PAK TUA DENGAN SAMPAH-SAMPAH
Cianjur, 04 Juni 2004
“Selamat pagi,Neng! Koq, baru kelihatan? Bapak kira
Neng sudah berangkat kerja?” Begitulah sapaan pak tua yang sibuk membereskan
sampah-sampah didekat rumahku.Setiap pagi, pak tua merapikan botol-botol
plastic,dus-dus yang sudah tidak terpakai dan palstik-plastik yang masih
utuh.Semuanya untuk dijual.Sapaan pak tua membuat aku berpikir bahwa kita tidak
boleh meremehkan profesinya.Pak tua punya hati,punya akal dan
kehidupannya.Hanya nasib saja yang mengharuskan dia melakukan pekerjaan itu!
Tapi siapa sangka, perolehan pak tua lumayan
juga.Sekurang-kurangnya Rp.10.000 setiap hari dikantonginya hasil dari menjual
sampah-sampah itu.kalau mau jujur,penghasilan pak tua lebih besar dari
penghasilanku.Hanya saja aku terlalu gengsi untuk bergelut dengan sampah-sampah
itu.Kadang pak tua beroprasi hingga larut malam.Pada saat pusat-pusat
perbelanjaan tutup,pasar-pasar sudah sepi pak tua mencari sisa-sisa kardus atau
plastic disana.Wah, betapa gigihnya pak tua,tidak seperti aku yang pemalas ini!
*****

Tidak ada komentar:
Posting Komentar