan, apakah aku sependapat dengan pendapat ini?
Dalam level kecil, aku pernah
mendapatkan apa yang menjadi kebanggan itu, punya uang, jabatan dikelas dan
teman-teman yang membanggakan! Terlintas dalam pikiranku, apakah ini kehidupan
ideal yang didambakan setiap manusia? Pada kenyataannya, dalam batas waktu
tertentu, aku merasa bosan dengan semua yang kumiliki.Setelah kupelajari
pikiran dan perasaanku bertahun-tahun, kesimpulanku adalah aku harus mampu
menaklukkan perasaanku sendiri.Memandang kehidupan dunia tidak dari segi materi
saja tapi juga dari segi immateri.Kemudian aku belajar bersyukur dan bersabar
ketika mendapatkan kemudahan dan kesulitan.
*****
PEJUANG CINTA
Cianjur, 09
Juni 2009
Ada apa dengan Bang samiri?
Hilir mudik didepanku seperti ada yang dipikirkannya.Kuamati dari tadi Bang
Samiri sudah hampir tujuh keliling.Aku jadi ikut-ikutan pusing.Baiknya
kutanyakan saja padanya dari pada pusingku bertambah-tambah.”Bang Samiri, ada
apa? Kelihatannya sedang memikirkan sesuatu?” tanyaku.Kukira pertanyaanku bukan
basa-basi.Bang Samiri berdiri sebentar dan menghampiriku.”Ya, kamu benar, aku
sedang memikirkan sesuatu” jawab Bang Samiri sekedarnya.”Kalau aku boleh
tahu,abang sedang memikirkan apa?” tanyaku lagi.Bang Samiri tampak gusar,
menimbang-nimbang apakah harus diutarakannya kebingungannya itu kepadaku? “Kamu
tahu Mariam kan?” tanyanya kemudian.Aku mengangguk segera.”Memangnya ada apa
dengan Mariam,Bang?” aku jadi penasaran.”Entahlah, ada apa dengan Mariam, dia
perempuan tercantik yang pernah kukenal namun seperti ada sebuah misteri
padanya yang membuat abang tak semudah
itu mendapatkannya.Apa kamu tahu, apa rahasia yang ada pada diri Mariam? Kamu
juga perempuan kan,siapa tahu kamu tahu sesuatu tentang dia!” jawab Bang Samiri
setengah berbisik.Kuhela nafasku dan menghempaskannya segera.”Mariam yang
kutahu adalah perempuan yang tahu persis apa yang diinginkannya.Jika dia ingin,
dia akan mengejarnya sampai dapat.Jika dia tidak ingin, dia akan menolaknya
dengan bijaksana.Sampai-sampai orang-orang disekitarnya memahami apa yang
diinginkan dan yang tidak diinginkannya.Apa abang bermaksud mendekatinya?”
kuihat Bang Samiri menatap nanar seperti memikirkan sesuatu.Kemudian terdengar
suara lirihnya ‘Aku harus dapat menaklukkannya!’
*****
PEREMPUAN YANG MEMUSINGKAN & MENJENGKELKAN
Cianjur, 09
Juni 2009
Kasihan Lukas! Katanya baru
punya pacar tercantik disekolahnya.Maklum perempuan cantik, selalu banyak gaya
yang ingin ditampilkan dihadapannya.Kemarin Lukas cerita bahwa dia bangga sudah
menaklukkan perempuan itu.Tapi kemudian, aku lihat dia seperti merenung sambil
berjalan disamping pacar barunya.Sementara pacarnya bicara terus menerus tanpa
titik dan koma.Lukas mendengarkan perkataan pacarnya dengan tatapan kosong.Ada
apa dengan Lukas? Bukankah kemarin dia bangga dengan pacar barunya? Memang
cantik sih, tapi ada yang aneh pada diri Lukas! Koq, seperti kurang menikmati
masa-masa pacarannya.Tapi sudahlah, itu urusannya.Aku tidak boleh iktu campur!
Kasihan Lukas! Sore hari
menjelang maghrib, aku bertemu Lukas dalam keadaan kusut masam.Rasa ibaku
menuntutku untuk menanyakan keadaannya.Lukas memintaku duduk disebelahnya.”Kamu
mau cerita apa, Lukas? Koq, seperti kacau begitu?” tanyaku.Lukas mengangguk.
“Kamu benar, aku merasa pusing setelah mengenal pacar baruku itu lebih dekat!
