Selasa, 12 Januari 2016

Catatan Harian 2 Linda Al-Husna



PUBLIK PIGUR
Cianjur, 28 Juni 2009

                Siapa yang tidak kenal Vinolia? Gadis cantik, muda dan berbakat itu kini telah berubah gaya hidupnya.Vino, begitu panggilan akrabnya, sejak kecil telah mengasah kemampuannya dalam tarik suara.Meskipun sedikit demi sedikit, kemampuannya itu perlahan tergali dan terkembang dengan sendirinya.Membuat Vinolia tiba pada tahap diketahui public.Bahwa Vinolia adalah seorang penyanyi. Publik jadi tahu, seorang penyanyi bernama Vinolia sering muncul di majalah,televise atau media massa lainnya.Kemudain public jadi ingin tahu tentang kehidupan Vinolia.Vino adalah orang yang beruntung memiliki orang tua yang segera menyalurkan bakat dan kemampuannya.Hingga diusianya yang masih relative muda, nama Vinolia sudah melambung, mengangkasa.Tidak seperti namaku, yang tidak terlalu terkenal!
                Siapa yang tidak kenal Vinolia? Gadis cantik, muda dan berbakat itu kini menikmati waktunya dengan berkarya dan berkarya.Sementara itu, public jadi ingin tahu perkembangan keseharian hidup Vinolia.Dari bangun tidur sampai menjelang tidur.Dan para pemburu berita mengklaim diri demi memuaskan rasa ingin tahu public selalu menunggu berita terbaru darinya.Vinolia, selebritis muda, gaya hidupnya telah berubah.Merasa harus selalu diketahui public Vino harus selalu menjaga sikap, menjaga lisan, menjaga image diri.Aku tidak tahu, apakah Vinolia suka atau tidak dengan kenyataan baru yang harus dijalaninya??? Entahlah….
                                                                                *****

HIDUP BERKARYA
Cianjur, 28 Juni 2009

                Aku pernah, tiba-tiba merasa iri kepada seseorang dengan keterbatasan pisik tapi dia mampu melahirkan karya seni yang banyak.Yang sebelumnya tidak pernah terpikir olehku bagaimana cara mengisi waktu dengan baik.Aku dengan kesempurnaan tubuhku belum banyak menghasilkan karya yang baik.Aku lebih sering memboroskan waktu dengan kegiatan yang sia-sia dan melewatkan kesempatan begitu saja.Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan orang ini.Yang memecut otakku untuk merubah cara berpikirku selama ini.Maka, sama seperti orang ini, aku memulai menorehkan karya-karyaku dengan segala keterbatasan.Dan aku bahagia, aku sudah berani memulainya!
                                                                                *****

HIDUP MISKIN = SUSAH?
Cianjur, 28 Juni 2009

                Siapa bilang miskin itu susah? Kukira itu hanya cara pandang kita saja yang sempit.Ditinjau dari segi apa kita merasa miskin, materi atau immateri? Aku yang terlahir kedunia ini dengan kehidupan seadanya-tidak kurang tetapi juga tidak lebih-melihat kemiskinan bukan sesuatu yang harus disesali.Memang sebelumnya pernah berpikir dan merasakan seperti itu.Ketika aku sedang mengalami kesempitan,banyak masalah dan banyak keinginan.Akhirnya, aku berkeluh kesah, panjang angan-angan dan menyesali taqdir.Tapi, jika dipikirkan kembali, kebutuhan priperku dalam sehari itu terpenuhi.Hanya letupan-letupan pikiran dan perasaannya saja yang membuatku menjadi tidak sabar.
”Miskin itu bukanlah kekurangan harta, tetapi lebih merupakan keinginan yang berlebihan!”(Plato).”Kekayaan adalah sesuatu tanpa itu kita bisa hidup”(John Roger & Peter Mc Williams).”Meyakinkan diri sendiri bahwa anda bisa memenuhi kebutuhan dasar hidup akan memicu kepercayaan diri dan mempermudah memulai mewujudkan kehidupan yang anda inginkan”(Gael Lindenfield).”Ada sesuatu tanggung jawab yang berat untuk menjadikan diri kita yakin seperti apa yang kita inginkan namun betapa kayanya hidup kita bila kita bisa menjalani gagasan itu dan menerapkannya dalam prilaku keberadaan kita setiap hari!”(Stephanie Dowrick).”Menemukan kedalaman kepribadian potensi diri kita adalah cara yang paling cepat untuk membuat hidup kita lebih memuaskan dan penuh makna!”(Gael Lindenfield)
                                                                                *****

BAGIAN DARI SOLUSI
Cianjur, 28 Juni 2009

                Banyak masalah dinegeri ini.Dari masalah besar sampai masalah kecil.Dari masalah prinsip sampai masalah teknis.Sayangnya, kita cukup dibingungkan dengan berseliwerannya lalu lintas masalah yang menjadi tidak beraturan.Siapa bermasalah dengan siapa? Masalahnya apa? Dan apa sebabnya? Terlalu banyak, hingga kita hanya tertegun tidak tahu harus memulai dari mana merapikan lalu lintas masalah ini?
                Aku,kamu, mereka, kita semua terlibat dalam masalah.Baik yang nyata maupun tidak.Baik yang prinsip maupun tidak.Semua terjadi begitu saja berlangsung didepan mata kepala kita.Setiap orang mengaku ingin menjadi bagian dari mengatasi masalah.Target tercapai atau tidak, masalah masih berlangsung mempermainkan pikiran, perasaan dan kebutuhan primer kita!
                                                                                ****

BERANI MEMULAI
Cianjur, 30 Juni 2009

                Jika aku melihat orang lain dengan segudang kreatifitas, apalagi karya-karyanya itu mampu menginspirasi manusia lainnya.Aku merasa tiba-tiba adrenalinku mendidih dan tertantang.Kira-kira apa karya cipta yang pernah kubuat sepanjang perjalanan hidupku? Aku jadi terpicu untuk mencari tahu bagaimana orang-orang yang telah lebih dulu sukses dengan karya-karyanya memulai karirnya? Barangkali ada sesuatu yang bisa kutiru, setidaknya untuk langkah pertama.Selanjutnya, biar kutentukan sendiri arah dan gaya karya-karyaku.Dari sanalah, aku berani memulai!
                                                                                *****

OPTIMAL
Cianjur, 30 Juni 2009

                Terlalu banyak pekerjaan yang harus kita lakukan sesegera mungkin membuat kita merasa cepat jenuh, depresi dan ingin menghindari.Hal ini tidak baik bagi proses perkembangan kepribadian mau pun pekerjaan kita.Kita jadi tidak peduli dengan apa yang seharusnya kita kerjakan,kemudian memberi pemakluman dengan memanjakan diri secara berlebihan.Baiknya kita ricek kembali bagian-bagian pekerjaan apa yang tengah menumpuk diatas meja belajar kita atau dalam pikiran kita.Toh, itu bukan mie kusut yang tidak bisa diurai.Kita pasti bisa membuatnya terpilah dan memilih pekerjaan mana dulu yang paling mudah yang dapat kita lakukan.Itu akan memudahkan kita pada pilihan pekerjaan berikutnya.Atau mengantarkan kita pada tahap pekerjaan yang lain yang lebih susah.
                Terlalu banyak pekerjaan yang haus kita kerjakan sesegera mungkin dalam waktu singkat tidak akan mampu mendobrak kemampuan kita yang terpendam.Yang membutuhkan cara dan strategi luwes untuk mengasahnya sampai kemampuan itu benar-benar keluar menunjukkan karakter yang sebenarnya.Kerja keras bukan selalu berarti capek.Kerja keras adalah melakukan pekerjaan secara maksimal sesuai kemampuan diri sendiri.Mengasah ketekunan,ketelitian dan kesabaran butuh sedikit waktu untuk mencerna.Kenapa harus buru-buru? Tapi juga tidak menunda-nunda pekerjaan menggantung begitu saja!
                                                                                *****

IMING-IMING HADIAH
Cianjur, 30 Juni 2009

                Aku pernah merasa kecewa.Suatu hari aku membeli sabun mandi.Sesuatu yang kubutuhkan untuk memcuci tubuhku.Seharusnya aku tidak perlu kecewa karena sabun itu sudah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hariku.Namun, kali ini lain ceritanya.Setiap aku nonton acara di televise selalu tampak disela-sela acara, iklan yang mengiming-imingi hadiah tertentu.Meskipun sebelum ada iming-iming hadiah ini, aku sudah menggunakan sabun itu untuk keperluan mandiku.Sejak ditayangkan iklan bahwa didalam sabun mandi ini seharusnya ditemukan sejumlah uang yang cukup untuk membli bakso 10 mangkok .Aku jadi penasaran.Dan dengan rasa ingin tahuku yang besar aku ingin membuktikan benar tidak apa yang dikatakan para pengiklan tersebut.Hasilnya, aku kecewa.Aku tidak menemukan hadiah itu.
                Aku sempat kecewa bukan pada barang yang biasa kugunakan melainkan pada iming-imingnya yang berlebihan.Aku kecewa pada strategi pemasaran yang tawarkan oleh pihak produsen kepada konsumen.Yang ditawarkan bukan dari segi fungsinya atau kwalitas barang melainkan janji-janji kosong yang kukira, tanpa itu pun barang ini akan laku keras sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari kita.
                                                                                *****

KETERGANTUNGAN
Cianjur, 30 Juni 2009

                Betapa tersiksanya hidup kita, jika diusia yang seharusnya disebut ‘dewasa’, masih ketergantungan pada sesuatu atau seseorang.Benar bahwa manusia itu hidup membutuhkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Benar bahwa manusia itu adalah makhluk social yang karenanya jadi saling ketergantungan.Namun jika ketergantungan itu adalah sifat kekanak-kanakan yang yang diabadikan.Kukira, itu merupakan pemborosan waktu dari hari kehari yang tidak mengalami perubahan pola pikir dan pola sikap.Baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain tau lingkungannya.
Tak ubahnya pola piker anak usia balita, jika minta saat ini harus dipenuhi saat ini juga.Hal ini menunjukkan, betapa menjengkelkannya jika kebiasaan masa kanak-kanak yang membosankan ini terbawa sampai masa usia dewasa.Apalagi disebut wilayah matang!
                Ketergantungan itu membuat pola pikir dan  pola sikap kita menjadi sempit.Kita hanya mau melakukan sesuatu seperti yang kita mau/bayangkan.Tanpa ada proses pembelajaran beradaptasi dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya.Stephen R Covey dalam bukunya yang berjudul 7 kebiasaan manusia effektif menyebutkan: “ Seharusnya ada tahapan prilaku yang harus ditempuh manusia yaitu ketergantungan,menjadi proaktif, memulai dengan akhir dalam pikiran, kemenangan pribadi, dahulukan yang utama, kemandirian,berpikir menang-menang, berusaha mengerti lebih dulu baru dimengerti, wujudkan sinergi, kemenangan publik kemudian kesalingketergantungan.Dari rangkaian tahapan ini Covey menyarankan untuk berlatih menguji kemampuan diri dan membutuhkan orang lain untuk membantu menilai sejauh mana kemampuan yang telah kita capai dalam waktu yang sudah ditentukan.Apakah target tercapai atau tidak.Tergantung pada kesetiaanmu menjalankan program ini. “ Selamat mencoba!
                                                                *****