Minggu, 04 Oktober 2015

Catatan Harian Linda Al-Husna



MENAKLUKKAN PERASAAN
Cianjur, 09 Juni 2009

                Pernah muncul dalam perenunganku tentang harapan apa yang paling diinginkan manusia dalam hidup ini? Tipe kehidupan macam apa yang paling membanggakan? Dan apakah aku mampu mendapatkannya? Jika ada yang mengatakan harta,tahta dan pasangan dari kwalitas terbaik adalah standar kebanggaan, apakah aku sependapat dengan pendapat ini?
                Dalam level kecil, aku pernah mendapatkan apa yang menjadi kebanggan itu, punya uang, jabatan dikelas dan teman-teman yang membanggakan! Terlintas dalam pikiranku, apakah ini kehidupan ideal yang didambakan setiap manusia? Pada kenyataannya, dalam batas waktu tertentu, aku merasa bosan dengan semua yang kumiliki.Setelah kupelajari pikiran dan perasaanku bertahun-tahun, kesimpulanku adalah aku harus mampu menaklukkan perasaanku sendiri.Memandang kehidupan dunia tidak dari segi materi saja tapi juga dari segi immateri.Kemudian aku belajar bersyukur dan bersabar ketika mendapatkan kemudahan dan kesulitan.
                                                                                *****




PEJUANG CINTA
Cianjur, 09 Juni 2009

                Ada apa dengan Bang samiri? Hilir mudik didepanku seperti ada yang dipikirkannya.Kuamati dari tadi Bang Samiri sudah hampir tujuh keliling.Aku jadi ikut-ikutan pusing.Baiknya kutanyakan saja padanya dari pada pusingku bertambah-tambah.”Bang Samiri, ada apa? Kelihatannya sedang memikirkan sesuatu?” tanyaku.Kukira pertanyaanku bukan basa-basi.Bang Samiri berdiri sebentar dan menghampiriku.”Ya, kamu benar, aku sedang memikirkan sesuatu” jawab Bang Samiri sekedarnya.”Kalau aku boleh tahu,abang sedang memikirkan apa?” tanyaku lagi.Bang Samiri tampak gusar, menimbang-nimbang apakah harus diutarakannya kebingungannya itu kepadaku? “Kamu tahu Mariam kan?” tanyanya kemudian.Aku mengangguk segera.”Memangnya ada apa dengan Mariam,Bang?” aku jadi penasaran.”Entahlah, ada apa dengan Mariam, dia perempuan tercantik yang pernah kukenal namun seperti ada sebuah misteri padanya yang  membuat abang tak semudah itu mendapatkannya.Apa kamu tahu, apa rahasia yang ada pada diri Mariam? Kamu juga perempuan kan,siapa tahu kamu tahu sesuatu tentang dia!” jawab Bang Samiri setengah berbisik.Kuhela nafasku dan menghempaskannya segera.”Mariam yang kutahu adalah perempuan yang tahu persis apa yang diinginkannya.Jika dia ingin, dia akan mengejarnya sampai dapat.Jika dia tidak ingin, dia akan menolaknya dengan bijaksana.Sampai-sampai orang-orang disekitarnya memahami apa yang diinginkan dan yang tidak diinginkannya.Apa abang bermaksud mendekatinya?” kuihat Bang Samiri menatap nanar seperti memikirkan sesuatu.Kemudian terdengar suara lirihnya ‘Aku harus dapat menaklukkannya!’
                                                                                *****

PEREMPUAN YANG MEMUSINGKAN & MENJENGKELKAN
Cianjur, 09 Juni 2009

                Kasihan Lukas! Katanya baru punya pacar tercantik disekolahnya.Maklum perempuan cantik, selalu banyak gaya yang ingin ditampilkan dihadapannya.Kemarin Lukas cerita bahwa dia bangga sudah menaklukkan perempuan itu.Tapi kemudian, aku lihat dia seperti merenung sambil berjalan disamping pacar barunya.Sementara pacarnya bicara terus menerus tanpa titik dan koma.Lukas mendengarkan perkataan pacarnya dengan tatapan kosong.Ada apa dengan Lukas? Bukankah kemarin dia bangga dengan pacar barunya? Memang cantik sih, tapi ada yang aneh pada diri Lukas! Koq, seperti kurang menikmati masa-masa pacarannya.Tapi sudahlah, itu urusannya.Aku tidak boleh iktu campur!
                Kasihan Lukas! Sore hari menjelang maghrib, aku bertemu Lukas dalam keadaan kusut masam.Rasa ibaku menuntutku untuk menanyakan keadaannya.Lukas memintaku duduk disebelahnya.”Kamu mau cerita apa, Lukas? Koq, seperti kacau begitu?” tanyaku.Lukas mengangguk. “Kamu benar, aku merasa pusing setelah mengenal pacar baruku itu lebih dekat! Tadinya aku bangga sudah berhasil menaklukkan hatinya, sekarang aku baru tahu pacar-pacarnya yang terdahulu pun tak dapat bertahan lama menjalin hubungan dengannya!” Lukas memandang danau didepan kami.”Memangnya kenapa?” tanyaku sambil menatap kedua bola matanya “Pacar baruku itu bicaranya minta ampun, kamu tahu kan, kalau pacaran suka ingin bicara halus,tenang dan menyenangkan.Dia malah sebaliknya! Aku dijadikan sasaran kemarahan, tempat curhat dan menjadi setengah pelayannya.Coba kamu pikir, apa itu bukannya yang disebut perempuan yang memusingkan dan menjengkelkan? Apakah aku harus terus bertahan? Entahlah…..”
                                                                                *****

MISS KOMUNIKASI
Cianjur, 10 Juni 2009

                Aku tidak tahu, apa yang terjadi padamu? Kau tiba-tiba berubah dingin, seperti enggan bicara denganku.Padahal selama ini tak pernah ada persoalan serius antara kita.Kita teman dekat memang suka bertengkar.Namun itu bukan alasan bagi kita untuk saling menyakiti atau tersakiti.Kali ini, kau lain dari biasanya.Aku hanya menatap dingin ketika kau datang dan duduk disebelahku tanpa berkata-kata.Aku coba bicara padamu, sikapmu menunjukkan enggan menjawab pertanyaanku!
                Aku tidak tahu, apa yang terjadi padamu? Jika kau punya persoalan, biasanya kau bicara denganku.Jika kau merasa marah,jengkel,sebal atau tersakiti, kau bicarakan padaku sebagaimana adanya.Itu membuatku merasa nyaman didekatmu.Dengan demikian, aku bisa mengendalikan sikapku dari celetukanmu yang menyakitkan tetapi menyehatkan prilakuku.Dan aku merasa tidak keberatan dengan caramu mengoreksiku sedemikian itu.Percayalah, aku tidak marah!
                Aku tidak tahu, apa yang terjadi padamu? Kau sudah mendapat informasi apa tentang aku dan dari mana? Siapa orang yang sudah membuatmu berubah jadi dingin dan merusak hubungan persahabatan kita? Seandainya, kau tidak langsung percaya pada informasi yang kau terima atau yang diperlihatkannya kepadamu.Sayang, kau langsung menerimanya bulat-bulat!
                                                                                *****

MANAGEMENT AMARAH
Cianjur, 10 Juni 2009

                Kenapa ya, kalau aku sedang merasa marah pada sesuatu atau seseorang, aku jadi tak mau bicara atau bertemu orang-orang.Jika dipaksakan pun akan menunjukkan sikap yang kurang menyenangkan.Pada akhirnya timbul masalah baru! Lagi pula, bawaan perasaan marah memang selalu kurang menyenangkan.Raut muka tak bersahabat, pandangan tajam, mulut bicara kasar dan tidak pada tempatnya.Tangan dan kaki inginnya melempar atau menendang apa saja yang paling dekat dariku.
                Kenapa ya, kalau aku merasa marah, aku tidak dapat menguasai perasaanku.Aku terbawa emosiku sendiri.Pada puncaknya menangis.Apakah mengatasi amarah harus dengan hanya melewatinya saja tanpa ada penyelesaian dari marah itu sendiri? Rosulullah saw pernah bersabda: “ Jika kalian marah jangan terlalu lama.Maksimal tiga hari!” Butuh waktu cukup lama untuk membuktikan teori ini.Pada akhirnya, kesimpulanku adalah aku harus mampu mengelola amarah dengan tepat atau energy itu akan menjadi bumerang dalam kehidupanku dan membawaku kepada kehancuran!
                                                                                *****


MENANGKIS KETERSINGGUNGAN
Cianjur, 10 Juni 2009

                Kuharap, apa pun yang terucap dan kulakukan, tidak langsung diambil kesimpulan.Bahwa aku sengaja melakukan atau mengatakan itu untuk menyakitimu.Kuharap, kau mau sedikit menahan perasaanmu agar tidak langsung terbawa emosi spontan.Sepertinya itu lebih baik, sebab jika kau langsung mengikuti emosi karena tersinggung, kau akan cepat naik pitam.Denyut jantung lebih cepat, aliran darah tidak teratur.Yang menurut dokter itu tidak sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan emosimu.
                Kuharap, apa pun yang dikatakan dan dilakukan baik aku maupun orang lain, kau tidak lantas merasa jengkel.Jika kau menghadapi situasi ini, ada 4 langkah yang harus dilakukan (menurut Daniel Goleman dalam bukunya Primar Leadership) Pertama: Mundur-dengarkan,jangan cepat mengambil kesimpulan.Kedua: Biarkan orang lain berbicara.Ketiga: Dapatkan objektivitas-tanyakan pada diri sendiri, apakah alasan kuat untuk bereaksi seperti itu? Atau apakah aku terlalu cepat mengambil kesimpulan? Dan yang keempat: Tanyakan pertanyaan yang bisa menjelaskan bukan pertanyaan yang kedengarannya menghakimi.Selamat mencoba ya, semoga terbantu!
                                                                                *****

AKU DAN KERETA API JURUSAN BOGOR – JAKARTA
Cianjur, 17 Juni 2009

                Waktu itu, aku hendak ke pasar Senen,bermaksud membeli beberapa buku cerita detektif terbitan lama.Dari Cianjur, aku turun di Bogor dilanjutkan dengan naik kereta api menuju stasiun Gondangdia.Tiba di stasiun Bogor, tempat pertama aku harus beli karcis, orang-orang sudah memenuhi areanya.Ada yang baru turun,ada pula yang seperti aku, baru membeli karcis dan mencari kereta yang akan berangkat lebih dulu.
                Dengan rasa percaya diri yang tinggi,kutanya seorang Bapak: “Pak, kereta ini menuju kemana?” dengan sigap si Bapak menjawab:”Menuju Jakarta-Kota!” sembari menoleh kearahku sekedarnya saja.Berarti,aku menaiki gerbong yang tepat.Apalagi, seorang Ibu menambahkan “Benar,Dik, ini kereta menuju Jakarta-Kota, kalau kereta yang disebelah agak lama berangkatnya!” katanya.Maka sempurnalah keyakinanku, bahwa aku menaiki kereta yang tepat.Kereta hendak berangkat,sambil menunggu aku berjalan disepanjang lorong kereta, siapa tahu ada tempat duduk yang kosong untukku.Rupanya, semua tempat duduk sudah terisi penumpang,tinggallah aku berdiri tepat didepan seorang pemuda.Entah karena apa, tiba-tiba pemuda itu berdiri dan memberikan tempat duduknya kepadaku.Lalu berjalan meninggalkanku yang  mengucapan ‘Terimakasih’
                Alhamdulillah, aku mendapatkan tempat duduk! Sampai beberapa stasiun, aku menikmati perjalananku.Sayang,tidak lama kemudian datang dua orang menagih karcis.Dia menanyakan karcisku.Aku menyodorkannya dengan acuh tak acuh.Penagih karcis itu tercengang.”Bu, Ibu salah naik kereta.Ini kereta ekonomi-AC harganya Rp.5.500,karcis Ibu yang ekonomi-biasa Rp.2500.Baiknya Ibu turun distasiun depan saja atau Ibu menambah uang Rp.10.000!” katanya.Untunglah penagih karcis itu masih santun padaku.Sebab,aku pernah mendengar kabar bahwa jika penumpang tidak membayar karcis sesuai harga yang berlaku maka akan ditendang ditempat!
                                                                                *****

MENYIKAPI RASA BOSAN
Cianjur, 17 Juni 2009

                Mungkin ada baiknya juga aku melepaskan semua tugas-tugas rutinku selama sepekan ini,beberapa saat saja.Kuputuskan untuk melakukan perjalanan keluar kota.Bukan tugas dinas sih! Jadi, perjalanan ini kubuat senyaman dan sesantai mungkin.Aku ingin menikmati setiap jengkal perjalanan dan apa saja yang terjadi pada saat itu sepanjang perjalananku.Panca indraku dengan sigap,siap merekam semuanya tanpa sensor.Jika suatu saat nanti, kubutuhkan sebagai bahan tulisan catatan harianku yang kemudian kuanalisa manfaatnya bagiku.Biasanya akan muncul kalimat-kalimat kunci yang dapat membuka pikiranku menemukan suatu petunjuk tertentu atau pemikiran baru!
                Aku masih duduk dibangku dalam angkutan umum.Aku masih ingin menikmati setiap jengkal perjalananku.Semua yang menjadi beban pikiranku selama ini, kusimpan dulu.Biarlah itu menjadi milik ruang kamar tidurku,yang tak perlu kubawa dalam perjalananku.Dan ternyata benar! Rasa bosan yang kualami sepekan ini.Yang rasanya mulai meledak-ledak ingin dikeluarkan,mulai mengalir bersama perjalananku dan suasana baru yang membuat pikiranku lebih segar.Aku bertemu dengan orang asing yang tak kukenal.Aku bicara dengan mereka seperti yang mereka pikirkan.Aku juga bergerak menuju tempat yang baru,dimana tempat tidur,kasur kapuk,bantal guling,serta buku-buku dikamarku kulupakan sejenak.
                Mungkin ada baiknya juga, aku melepaskan semua kegiatan rutinku selama sepekan ini, beberapa saat saja.Untuk melepaskan kepenatan yang membosankan.Yang hentakkannya ingin segera dikeluarkan.Dan aku melakukannya!
                                                                                *****

JIKA AKU MENYESAL
Cianjur, 17 Juni 2009

                Kalau aku menyesal,pernah melakukan kesalahan, memangnya kau mau apa? Kalau kesalahan-kesalahan yang kubuat itu sengaja atau  tidak dengan kesengajaanku, kau mau apa? Kau seperti tak acuh dengan pengakuanku ini.Aku harus bilang apa? Harus berbuat apa lagi untuk meyakinkanmu bahwa aku benar-benar menyesal untuk semua kesalahanku ini.Yang tidak sedikit telah merugikan kebahagiaan yang seharusnya kunikmati sedari dulu! Aku benar-benar menyesal telah membuatmu sedih.Jika aku ingin marah,atau merasa kesal terhadap keadaan yang tak menyenangkan hatiku.Aku ingin memuntahkan semua kemarahanku yang kau anggap merupakan kesalahan yang tak termaafkan!
                Baiklah, aku sudah mengakui, semua kesalahan ini adalah kemarahanku yang tak terkendalikan.Tadinya harapanku agar kau mau sedikit peduli.Namun kau sama saja seperti sebelumnya.Jadi, apa yang kudapatkan dari semua kemarahku ini? Kuharap kau mau lebih peduli bahwa aku benar-benar menyesalinya.Tahukah kau?
                                                                                *****


PROTES
Cianjur, 17 Juni 2009

                Aku tahu,aku tahu apa yang kau rasakan saat ini adalah seperti sedang kebakaran jenggot.Kau merasa gerah atau mungkin terbakar melihat apa yang sedang kupikirkan atau kulakukan.Aku tidak bisa berbuat apa-apa ketika kau berdiri lalu berjalan hilir mudik, sambil mengeluarkan sumpah serapah terhadap kenyataan ini.Sebuah kenyataan yang diberikah hidup  kepadamu saat ini.Tak ada kataku yang bisa kau cerna dengan baik.Rasanya kalimat-kalimat bijakku,tak mampu menyerap kedalam pikiranmu yang sedang terbakar perasaan.Kukira,aku sudah bersikap bijak,bersedia mendengar semua kemarahanmu,kesedihanmu atau segala sesuatu yang kau anggap menyusahkanmu.
                Aku tahu, aku tahu apa yang kau rasakan saat ini adalah sebuah kebiasaan buruk yang kulihat kau enggan menghilangkan kebiasaan ini.Sebuah kebiasaan yang biasa dilakukan oleh anak kecil yang belum baligh.Kebiasaan cepat mengambil tindakan sebelum mencerna terlebih dahulu apa yang berkecamuk dalam perasaanmu atau yang terlintas dalam pikiranmu.Pada saatnya,aku merasa bosan dan jengkel harus mendengar semua kemarahanmu.Toh, aku bukan bak sampah yang tiap hari harus menampung kemarahan dan kesedihanmu!
                                                                                *****

AKU CEMBURU
Cianjur, 17 Juni 2009

                Yang ingin kusampaikan kepadamu, terlalu bersifat pribadi.Aku khawatir kau menangkap maksudku tak seperti yang kumaksudkan.Maksudku, kau cepat mengambil kesimpulan dan langsung mengambil tindakan yang dapat menghentikan angan-anganku.Jujur saja, sekian lama kuperhatikan, kau seperti ingin mendekatiku tapi tiba-tiba kau seperti berubah pikiran, ingin menjauhiku tanpa kenal kasihan.Aku dibiarkan seorang diri sambil bertanya-tanya ‘apa yang terjadi padamu?’ Kau pergi dariku lalu menggandeng seorang perempuan didepanku tanpa rasa bersalah.Kau tertawa-tawa bersama perempuan itu sesekali melirik kearahku yang sedang membaca pikiranmu!
                Yang ingin kusampaikan kepadamu, terlalu sensitive untuk kubicarakan secara terbuka.Yang kutahu, sekali-kali kau beri aku harapan yang karenanya aku sanggup bertahan menghadapi apa pun yang terjadi.Melihat perempuan-perempuan yang tiap hari datang dari bermacam-macam gaya.Aku hanya dapat menahan perasaan dan menelan ludah untuk apa yang kulihat setiap hari yang terjadi padamu.Lalu entah punya rasa atau tidak, kau berjalan didepanku layaknya seorang Boss yang menguasai kehidupanku.Aku ingin menyampaikan isi perasaan ini, tapi keangkuhanmu membuatku mengundurkan niatku!
                Sepertinya kau tak ingin memberiku kesempatan.Tapi jika sedang ingin,kau menghampiriku tanpa merasa bersalah atau rasa sungkan.Jangankan kata maaf, membicarakan dengan siapa kau tadi pun tak kudengar sedikit pun.Ketahuilah, aku cemburu jika kau sedang bersamanya!
                                                                                *****