Tadinya aku bangga sudah berhasil menaklukkan hatinya, sekarang aku baru tahu
pacar-pacarnya yang terdahulu pun tak dapat bertahan lama menjalin hubungan
dengannya!” Lukas memandang danau didepan kami.”Memangnya kenapa?” tanyaku
sambil menatap kedua bola matanya “Pacar baruku itu bicaranya minta ampun, kamu
tahu kan, kalau pacaran suka ingin bicara halus,tenang dan menyenangkan.Dia
malah sebaliknya! Aku dijadikan sasaran kemarahan, tempat curhat dan menjadi
setengah pelayannya.Coba kamu pikir, apa itu bukannya yang disebut perempuan
yang memusingkan dan menjengkelkan? Apakah aku harus terus bertahan?
Entahlah…..”
*****
MISS KOMUNIKASI
Cianjur, 10
Juni 2009
Aku tidak tahu, apa yang terjadi
padamu? Kau tiba-tiba berubah dingin, seperti enggan bicara denganku.Padahal
selama ini tak pernah ada persoalan serius antara kita.Kita teman dekat memang
suka bertengkar.Namun itu bukan alasan bagi kita untuk saling menyakiti atau
tersakiti.Kali ini, kau lain dari biasanya.Aku hanya menatap dingin ketika kau datang
dan duduk disebelahku tanpa berkata-kata.Aku coba bicara padamu, sikapmu
menunjukkan enggan menjawab pertanyaanku!
Aku tidak tahu, apa yang terjadi
padamu? Jika kau punya persoalan, biasanya kau bicara denganku.Jika kau merasa
marah,jengkel,sebal atau tersakiti, kau bicarakan padaku sebagaimana adanya.Itu
membuatku merasa nyaman didekatmu.Dengan demikian, aku bisa mengendalikan
sikapku dari celetukanmu yang menyakitkan tetapi menyehatkan prilakuku.Dan aku
merasa tidak keberatan dengan caramu mengoreksiku sedemikian itu.Percayalah,
aku tidak marah!
Aku tidak tahu, apa yang terjadi
padamu? Kau sudah mendapat informasi apa tentang aku dan dari mana? Siapa orang
yang sudah membuatmu berubah jadi dingin dan merusak hubungan persahabatan
kita? Seandainya, kau tidak langsung percaya pada informasi yang kau terima
atau yang diperlihatkannya kepadamu.Sayang, kau langsung menerimanya
bulat-bulat!
*****
MANAGEMENT AMARAH
Cianjur, 10
Juni 2009
Kenapa ya, kalau aku sedang merasa
marah pada sesuatu atau seseorang, aku jadi tak mau bicara atau bertemu
orang-orang.Jika dipaksakan pun akan menunjukkan sikap yang kurang
menyenangkan.Pada akhirnya timbul masalah baru! Lagi pula, bawaan perasaan
marah memang selalu kurang menyenangkan.Raut muka tak bersahabat, pandangan
tajam, mulut bicara kasar dan tidak pada tempatnya.Tangan dan kaki inginnya
melempar atau menendang apa saja yang paling dekat dariku.
Kenapa ya, kalau aku merasa
marah, aku tidak dapat menguasai perasaanku.Aku terbawa emosiku sendiri.Pada
puncaknya menangis.Apakah mengatasi amarah harus dengan hanya melewatinya saja
tanpa ada penyelesaian dari marah itu sendiri? Rosulullah saw pernah bersabda:
“ Jika kalian marah jangan terlalu lama.Maksimal tiga hari!” Butuh waktu cukup
lama untuk membuktikan teori ini.Pada akhirnya, kesimpulanku adalah aku harus
mampu mengelola amarah dengan tepat atau energy itu akan menjadi bumerang dalam
kehidupanku dan membawaku kepada kehancuran!
*****
MENANGKIS KETERSINGGUNGAN
Cianjur, 10
Juni 2009
Kuharap, apa pun yang terucap
dan kulakukan, tidak langsung diambil kesimpulan.Bahwa aku sengaja melakukan
atau mengatakan itu untuk menyakitimu.Kuharap, kau mau sedikit menahan
perasaanmu agar tidak langsung terbawa emosi spontan.Sepertinya itu lebih baik,
sebab jika kau langsung mengikuti emosi karena tersinggung, kau akan cepat naik
pitam.Denyut jantung lebih cepat, aliran darah tidak teratur.Yang menurut
dokter itu tidak sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan emosimu.
Kuharap, apa pun yang dikatakan
dan dilakukan baik aku maupun orang lain, kau tidak lantas merasa jengkel.Jika
kau menghadapi situasi ini, ada 4 langkah yang harus dilakukan (menurut Daniel
Goleman dalam bukunya Primar Leadership) Pertama: Mundur-dengarkan,jangan cepat
mengambil kesimpulan.Kedua: Biarkan orang lain berbicara.Ketiga: Dapatkan
objektivitas-tanyakan pada diri sendiri, apakah alasan kuat untuk bereaksi
seperti itu? Atau apakah aku terlalu cepat mengambil kesimpulan? Dan yang keempat:
Tanyakan pertanyaan yang bisa menjelaskan bukan pertanyaan yang kedengarannya
menghakimi.Selamat mencoba ya, semoga terbantu!
*****
AKU
DAN KERETA API JURUSAN BOGOR – JAKARTA
Cianjur, 17 Juni 2009
Waktu itu, aku hendak ke pasar
Senen,bermaksud membeli beberapa buku cerita detektif terbitan lama.Dari
Cianjur, aku turun di Bogor dilanjutkan dengan naik kereta api menuju stasiun
Gondangdia.Tiba di stasiun Bogor, tempat pertama aku harus beli karcis,
orang-orang sudah memenuhi areanya.Ada yang baru turun,ada pula yang seperti
aku, baru membeli karcis dan mencari kereta yang akan berangkat lebih dulu.
Dengan rasa percaya diri yang
tinggi,kutanya seorang Bapak: “Pak, kereta ini menuju kemana?” dengan sigap si
Bapak menjawab:”Menuju Jakarta-Kota!” sembari menoleh kearahku sekedarnya
saja.Berarti,aku menaiki gerbong yang tepat.Apalagi, seorang Ibu menambahkan
“Benar,Dik, ini kereta menuju Jakarta-Kota, kalau kereta yang disebelah agak
lama berangkatnya!” katanya.Maka sempurnalah keyakinanku, bahwa aku menaiki
kereta yang tepat.Kereta hendak berangkat,sambil menunggu aku berjalan
disepanjang lorong kereta, siapa tahu ada tempat duduk yang kosong
untukku.Rupanya, semua tempat duduk sudah terisi penumpang,tinggallah aku
berdiri tepat didepan seorang pemuda.Entah karena apa, tiba-tiba pemuda itu
berdiri dan memberikan tempat duduknya kepadaku.Lalu berjalan meninggalkanku
yang mengucapan ‘Terimakasih’
Alhamdulillah, aku mendapatkan
tempat duduk! Sampai beberapa stasiun, aku menikmati perjalananku.Sayang,tidak
lama kemudian datang dua orang menagih karcis.Dia menanyakan karcisku.Aku
menyodorkannya dengan acuh tak acuh.Penagih karcis itu tercengang.”Bu, Ibu
salah naik kereta.Ini kereta ekonomi-AC harganya Rp.5.500,karcis Ibu yang
ekonomi-biasa Rp.2500.Baiknya Ibu turun distasiun depan saja atau Ibu menambah
uang Rp.10.000!” katanya.Untunglah penagih karcis itu masih santun
padaku.Sebab,aku pernah mendengar kabar bahwa jika penumpang tidak membayar
karcis sesuai harga yang berlaku maka akan ditendang ditempat!
*****
MENYIKAPI RASA BOSAN
Cianjur, 17
Juni 2009
Mungkin ada baiknya juga aku
melepaskan semua tugas-tugas rutinku selama sepekan ini,beberapa saat
saja.Kuputuskan untuk melakukan perjalanan keluar kota.Bukan tugas dinas sih!
Jadi, perjalanan ini kubuat senyaman dan sesantai mungkin.Aku ingin menikmati
setiap jengkal perjalanan dan apa saja yang terjadi pada saat itu sepanjang
perjalananku.Panca indraku dengan sigap,siap merekam semuanya tanpa sensor.Jika
suatu saat nanti, kubutuhkan sebagai bahan tulisan catatan harianku yang
kemudian kuanalisa manfaatnya bagiku.Biasanya akan muncul kalimat-kalimat kunci
yang dapat membuka pikiranku menemukan suatu petunjuk tertentu atau pemikiran
baru!
Aku masih duduk dibangku dalam
angkutan umum.Aku masih ingin menikmati setiap jengkal perjalananku.Semua yang
menjadi beban pikiranku selama ini, kusimpan dulu.Biarlah itu menjadi milik
ruang kamar tidurku,yang tak perlu kubawa dalam perjalananku.Dan ternyata
benar! Rasa bosan yang kualami sepekan ini.Yang rasanya mulai meledak-ledak
ingin dikeluarkan,mulai mengalir bersama perjalananku dan suasana baru yang
membuat pikiranku lebih segar.Aku bertemu dengan orang asing yang tak
kukenal.Aku bicara dengan mereka seperti yang mereka pikirkan.Aku juga bergerak
menuju tempat yang baru,dimana tempat tidur,kasur kapuk,bantal guling,serta
buku-buku dikamarku kulupakan sejenak.
Mungkin ada baiknya juga, aku
melepaskan semua kegiatan rutinku selama sepekan ini, beberapa saat saja.Untuk
melepaskan kepenatan yang membosankan.Yang hentakkannya ingin segera
dikeluarkan.Dan aku melakukannya!
*****
JIKA AKU MENYESAL
Cianjur, 17
Juni 2009
Kalau aku menyesal,pernah
melakukan kesalahan, memangnya kau mau apa? Kalau kesalahan-kesalahan yang
kubuat itu sengaja atau tidak dengan kesengajaanku,
kau mau apa? Kau seperti tak acuh dengan pengakuanku ini.Aku harus bilang apa?
Harus berbuat apa lagi untuk meyakinkanmu bahwa aku benar-benar menyesal untuk
semua kesalahanku ini.Yang tidak sedikit telah merugikan kebahagiaan yang
seharusnya kunikmati sedari dulu! Aku benar-benar menyesal telah membuatmu
sedih.Jika aku ingin marah,atau merasa kesal terhadap keadaan yang tak
menyenangkan hatiku.Aku ingin memuntahkan semua kemarahanku yang kau anggap
merupakan kesalahan yang tak termaafkan!
Baiklah, aku sudah mengakui,
semua kesalahan ini adalah kemarahanku yang tak terkendalikan.Tadinya harapanku
agar kau mau sedikit peduli.Namun kau sama saja seperti sebelumnya.Jadi, apa
yang kudapatkan dari semua kemarahku ini? Kuharap kau mau lebih peduli bahwa
aku benar-benar menyesalinya.Tahukah kau?
*****
PROTES
Cianjur, 17
Juni 2009
Aku tahu,aku tahu apa yang kau
rasakan saat ini adalah seperti sedang kebakaran jenggot.Kau merasa gerah atau
mungkin terbakar melihat apa yang sedang kupikirkan atau kulakukan.Aku tidak bisa
berbuat apa-apa ketika kau berdiri lalu berjalan hilir mudik, sambil
mengeluarkan sumpah serapah terhadap kenyataan ini.Sebuah kenyataan yang
diberikah hidup kepadamu saat ini.Tak
ada kataku yang bisa kau cerna dengan baik.Rasanya kalimat-kalimat bijakku,tak
mampu menyerap kedalam pikiranmu yang sedang terbakar perasaan.Kukira,aku sudah
bersikap bijak,bersedia mendengar semua kemarahanmu,kesedihanmu atau segala
sesuatu yang kau anggap menyusahkanmu.
Aku tahu, aku tahu apa yang kau
rasakan saat ini adalah sebuah kebiasaan buruk yang kulihat kau enggan
menghilangkan kebiasaan ini.Sebuah kebiasaan yang biasa dilakukan oleh anak
kecil yang belum baligh.Kebiasaan cepat mengambil tindakan sebelum mencerna
terlebih dahulu apa yang berkecamuk dalam perasaanmu atau yang terlintas dalam
pikiranmu.Pada saatnya,aku merasa bosan dan jengkel harus mendengar semua
kemarahanmu.Toh, aku bukan bak sampah yang tiap hari harus menampung kemarahan
dan kesedihanmu!
*****
AKU CEMBURU
Cianjur, 17
Juni 2009
Yang ingin kusampaikan kepadamu,
terlalu bersifat pribadi.Aku khawatir kau menangkap maksudku tak seperti yang
kumaksudkan.Maksudku, kau cepat mengambil kesimpulan dan langsung mengambil
tindakan yang dapat menghentikan angan-anganku.Jujur saja, sekian lama
kuperhatikan, kau seperti ingin mendekatiku tapi tiba-tiba kau seperti berubah
pikiran, ingin menjauhiku tanpa kenal kasihan.Aku dibiarkan seorang diri sambil
bertanya-tanya ‘apa yang terjadi padamu?’ Kau pergi dariku lalu menggandeng
seorang perempuan didepanku tanpa rasa bersalah.Kau tertawa-tawa bersama
perempuan itu sesekali melirik kearahku yang sedang membaca pikiranmu!
Yang ingin kusampaikan kepadamu,
terlalu sensitive untuk kubicarakan secara terbuka.Yang kutahu, sekali-kali kau
beri aku harapan yang karenanya aku sanggup bertahan menghadapi apa pun yang
terjadi.Melihat perempuan-perempuan yang tiap hari datang dari bermacam-macam
gaya.Aku hanya dapat menahan perasaan dan menelan ludah untuk apa yang kulihat
setiap hari yang terjadi padamu.Lalu entah punya rasa atau tidak, kau berjalan
didepanku layaknya seorang Boss yang menguasai kehidupanku.Aku ingin
menyampaikan isi perasaan ini, tapi keangkuhanmu membuatku mengundurkan niatku!
Sepertinya kau tak ingin
memberiku kesempatan.Tapi jika sedang ingin,kau menghampiriku tanpa merasa
bersalah atau rasa sungkan.Jangankan kata maaf, membicarakan dengan siapa kau
tadi pun tak kudengar sedikit pun.Ketahuilah, aku cemburu jika kau sedang
bersamanya!
*****