NENEKKU
Cianjur, 29 Juni 2004
“Selamat pagi,Nek!” nenekku sudah duduk diatas
dipannya ketika aku baru bangun dari tidurku hendak mengambil air wudlu.Nenekku
sumringah tanpa menjawab sapaku.Usai sholat,kunaikkan nenek keatas kursi roda
atas permintaannya.Hendak duduk-duduk diteras menyambut pagi yang
cerah.Barangkali ada kebahagiaan tersendiri baginya duduk berjam-jam diteras
rumah.Sampai sehabis ibuku memandikannya pun kembali ketempat ini.Saatnya
nenekku makan dan aku melakukan kesalahan lagi!
Saat aku,ibu dan nenek mau makan, aku meminta sayur
soup yang disediakan bagi nenek.Rupanya nenekku tidak rela didahului olehku.Tiba-tiba
suaranya meninggi,matanya melotot dan bibirnya dimonyongkannya.Aku kaget, tidak
disangka nenek akan semarah itu,hanya gara-gara aku meminta soup
miliknya.Padahal, ibuku sudah memisahkan nasi dan sayur untuknya.Tapi karena
merajuk,nenekku tidak mau makan.Aku minta maaf padanya.Diusianya yang senja
hal-hal sepele menjadi sangat sensitif.Seperti yang terjadi pada nenekku dipagi
ini!
*****
SUATU HARI
Cianjur, 01 Juli 2004
Ternyata,tidak
mudah mewujudkan mimpi menjadi nyata.Seindah-indah mimpi,terlalu jauh untuk
dijangkau.Namun para ahli selalu mengingatkan bahwa kita bias mendapatkan apa
yang kita impikan.Dengan catatan kita harus konsisten dengan apa yang kita
kerjakan.Faktor-faktor apa saja yang bisa mendukung kita menuju mimpi itu akan
menjadi bagian dari modal yang kita butuhkan dalam membangun mimpi dan aku
harus menikmati perjalanannya ini, yang tidak selalu mulus untuk dihadapi dan
dilalui.Aku harus berbesar hati melewati setiap pertikaian yang terjadi.Aku
tidak boleh kalah dan aku tidak boleh menyerah.Dengan begitu suatu hari nanti,
aku dapat menjemput impianku! Insyaallah.
*****