PUBLIK PIGUR
Cianjur, 28
Juni 2009
Siapa yang tidak kenal Vinolia?
Gadis cantik, muda dan berbakat itu kini telah berubah gaya hidupnya.Vino,
begitu panggilan akrabnya, sejak kecil telah mengasah kemampuannya dalam tarik
suara.Meskipun sedikit demi sedikit, kemampuannya itu perlahan tergali dan
terkembang dengan sendirinya.Membuat Vinolia tiba pada tahap diketahui
public.Bahwa Vinolia adalah seorang penyanyi. Publik jadi tahu, seorang
penyanyi bernama Vinolia sering muncul di majalah,televise atau media massa
lainnya.Kemudain public jadi ingin tahu tentang kehidupan Vinolia.Vino adalah
orang yang beruntung memiliki orang tua yang segera menyalurkan bakat dan
kemampuannya.Hingga diusianya yang masih relative muda, nama Vinolia sudah
melambung, mengangkasa.Tidak seperti namaku, yang tidak terlalu terkenal!
Siapa yang tidak kenal Vinolia?
Gadis cantik, muda dan berbakat itu kini menikmati waktunya dengan berkarya dan
berkarya.Sementara itu, public jadi ingin tahu perkembangan keseharian hidup
Vinolia.Dari bangun tidur sampai menjelang tidur.Dan para pemburu berita mengklaim
diri demi memuaskan rasa ingin tahu public selalu menunggu berita terbaru
darinya.Vinolia, selebritis muda, gaya hidupnya telah berubah.Merasa harus
selalu diketahui public Vino harus selalu menjaga sikap, menjaga lisan, menjaga
image diri.Aku tidak tahu, apakah Vinolia suka atau tidak dengan kenyataan baru
yang harus dijalaninya??? Entahlah….
*****
HIDUP BERKARYA
Cianjur, 28
Juni 2009
Aku pernah, tiba-tiba merasa iri
kepada seseorang dengan keterbatasan pisik tapi dia mampu melahirkan karya seni
yang banyak.Yang sebelumnya tidak pernah terpikir olehku bagaimana cara mengisi
waktu dengan baik.Aku dengan kesempurnaan tubuhku belum banyak menghasilkan
karya yang baik.Aku lebih sering memboroskan waktu dengan kegiatan yang sia-sia
dan melewatkan kesempatan begitu saja.Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan
orang ini.Yang memecut otakku untuk merubah cara berpikirku selama ini.Maka,
sama seperti orang ini, aku memulai menorehkan karya-karyaku dengan segala
keterbatasan.Dan aku bahagia, aku sudah berani memulainya!
*****
HIDUP MISKIN = SUSAH?
Cianjur, 28
Juni 2009
Siapa bilang miskin itu susah?
Kukira itu hanya cara pandang kita saja yang sempit.Ditinjau dari segi apa kita
merasa miskin, materi atau immateri? Aku yang terlahir kedunia ini dengan
kehidupan seadanya-tidak kurang tetapi juga tidak lebih-melihat kemiskinan
bukan sesuatu yang harus disesali.Memang sebelumnya pernah berpikir dan
merasakan seperti itu.Ketika aku sedang mengalami kesempitan,banyak masalah dan
banyak keinginan.Akhirnya, aku berkeluh kesah, panjang angan-angan dan
menyesali taqdir.Tapi, jika dipikirkan kembali, kebutuhan priperku dalam sehari
itu terpenuhi.Hanya letupan-letupan pikiran dan perasaannya saja yang membuatku
menjadi tidak sabar.
”Miskin itu bukanlah kekurangan harta, tetapi lebih merupakan
keinginan yang berlebihan!”(Plato).”Kekayaan adalah sesuatu tanpa itu kita bisa
hidup”(John Roger & Peter Mc Williams).”Meyakinkan diri sendiri bahwa anda bisa
memenuhi kebutuhan dasar hidup akan memicu kepercayaan diri dan mempermudah
memulai mewujudkan kehidupan yang anda inginkan”(Gael Lindenfield).”Ada sesuatu
tanggung jawab yang berat untuk menjadikan diri kita yakin seperti apa yang
kita inginkan namun betapa kayanya hidup kita bila kita bisa menjalani gagasan
itu dan menerapkannya dalam prilaku keberadaan kita setiap hari!”(Stephanie
Dowrick).”Menemukan kedalaman kepribadian potensi diri kita adalah cara yang
paling cepat untuk membuat hidup kita lebih memuaskan dan penuh makna!”(Gael
Lindenfield)
*****
BAGIAN DARI SOLUSI
Cianjur, 28
Juni 2009
Banyak masalah dinegeri ini.Dari
masalah besar sampai masalah kecil.Dari masalah prinsip sampai masalah
teknis.Sayangnya, kita cukup dibingungkan dengan berseliwerannya lalu lintas
masalah yang menjadi tidak beraturan.Siapa bermasalah dengan siapa? Masalahnya
apa? Dan apa sebabnya? Terlalu banyak, hingga kita hanya tertegun tidak tahu
harus memulai dari mana merapikan lalu lintas masalah ini?
Aku,kamu, mereka, kita semua
terlibat dalam masalah.Baik yang nyata maupun tidak.Baik yang prinsip maupun
tidak.Semua terjadi begitu saja berlangsung didepan mata kepala kita.Setiap
orang mengaku ingin menjadi bagian dari mengatasi masalah.Target tercapai atau
tidak, masalah masih berlangsung mempermainkan pikiran, perasaan dan kebutuhan
primer kita!
****
BERANI MEMULAI
Cianjur, 30
Juni 2009
Jika aku melihat orang lain
dengan segudang kreatifitas, apalagi karya-karyanya itu mampu menginspirasi
manusia lainnya.Aku merasa tiba-tiba adrenalinku mendidih dan
tertantang.Kira-kira apa karya cipta yang pernah kubuat sepanjang perjalanan
hidupku? Aku jadi terpicu untuk mencari tahu bagaimana orang-orang yang telah
lebih dulu sukses dengan karya-karyanya memulai karirnya? Barangkali ada
sesuatu yang bisa kutiru, setidaknya untuk langkah pertama.Selanjutnya, biar
kutentukan sendiri arah dan gaya karya-karyaku.Dari sanalah, aku berani
memulai!
*****
OPTIMAL
Cianjur, 30
Juni 2009
Terlalu banyak pekerjaan yang
harus kita lakukan sesegera mungkin membuat kita merasa cepat jenuh, depresi
dan ingin menghindari.Hal ini tidak baik bagi proses perkembangan kepribadian
mau pun pekerjaan kita.Kita jadi tidak peduli dengan apa yang seharusnya kita
kerjakan,kemudian memberi pemakluman dengan memanjakan diri secara
berlebihan.Baiknya kita ricek kembali bagian-bagian pekerjaan apa yang tengah
menumpuk diatas meja belajar kita atau dalam pikiran kita.Toh, itu bukan mie
kusut yang tidak bisa diurai.Kita pasti bisa membuatnya terpilah dan memilih
pekerjaan mana dulu yang paling mudah yang dapat kita lakukan.Itu akan
memudahkan kita pada pilihan pekerjaan berikutnya.Atau mengantarkan kita pada
tahap pekerjaan yang lain yang lebih susah.
Terlalu banyak pekerjaan yang
haus kita kerjakan sesegera mungkin dalam waktu singkat tidak akan mampu
mendobrak kemampuan kita yang terpendam.Yang membutuhkan cara dan strategi
luwes untuk mengasahnya sampai kemampuan itu benar-benar keluar menunjukkan
karakter yang sebenarnya.Kerja keras bukan selalu berarti capek.Kerja keras
adalah melakukan pekerjaan secara maksimal sesuai kemampuan diri
sendiri.Mengasah ketekunan,ketelitian dan kesabaran butuh sedikit waktu untuk
mencerna.Kenapa harus buru-buru? Tapi juga tidak menunda-nunda pekerjaan
menggantung begitu saja!
*****
IMING-IMING
HADIAH
Cianjur, 30
Juni 2009
Aku pernah merasa kecewa.Suatu
hari aku membeli sabun mandi.Sesuatu yang kubutuhkan untuk memcuci
tubuhku.Seharusnya aku tidak perlu kecewa karena sabun itu sudah menjadi bagian
dari kebutuhan sehari-hariku.Namun, kali ini lain ceritanya.Setiap aku nonton
acara di televise selalu tampak disela-sela acara, iklan yang mengiming-imingi
hadiah tertentu.Meskipun sebelum ada iming-iming hadiah ini, aku sudah
menggunakan sabun itu untuk keperluan mandiku.Sejak ditayangkan iklan bahwa
didalam sabun mandi ini seharusnya ditemukan sejumlah uang yang cukup untuk
membli bakso 10 mangkok .Aku jadi penasaran.Dan dengan rasa ingin tahuku yang
besar aku ingin membuktikan benar tidak apa yang dikatakan para pengiklan
tersebut.Hasilnya, aku kecewa.Aku tidak menemukan hadiah itu.
Aku sempat kecewa bukan pada
barang yang biasa kugunakan melainkan pada iming-imingnya yang berlebihan.Aku
kecewa pada strategi pemasaran yang tawarkan oleh pihak produsen kepada
konsumen.Yang ditawarkan bukan dari segi fungsinya atau kwalitas barang
melainkan janji-janji kosong yang kukira, tanpa itu pun barang ini akan laku
keras sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari kita.
*****
KETERGANTUNGAN
Cianjur, 30
Juni 2009
Betapa tersiksanya hidup kita,
jika diusia yang seharusnya disebut ‘dewasa’, masih ketergantungan pada sesuatu
atau seseorang.Benar bahwa manusia itu hidup membutuhkan sesuatu untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya.Benar bahwa manusia itu adalah makhluk social yang karenanya
jadi saling ketergantungan.Namun jika ketergantungan itu adalah sifat
kekanak-kanakan yang yang diabadikan.Kukira, itu merupakan pemborosan waktu
dari hari kehari yang tidak mengalami perubahan pola pikir dan pola sikap.Baik
bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain tau lingkungannya.
Tak ubahnya
pola piker anak usia balita, jika minta saat ini harus dipenuhi saat ini
juga.Hal ini menunjukkan, betapa menjengkelkannya jika kebiasaan masa
kanak-kanak yang membosankan ini terbawa sampai masa usia dewasa.Apalagi
disebut wilayah matang!
Ketergantungan itu membuat pola
pikir dan pola sikap kita menjadi
sempit.Kita hanya mau melakukan sesuatu seperti yang kita mau/bayangkan.Tanpa
ada proses pembelajaran beradaptasi dengan orang lain dan lingkungan
sekitarnya.Stephen R Covey dalam bukunya yang berjudul 7 kebiasaan manusia
effektif menyebutkan: “ Seharusnya ada tahapan prilaku yang harus ditempuh
manusia yaitu ketergantungan,menjadi proaktif, memulai dengan akhir dalam
pikiran, kemenangan pribadi, dahulukan yang utama, kemandirian,berpikir
menang-menang, berusaha mengerti lebih dulu baru dimengerti, wujudkan sinergi,
kemenangan publik kemudian kesalingketergantungan.Dari rangkaian tahapan ini
Covey menyarankan untuk berlatih menguji kemampuan diri dan membutuhkan orang
lain untuk membantu menilai sejauh mana kemampuan yang telah kita capai dalam
waktu yang sudah ditentukan.Apakah target tercapai atau tidak.Tergantung pada
kesetiaanmu menjalankan program ini. “ Selamat mencoba!
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar