Sabtu, 26 Oktober 2013

Catatan Harian LInda Novlinda 2004

MAAF 
Cianjur, 10 Mei 2004

Ada maaf yang tak terucap ketika kau pergi meninggalkan seribu sesal yang tertimbun disanubariku! Perangaiku kepadamu waktu itu, seperti pisau tajam yang mengoyak-ngoyak segumpal daging segar. Kau yang perkasa, kau yang jantan, kau yang gagah pun terluka karenaku.
Aku dengan perangaiku yang buruk padamu, kini menangisi kepergianmu. Kenapa tangisku tak mau berhenti setiap mendengar namamu? Yang dengannya gairahku jadi membara, harapanku membuncah. Adakah peluang bagiku untuk kau maafkan? Sungguh, aku rela, aku bersedia memperbaiki perangaiku. Asal kau jangan terluka! Itu pintaku!
*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar