EGOKU
Cianjur, 27 Juni 2004
Sudah berapa kali aku berhadapan dengan orang yang
menyatakan jengkel pada sikapku secara terbuka dan terang-terangan.aku hanya
dapat menelan ludah mengevaluasi diri sikapku yang mana, yang tanpa
sepengetahuanku sudah membuat beberapa orang merasa dijengkelkan olehku?
Menurut mereka, aku bertindak semaunya, selama itu menyangkut
kepentinganku,selama itulah aku keukeuh melakukannya.Ya, kata mereka aku
terlalu memikirkan diri sendiri.Perkara orang lain terluka atau tidak karena
sikapku? Apa aku pernah mempedulikannya?
Berkali-kali aku melakukan evaluasi, berkali-kali
pula aku melakukan kesalahan yang sama.Kalau kata mba Iie, “peach controlnya
kurang terkendali!” Sedangkan aku tidak boleh menyalahkan bunda yang
mengandungku atau Tuhan yang telah menciptakanku seperti ini.Apa lagi
menyalahkan diri sendiri.Bagaimana aku bisa mempertahankan hidupku kalau melulu
menyalahkan diri sendiri? Belajar terus menerus setiap persoalan,ternyata dapat
membantuku mengeluarkan diri dari kesalahan-kesalahan yang semestinya hal ini
adalah kebiasaan manusia pada umumnya.Hanya siapa yang berhasil keluar dari
lingkarannya?
****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar