Jumat, 06 November 2015

Catatan Harian Linda Al-Husna 2009



HIDUP SEIMBANG
Cianjur, 17 Juni 2009

                Aku ingin hidup ini seimbang.Antara logika, perasaan dan keputusan yang kuambil yang terwujud dalam apa yang kulakukan.Aku sedang mencarinya.Apa saja sebab-sebab kehancuran hidup manusia.Atau setidaknya segala sesuatu yang menggiring manusia kedalam kehancuran.Aku sedang mencari disetiap tempat yang kukunjungi.Butuh kesabaran yang tak terhingga, butuh waktu untuk menunggu peristiwa-peristiwa yang bermunculan begitu saja.Yang dapat membawa pemahamanku pada titik tertentu.Dimana aku menguasai dan mengambil kesimpulan lebih baik dari sebelumnya.Ya, ternyata, peristiwa itu terjadi berputar-putar dan berulang-ulang dalam jarak waktu yang sangat lama untuk dapat menarik benang merah dari setiap peristiwa.
                Aku ingin hidup ini seimbang.Antara yang bersifat materi dan immateri.Saat ini, seperti sedang digiring menuju sebuah sikap angkuh, takabur, cepat puas dengan pekerjaan positif yang sedikit dan prustasi jika tersakiti,apa pun alasannya.Aku seorang manusia yang sedang mencari format tepat untuk menyikapi hasungan yang tertembus kedalam dadaku atau kedalam dada manusia lainnya.Jika kutemukan, aku tidak keberatan untuk berbagi menghadapi kebuntuan yang membosankan.Untuk itu, aku akan berjalan kesegala tempat demi mempertahankan keseimbanganku dalam hidup ini.Kuharap, kau tidak mencegah niat baikku ini!
                                                                                *****

TARGET
Cianjur, 18 Juni 2009

                Ada orang yang dalam hidupnya selalu bersandar pada target yang ingin dicapai dalam hidupnya.Ada juga yang tidak peduli.Hidup dijalaninya seperti air mengalir.Target menjadi sesuatu yang tak berarti.Aku tidak tahu, aku termasuk jenis yang mana.Sebab, aku menyikapi hidup ini biasa-biasa saja.Tidak ada yang aneh.Dibilang serius, santai juga! Dibilang santai, aku harus menaklukkan kebiasaan positif tiap harinya.Apa pun itu! Sekecil apa pun! Mungkin aku termasuk dalam kategori orang yang bersandar pada target,namun target dibuat bukan sesuatu beban yang harus dilakukan sesegera mungkin.Target dibuat sederhana dalam jangka waktu yang lama, yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan.Bukankah kebutuhan itu ada yang penting dan mendesak? Serta ada pula yang penting tapi tidak mendesak?
                Dulu, aku pernah mencoba membuat sebuah program harian, mingguan,bulanan bahkan tahunan.Kutuliskan, apa saja yang harus kulakukan dalam setiap hari,setiap minggu, setiap bulan sampai jangka satu tahun.Kucoba untuk mendisiplinkan diri.Namun hasilnya tidak terlalu membantu.Aku merasa menjadi robot yan harus melakukan apa yang kutulis sendiri,beberapa program dalam waktu yang singkat! Sekali dua kali indisipliner,aku memaafkan diriku sendiri.Berkali-kali aku melakukan indisipliner,aku menyerah.Aku merasa tidak mampu melakukan beberapa program.Kurasa aku butuh sedikit waktu untuk mencerna program yang kubuat sendiri sampai aku merasa benar-benar yakin bahwa satu program telah kulakukan sampai kedetil-detilnya.Dan aku sudah merasa mampu melakukannya!
                                                                                *****

MENGHADAPI TANTANGAN
Cianjur, 18 Juni 2009

                Pernah main kepinggir laut atau kearung jeram? Apa yang terlintas dalam pikiranku ketika kau berada disana? Jika tidak terlintasa apa pun selain hanya bersenang-senang.Sayang, kau sudah menyia-nyiakan sebuah kesempatan untuk mendapatkan pencerahan baru dalam hidupmu! Ketika kau berdiri dibibir pantai, diujung sana kau lihat sebuah pulau yang kata orang cukup indah untuk dikunjungi.Dan kau terpikat untuk mengunjunginya,sekaligus menguji keberanianmu untuk sampai disana.
                Secara tidak langsung kau harus memikirkan, apa saja yang harus kau siapkan? Tahap-tahap apa saja yang harus kau tapaki agar sampai ketujuan.Kau akan dihadapkan pasa sebuah tantangan,sanggupkah kau menghadapinya? Jika kau langsung melihat pada betapa jauhnya jarak antara tempat kau berdiri dan pulau yang ingin kau singgahi.Hatimu akan segera menciut sebab yang kau bayangkan adalah betapa melelahkannya perjalanan menuju pulau impianmu itu.Kau akan pesimis dan putus asa.Sampai kau merasa tak yakin, apa kau ingin melanjutkan perjalananmu atau tidak.Harapan akan kandas sebelum dimulai!
                Menghadapi tantangan bisa dibilang gampang-gampang susah.Kau harus mempersiapkan dirimu (pikiran, perasaan,waktu,tenaga dan materi yang akan mendukung kesiapannya) Sebab dalam mengarungi sebuah perjalanan, tantangan itu akan menghampirimu secara tiba-tiba.Jika kau tidak siap dengan pukulannya, kau akan terjatuh yang kejatuhannya sangat menyakitkan! Sebelum itu terjadi, baiknya kau persiapkan apa saja harapanmu dan sesuaikan dengan kemampuanmu.Bersiaplah bertahan menghadapi tantangan!
                                                                                *****

BUTA MATA DAN HATI
Cianjur, 18 Juni 2009

                Waktu itu pagi-pagi, aku sedang berjalan dijalan setapak.Jauh didepanku seorang lelaki tua berjalan dengan sebatang tongkat dikedua tangannya.Tongkat itu digerak-gerakkannya kekiri dan kekanan.Terakhir baru aku tahu bahwa lelaki itu buta mata.Tidak dapat melihat sesuatu dengan kedua matanya.Untuk berjalan saja ia harus dibantu sebatang tongkat.Sesekali lelaki tua itu berdiri sejenak menyesuaikan pegangan tongkatnya.Aku berjalan mendekatinya.Tanpa sepatah kata pun kulalui lelaki tua yang seperti sedang kebingungan.Entah apa yang sedang dibingungkannya.Hal itu tidak membuatku ingin menanyakannya!
                Aku terus berjalan, bayangan lelaki tua itu terus melekat dalam ingatanku.Apa? Ada apa dengan lelaki tua itu? Pelajaran apa yang bisa kuambil dari pandangan sekilas yang baru saja kutangkap? Sambil berjalan otakku berputar mencari-cari makna dibalik kejadian kecil yang baru saja kualami.Kemudian muncul dalam pikiranku sebuah pernyataan ‘Betapa susahnya berjalan jika kita tidak dapat melihat.Kita mau kemana, sedang dimana bahkan dari mana kita berangkat,kita tidak tahu!’
                Betapa susahnya hidup, jika kita tidak tahu cara menyikapi hidup dengan tepat.Seperti lelaki tua tadi.Kita akanterlihat kebingungan atau bahkan putus asa.Aku jadi ingat sebuah syair: ‘Buta hati lebih berbahaya,buta mata tidak nampak dunia,buta hati tidak nampak kebenaran, buta hati ditipu nafsu dan syetan!’
                                                                                *****

PERBUATAN MENYENANGKAN
Cianjur, 18 Juni 2009

                Pukul 12.00 jam didindingku berbunyi.Saatnya makan siang.Tapi aku tidak melihat sesuatu yang bisa kumakan dimeja makanku didapur yang mungil.Kutanya ibu ‘mau makan apa sekarang?’ Ada nasi tapi tak ada lauknya.Dari kamarnya ibu menjawab ‘Beli gado-gado saja!’ teriaknya.Kuhampiri ibu sambil memungut uang 2 lembar ribuan.aku bergegas menuju warung Ceu Mumun, seorang penjual gado-gado yang tak jauh dari rumahku.Tiba disana, ternyata pembeli masih antri.Aku pun harus ikut antri! Sambil meramu membuat gado-gadonya untuk pembeli.Ceu Mumun cerita ini dan itu, sesuatu yang membuat para pembeli tak merasa bosan.Sesekali aku menimpali, tapi tak terlalu.Aku lebih suka menyimak apa saja yang sedang mereka bicarakan.Pembeli pertama usai, sekarang Ceu Mumun mempersiapkan bahan-bahan berikutnya.Aku perhatikan dengan seksama!
                Pertama masukkan garam,gula,cabe dan kacang tanah yang sudah digoreng lalu direkuh sampai halus kemudian masukkan sayur mayur kedalam bumbu kacang tadi lalu diaduk sampai rata.Kuperhatikan Ceu Mumun seperti menjiwai pekerjaannya.Tak ada keluhan, atau kalimat-kalimat yang kurang menyenangkan.Aku jadi berpikir, jika pekerjaan dilakukan dengan hati bersih dan ikhlas hasilnya akan menyenangkan.Meskipun menggunakan bahan-bahan sederhana.Menggunakannya/memakannya pun jadi menyenangkan!
                                                                                *****

MENIKMATI HIDUP
Cianjur, 18 Juni 2009

                Aku tidak tahu, apa yang membuatku menikmati setiap detik yang berlalu, perlahan-lahan bergerak meninggalkan detik yang lainnya.Begitu dan begitu berjalan berulang-ulang.Aku tidak tahu, apa yang membuatku tidak berontak pada kenyataan yang kualami saat ini.Sebuah kenyataan yang 10-tahun yang lalu adalah kenyataan yang membosankan.Tapi saat ini tidak! Aku malah menikmati setiap hembusan kebosanan yang muncul dalam perasaan.Begitu dan begitu berulang-ulang, aku tidak tahu!
                Tanpa kusadari dari semula tiba-tiba aku merasa memiliki kekuatan untuk  memilih, memilah dan mengarahkan hembusan-hembusan yang bergumul dalam pikiran dan perasaanku.Dan aku cukup sibuk menatanya.Biarlah demikian!
                                                                                *****

HUTAN GAUL
Cianjur, 18 Juni 2009

                Sebenarnya, apa yang membuatmu sangat bersemangat memintaku untuk menemanimu ketempat itu? Sebuah tempat yang dianggap orang tempat mencari kesenangan.Ngobrol,minum-minum,makan-makan sambil diiringi alunan music.Apa itu membuatmu bisa mendapatkan kesenangan? Yang menurutmu kita bisa mendapatkan teman kencan, walau pun sesaat! Sebelumnya aku minta maaf, jika aku terlalu sulit untuk kau bawa kesana, sebuah tempat dimana nilai-nilai positif ditanggalkan.Bahkan aku sendiri bertanya: ‘Apa kau yakin, kau bersenang-senang ditempat itu? Tempat yang bising dan kehilangan kesadaran?’
                Aku, dengan kesadaran tertinggiku, merasa tidak yakin jika itu dianggap tempat bersenang-senang.Yang menurutmu tempat menghilangkan kepenantan dan stress.Kukira, aku sudah menemukan cara yang lain untuk menyenangkan diri sendiri.Untuk menghilangkan kepenantan dan stress yang kau maksud tanpa harus mendatangi tempat itu.
                Pun, jika aku harus mendatangi tempat itu, pasti aku punya tujuan.Ingin mengembalikan kesadaran mereka atau mengenalkan sesuatu.Dengan kesadaran tertinggiku, aku bermaksud membagi jalan keluar dari rasa bosan yang memuakkan!
                                                                                *****

KEKUATAN MAGIC
Cianjur, 21 juni 2009

                Sejak zaman dulu kala dalam masyarakat kita mengenal istilah kekuatan magic! Suatu kekuatan yang dikendalikan oleh mantra-mantra tertentu, untuk melakukan apa pun yang diinginkan! Setiap mantra memiliki tujuannya masing-masing. Fenomena mantra merupakan bagian dari tradisi nenek moyang kita sampai sekarang.Dengan kemasan yang diperbaharui kekuatan magic ini bermunculan.
                Ada cara yang mudah untuk menangkis mantra-mantra yang tak diinginkan.Yaitu petakan masalah dan pecahkan dengan kesadaran tertinggimu.Sebab dengan begitulah seharusnya kau menjalani hidup.Lalu ikhlas dan tawakal.Bulatkan tekad dan berserah diri kepada Tuhan yang maha kuasa!
                                                                                *****

MENJADI PRIBADI YANG MENYENANGKAN
Cianjur, 21 Juni 2009

                Waktu itu, aku pernah terkesan oleh kepribadian seseorang.Seseorang yang baru kukenal beberapa minggu.Aku tipe orang yang tidak peduli pada sifat dan kebiasaan orang lain.Tapi kali ini berbeda.Sekali dua kali aku tidak punya pikiran apa pun tentang orang itu.Baru setelah beberapa kali aku bicara panjang lebar dan mengamati gerak-geriknya-tentu saja tanpa sepengetahuan orang itu.Aku dapat mengambil kesimpulan tentang orang itu.Tentang bagaimana cara ia bicara, menyapa atau menebar senyum? Yang kata orang itulah daya pikatnya.Awalnya aku tidak percaya dengan pernyataan ini.Setelah kudekati orang itu dan bicara dari hati kehati.Ya, memang benar apa yang dikatakan orang-orang tentang ‘dia’!
                Waktu itu aku jadi berpikir dan menimbang-nimbang.Apa yang membuat aku jadi ketagihan ingin bicara panjang lebar dengannya.Apa yang menarik darinya? Penasaran, kudengarkan perkataan orang-orang lebih seksama.Kubandingkan dengan hasil analisaku.Hasilnya, aku tahu! Sebuah kepribadian yang menyenangkan yang terbias dalam prilakunya sehari-hari.Hal-hal sederhana yang sering kita lupakan.Tersenyum dari hati, menyapa dengan ramah, mendengarkan orang lain bicara dan sesekali bercanda!
                Maka perlukah bagiku, melakukan hal yang sama untuk memiliki kepribadian yang menyenangkan seperti dia?
                                                                                *****

SILAHKAN, ITU BAGIANMU!
Cianjur, 21 Juni 2009

                Pernah kuperhatikan kehidupan seorang anak manusia.Aku melihatnya sebuah kehidupan sempurna yang dimilikinya.Sepanjang hidupnya, kukira belum pernah mendapatkan hambatan yang berarti.Si anak dengan mudah mendapatkan fasilitas hidupnya terus berkembang menjadi manusia dewasa.Sampai-sampai aku melihatnya, membuat hatiku sedikit iri.Betapa mudahnya hidup yang dijalaninya? Betapa senangnya memiliki kehidupan seperti itu? Benar, aku iri, aku ingin memiliki hidup seperti yang dimiliki anak itu.Namun, sebuah pelajaran berharga memberitahuku.Bahwa setiap manusia memiliki garis hidup masing-masing.Semua sudah ada yang mengatur.Jika kita memaksakan diri ingin memiliki kehidupan orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan.Sama artinya kita tidak bersyukur atau mengingkari nikmat yang sudah ditentukan untuk kehidupan kita.Kurenungkan kembali kalimat tersebut.Terus danterus, sampai dalam hati muncul sebuah pernyataan: ‘hei, itu jalan hidupmu! Silahkan saja, itu memang bagianmu dan aku akan menikmati apa yang menjadi bagianku!’
                                                                                *****

MENYIKAPI HAMBATAN
Cianjur, 21 Juni 2009

                Ketika kau menemukan benda, cita-cita atau orang yang kau inginkan, pertama kali apa yang kau pikirkan? Hambatan atau prosedur? Pasti kau harus memikirkannya dengan sungguh-sungguh.Jika kau memang ingin mendapatkannya.Apakah benda, cita-cita atau orang itu layak kau miliki? Pengorbanan apa yang harus kau bayar untuk mendapatkannya? Dari sana kau dapat mengukur kekmampuan dirimu sendiri.
                Menyikapi hambatan, ketika kau akan melewati sebuah jalan yang kau sempat berdiri sejenak, sebab kau tak dapat melanjutkan perjalananmu.Sejatinya,kau memikirkan jalan mana yang harus kau tempuh, adakah jalan piñtas lain yang dengan mudah kau lalui atau kau bersikukuh pada jalan itu? Sampai kau harus menunggu dan yakin hambatan itu suatu waktu akan berlalu meninggalkanmu.Mana yang akan kau lakukan?
                Jika aku berada pada posisi itu.Aku mencari tahu kedua jalan tersebut.Bukankah setiap pilihan mengandung resiko? Dan kita tidak bisa mengelak kecuali bertanggung jawab atas resiko yang kita pilih.Setelah tahu kedua jalan itu, aku putuskan sebuah pilihan.Salah satu jalan yang harus kutempuh.Dengan segenap rasa tanggung jawabku, aku bertahan pada pilihanku!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar