Rabu, 08 Oktober 2014

Catatan Harian 1 Linda Al-Husna



HOBIKU MEMBACA
Cianjur, 01 Juni 2009

                Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku ingin membaca buku yang sudah menjadi kebiasaanku dan untuk beberapa hari ini terhalang oleh kegiatan yang lain.Aku segera menghampiri deretan buku diatas meja beralaskan kain merah yang sulamannya kubuat sendiri.Mataku jatuh pada sebuah buku misteri karya Agatha Cristy.Buku ini bukan buku baru.Aku sudah membacanya beberapa kali.Entahlah, setiap aku membaca buku-buku karyanya,imaginasiku serasa terkembang.Ia sudah mengajariku cara menganalisa sebuah masalah, mencari tahu jalan keluar yang anggun.Logikaku serasa dipermainkan,memang demikianlah gaya tuturnya.Membuat rasa penasaranku bertambah-tambah saja.Jika tidak tahan, aku langsung baca akhir ceritanya.Ternyata bukan disitu kesenangannya melainkan dari rangkaian ceritanya yang menarik perhatianku.Teka-teki penuh misteri yang akhirnya dapat terpecahkan!
                                                                                *****

MENYIKAPI SANJUNGAN
Cianjur, 01 Juni 2009

                Pernahkah kau mengalami, ada seseorang yang menyanjungmu dan kau merasa bahwa sanjungan itu adalah milikmu? Aku pernah! Tapi kemudian,aku tidak yakin dengan perasaanku ini.Aku bimbang,apakah benar,sanjungan itu milikku? Lalu kutinjau ulang,apakah sanjungan itu sesuai dengan kenyataannya? Ketika orang lain menilai kita hanya dari satu sudut pandang dan tidak/belum mengetahui sudut pandang yang lain.Akankah perasaan kita terus membuncah lalu dengan perasaan itu kita jadi’merasa’ dan merubah sikap kita kemudian?
                Masihkah kita sanggup mengandalkan sanjungan itu untuk terus mempertahankan diri dengan perbuatan yang kita lakukan? Benar, kita membutuhkan sanjungan sebagai penguatan.Namun jika berlebihan, sanjungan ini akan dapat mengalihkan rasa biasa menjadi rasa yang luar biasa! Dan itu akan memupus motif baik kita didalam hati!
                                                                *****                  

AMNESIA
Cianjur, 01 Juni 2009

                Maaf, aku tidak bisa mengingatnya.Saat ini pikiranku benar-benar buntu! Aku tidak tahu bahkan untuk sekedar mengingat, apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Kapan dan dimana? Apa saja yang sudah kita lakukan? Maaf, aku lihat kau sangat terkejut dengan perkataanku ini.Apakah ini benar-benar mengejutkanmu? Tanpa seingatku kau mengingat banyak peristiwa namun aku menyangkalnya.Bukan.Bukan aku hendak menyakiti hatimu.Melainkan pasti ada sesuatu dalam pikiranku yang mampu menghapus semua kejadian dimasa lalu itu!
                Maaf, selama ini aku menyibukkan diri sendiri.Belajar memahami apa yang sedang terjadi padaku dan orang-orang disekitarku.Dan aku cuup sibuk arenanya.Lalu tiba-tiba datang kau denganberbagai cerita manis yang menurutmu aku adalah bagian dari masa lalumu yang terlalu indah untuk dilupakan.Aku hanya terpana mendengar kisahmu.Aku ingin melebur, tapi sesuatu seperti tengah membatasi ingatanku.Jika perempuan yang kau maksud itu adalah aku.Dengan perasaan berbahagia,aku juga ingin memiliki semua kejadian itu yang menurutmu adalah bagian dari masa lalu kita berdua!               
                                                                                *****

SUDAHKAH KUKATAKAN?
Cianjur, 02 Juni 2009

                Banyak hal yang harus kukerjakan dari pekerjaan kecil sampai pekerjaan besar menurut ukuranku.Dan itu harus diselesaikan meski kadang-kadang dengan perasaan enggan.Tidak terasa waktu terus berjalan dan aku cukup sibuk dengan pekerjaanku.Aku tidak tahu, kau ada dimana,sedang meakukan apa,bersama siapa? Itu sudah bukan menjadi pikiran utamaku lagi.Aku sudah mulai terbiasa hanyut dalam pekerjaanku ini.
                Namun ada satu hal yang tidak ingin terlewatkan yang bisikannya ingin kau dengar dan tersampaikan tepat pada sasarannya.Dalam kesibukanku dan kesibukanmu yang menguras tenaga,pikiran,perasaan dan waktu.Hari ini, sudahkah kukatakan:”Aku mencintaimu,Sayang!” Sebab, diawali kalimat ini, kerjamu akan teratur,pikiran dan perasaanmu akan terkendali sebagaimana yang kurasakan ketika aku merasa dicintai dan dibuat nyaman.Apalagi yang harus kukhawatirkan? Aku jadi lebih tegar,terkendali dan mengalir!
                                                                                *****

DIA SEDANG BERDUSTA
Cianjur, 02 Juni 2009

                Pernahkah kawan bertemu dengan seseorang yang mengatakan sesuatu yang tidak sesuai kenyataan? Sementara kawan sangat mengetahui bahwa orang itu sedang berusaha membohongi, sengaja atau tidak sengaja,disadari atau tidak disadari? Bagaimana perasaan kawan? Marah,sebel, benci,dongkol atau tidak mau mendengarkan denganberanjak meninggalkannya?
                Pernahkah kawan memberanikan diri untuk bertahan mendengar semua kebohongannya itu sampai selesai? Cukup tahankah pendengaran, pikiran dan perasaan kawan menyimak apa yang disampaikannya? Ya,walaupun sebagiandari kebohongannya itu ada benarnya juga?
                Pernahkah kawan dihadapkan pada situasi ini? Lalu kawan dengan lapang dada berusaha memahami pikiran dan perasaan orang itu? Dan kawan menjadi bak sampah yang selalu menampung keluh kesahnya? Walaupun kawan benar-benar memahami bahwa orang itu sedang berdusta didepan kawan tanpa merasa bersalah? Sanggupkah kawan bertahan?
                                                                                *****

MENUNDA PEKERJAAN
Cianjur, 02 Juni 2009

                Betapa bahagianya aku ketika bangun dari tidur dipagi hari, hal pertama yang terlintas dalam pikiran adalah hari ini, pekerjaan apa yang paling mendesak yang harus segera kulakukan? Misalnya ‘mencuci pakaian’, tapi ketika dicek keadannya, ternyata pekerjaan itu sudah dikerjakan kemarin sore.Puh!  Betapa ringannya hati ini, jika semua pekerjaan yang paling malas dikerjakan itu ternyata sudah tak bersisa.Tinggal mengerjakan tugas rutin yang lainnya!
                Menunda pekerjaan memang menyenangkan pada saat itu.Tapi pada saat yang lain tetap saja kita terhenyak bahwa pekerjaan itu harus dikerjakan segera sebelum bertambah lagi pekerjaan yang lainnya.Mau tidak mau, rela tidak rela kita harus turun tangan menyingsingkan lengan baju untuk mengerjakannya.Sebab, semakin menumpuk pekerjaan semakin enggan kita mengerjakannya! Berani memulai?
                                                                                *****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar