Minggu, 08 Oktober 2017

Catatan HArian Linda Al-Husna

PERMAINAN
Cianjur, 22  Juli 2009

          Waktu itu sore, aku baru pulang dari suatu tempat.Kulewati tanah lapang, dimana anak-anak barmain layang-layang dengan sepuas-puasnya.Disudut yang lain, beberapa anak bermain kelereng yang dipinggirnya berdiri mengamati pertandingan kedua permainan mereka.Tanpa sengaja, kuperhatikan sekelilingku, anak-anak sedang sibuk dengan mainannya masing-masing.Kuberdiri sejenak menimkati kesibukan mereka yang sangat menyenangkan.Aku tahu, permainan itu sangat menyenangkan.Aku pernah merasakannya, waktu aku seusia mereka.Meski aku perempuan, aku selau terlibat dengan permainan seperti itu karena aku suka! Mungkin suka dengan mencari masalah sekaligus mencari jalan keluarnya! Aku benar-benar menikmati permainannya.Setelah kufahami aturan mainnya, soal menang atau kalah itu mah sudah biasa!
                                                *****

JAKARTA DAN AKSESORI
Cianjur, 18 September 2009

          Setiap aku datang kejakarta, entah mengapa perasaanku selalu dibuat pegal, atau sakit hati.Dari kejauhan, Jakarta seolah kota kemegahan yang setiap orang boleh datang kesana.Bagiku, Jakarta hanya diperuntukkan bagi mereka yang punya kemampuan dibanting-banting demi sesuap nasi.Bagiku Jakarta hanya diperuntukkan bagi mereka yang beruntung punya kesempatan mendapatkan impian yang ditawarkannya.Dari hal terkecil sampai hal terbesar!
                                                *****
LEBARAN DAN KEMENANGAN
Cianjur, 23 September 2009

          Banyak orang mengatakan lebaran adalah hari kemenangan bagi umat Islam seluruh dunia.Hari dimana didapatkan dua kebahagiaan.Yang pertama telah melewati masa-masa sulit menahan lapar,haus, perkataan dan perbuatan.Yang kedua mendapatkan gairah baru,setelah melewatinya.Dengan gairah baru itulah kita dapat melanjutkan kegiatan rutinitas kita seperti biasa.
                                                *****

ARENA PERTANDINGAN
Cianjur, 23 September 2009

          Aku mendengar sebentar lagi akan terjadi pertandingan  besar-besaran.Sebuah pertandingan yang diikuti oleh seluruh kaum muslimin didunia ini.Kecuali orang yang tidak tahu informasi pertandingan ini,anak-anak, orang tua yang lemah dan wanita yang berhalangan atau menyusui.Sebelum pertandingan itu terjadi, udaranya sudah mulai tercium.Udara bulan ramadhan yang penuh berkah.Bulan ramadhan adalah satu bulan dari dua belas bulan yang disediakan Allah swt, untuk mendidik diri, menjadi pribadi manusia seutuhnya.Satu bulan yang dijadikan arena pertandingan tanpa sorak gempita para penonton.Sebuah pertandingan sunyi yang kemenangan atau kekalahannya hanya Allah swt yang tahu.Ukurannya adalah perubahan cara berpikir, cara berprilaku dan semua yang menyertainya.Siapa yang mau turut jadi pesertanya?
                                                *****
KUE LEBARAN
Cianjur, 24 September 2009

          Entah sejak kapan, atau tepatnya dari mana asal mula tradisi menyediakan kue-kue, ketupat dan sayurnya setiap lebaran tiba.Yang jelas, sejak aku lahir, tradisi itu sudah ada.Seperti sesuatu yang wajar dan biasa dilakukan.Aku juga mulai terbiasa dengan tradisi ini.Ketupat lebaran, sayurnya, kue-kue, pakaian baru dan THR.
          Tapi sekarang, setelah bertambah usia, bertambah ilmu bertambah pengalaman, bertambah kekuatan untuk mengarahkan kebiasaan positf dan negative.Usai, bulan ramadhan berakhir, terlintas dalam benakku, ‘Apa yang kudapatkan dari ramadhan kali ini?’ Selain menikmati tradisi yang sudah biasa?
                                                *****
LEBARAN SUNYI
Cianjur, 24 September 2009

          Tiba hari lebaran yang ditunggu-tunggu.Semua sudah siap.Meja makan dan hidangannya, pakaian baru yang akan digunakan untuk sholat Ied dan beberapa rupiah dikantong.Usai sholat, bersiaplah menerima tamu, baik saudara dari jauh atau tetangga terdekat.Setiap tamu ditawarkan hidangan diatas meja.Ada yang menyambut ada juga yang tidak.Tengah hari, matahari sedang berada dipuncak, tamu-tamu mulai meninggalkan rumah.Tinggallah si tuan rumah beserta setumpuk piring-piring dan gelas-gelas kotor yang berserakan ditempat cucian.Kuperhatikan gundukannya, siapa yang harus menyelesaikan semua ini? Tuhan, kenapa lebaran jadi terasa sunyi?
                                                *****

SEPAK BOLA
Cianjur, 16 Oktober 2009

          Aneh, hidup memang aneh! Aku seperti bola yang ditendang oleh dua kesebelasan yang sedang bertanding.Ditendang dari satu orang keorang yang lain.Dari satu kesebelasan kekesebelasan yang lain.Aku melihat mereka bahagia mempermainkan hidupku.Mereka sungguh-sungguh megejarku, sampai didapatkan untuk ditendang, diover ke yang lainnya.Anehnya pula, aku ikut menikmatinya.Seolah-olah aku menyediakan diri untuk itu.Meskipun tersenyum, sedikit getir!
          Giliran penjaga gawang siap menendangku.Melambung memasuki wilayah lawan.Aku dikejar oleh orang-orang untuk digiring, ditendang oleh berpasang-pasang kaki.Pihak lawan tentu tidak membiarkanku memasuki gawang mereka.Mereka juga bertahan, mempertaruhkan gengsinya.Untuk tidak membiarkanku melewatinya begitu saja.Sama seperti yang lainnya.Sama-sama meakukan tekanan terhadapku.Aku dipermainkan sampai batas waktu yang ditentukan!
                                                *****
PENJARA LEBIH KUSUKAI
Cianjur, 20 Oktober 2009

          Aku jadi ingat kisah nabi Yusuf as, ketika istri sang juru tulis kerajaan memintanya untuk berbuat tidak senonoh.Bagaimanapun kuatnya iman seorang lelaki, jika dihadapkan pada sesuatu yang indah.Hati keilnya mengagumi ciptaan Tuhan.Demikian pula dengan kisah nabi Yusuf as bersama Siti Zulaikha.Untuk kekhilafannya ini, nabi Yusuf as rela dipenjara untuk menebus kesalahannya “Penjara lebih aku sukai dari pada mengikuti keinginan yang tidak ada batasnya!”
          Masihkah ada seorang pemuda pada zaman sekarang yang memiliki pendirian seperti nabi Yusuf as? Ia sungguh-sungguh mempertanggung jawabkan Imannya kepada Tuhannya.Semoga Allah menyayanginya! Amien.
                                                *****
MENYIKAPI RAYUAN DUNIA
Cianjur, 20 Oktober 2009

          Seperti nabi Yusuf as, aku pun tidak berbeda.Aku dihadapkan pada pemandangan yang menakjubkan,makhluk-makhluk ciptaan Tuhan.Baik itu alam,benda,harta atau berupa manusia.Sungguh, aku ingin menikmatinya.Tapi kisah nabi Yusuf as, mengajariku betapa mengikuti syahwat itu cenderung terperosok dalam lumpur dosa yang memalukan!
          Sebagai hamba Allah yang masih memiliki secuil iman, menahan diri lebih kusukai dari pada terseret mengikuti ambisi yang tidak ada puas-puasnya.Mengukur diri lebih baik dari pada diukur oleh orang lain.Menyakitkan!
                                                *****
PERTEMUAN
Cianjur, 20 Oktober 2009

          “Hai, aku datang! Aku ingin bersamamu malam ini!” katamu pada sabtu pukul 20.00 wib dirumahku.Aku yang tidak pernah berpikir kau yang akan datang, tanpa perasaan apa pun kuterima kau sekedarnya saja.”Hai, aku datang! Aku rindu sekali padamu! Apa kau juga merasakan hal yang sama?” tanyamu mengawali pembicaraan.Dengan wangi tubuh yang menyeruak menusuk hidungku.Seraut wajah yang menyenangkan! Kau usap rambutmu, merapikan ponimu dengan kelima jari tangan kananmu.Lama aku tak menjawab.Aku tak punya alasan, kenapa aku harus merindukannya? Toh, lelaki seperti ini akan banyak perempuan yang merindukannya. Agar tak mengecewakannya, kuanggukan kepalaku.Lagi pula kedatangannya selalu menyenangkan.”Ya, aku merinduimu!” jawabku basa-basi.Senyumnya semakin terkembang.Akupun ikut merasakan kebahagiaannya!

                                                *****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar