Jumat, 18 Maret 2016

Catatan Harian Linda Novlinda 2



MANUSIA BAGIAN DARI PENCIPTA KEHANCURAN
Cianjur, 30 Juni 2009

                Jika dia berkata begitu, dia benar! Aku tidak meragukannya lagi.Perkataannya lebih benar dari perkataanku yang tak mendasr, tak berurat, tak berakar! Perkataanku hanya mengandalkan angan-anganku saja.Seperti yang kulihat dan seperti yang kucoba perlihatkan kepada semua orang tentang penilaianku ini.Yang kukira cukup dramatis, seperti cerita-cerita yunani kuno.Seperti itulah yang kupersembahkan; cerita buatanku sendiri.Aku menikmatinya! Kuharap orang lain juga begitu.Menikmati kehancuran yang kuciptakan.Menikmati kepedihan, kesengsaraan, kelaparan, kenekadan mempertaruhkan hal-hal sepele yang bukan prinsip melainkan kebutuha sekunder.Nekad untuk terpenuhi sesegera mungkin.Jika tidak, aku bias layangkan surat ancaman kepada siapa pun.Kemana saja yang kuinginkan! Bahwa aku mampu menghancurkan tatanan kehidupan manusia!
                Jika dia berkata begitu, dia benar! Namun hati kecilku tak kuasa untuk mengakuinya didepan umum.Kebencianku kepadanya teramat sangat, hingga aku tidak bias ersikap objektif kepadanya.Setiap kesalahan yang dilakukannya,sekecil apa pun, aku harus membalasnya, sebelum dia membalasku dengan yang lebih tajam.Kadang hati kecilku mengakui, betapa lelahnya, mengandalkan keyakinan pada angan-angan.Cepat berubah dan berlalu.Sebelum dapat mempercayainya, lintasan itu segera menghilang tak meninggalkan petunjuk yang kuat selain bayangan yang tak jelas.Sebenarnya, aku ingin mengakui bahwa perkataannya lebih benar dariku, lebih factual,lebih akurat dan lebih ilmiah! Aku juga ingin mengakui bahwa aku telah menjadi bagian dari kehancuran manusia.Sadar atau tidak, seseorang atau keadaan telah menggiringku menjadi seorang manusia bagian dari pencipta kehancuran; Dan aku tidak tahu harus bagaimana?
                                                                                *****

TAHAN GONCANGAN
Cianjur, 30 Juni 2009

                Siapa yang bisa bertahan melawan amukan badai atau goncangan? Jika ada yang bisa, akan kuacungkan jempol dan kuangkat topiku sebagai salam penghormatanku kepadanya.Salut atas kepiawaiannya menghadapi kenyataan yang tak menyenangkan.Aku harus cari tahu, rahasia apa yang membuatnya mempu bertahan agar suatu hari, jika aku menghadapi kenyataan pahit yang harus kujalani, aku sudah lebih siap menghadapinya.Aku harus mencari tahu makna yang tersirat ataupun tersurat dari kejadian-kejadian yang tak menyenangkan.Yang kebanyakan manusia enggan memilih satu kenyataan ini.Ya, termasuk aku sendiri.
                                                                                *****

TEMAN TAPI MESRA ( TTM )
Cianjur, 07 Juli 2009

                Teman, sangat menyenangkan dapat berteman denganmu.Tertawa, menangis atau saling ejek! Aku tidak pernah menafikan bahwa kehadiranmu menggairahkan hidupku.Hidup yang terasa membosankan ini kau warnai dengan tingkah lakumu yang lucu, yang mampu mengusir rasa kebosanan menjalani kegiatan rutinku setiap hari.Aku juga tidak menafikan, perlahan tapi pasti aku jadi merasa punya kepentingan padamu.Yang membuat aku jadi ketergantungan.Sayang, temanmu tak hanya aku, masih banyak orang lain yang juga ingin berteman denganmu.Seperti aku yang akhirnya merasa dibutuhkan atau membutuhkanmu.Karena kau selalu tahu apa yang jadi kegelisahan atau kegembiraanku setiap harinya.
                Teman, sangat menyenangkan bisa berteman denganmu, kendati diluar sana masih banyak orang lain yang juga mengharapkan pertemanan denganmu.Rupanya kau harus pandai-pandai mengatur waktu, agar setiap orang mendapatkan perhatianmu.Aku hanyalah satu diantaranya.Tapi teman, terkait dengan itu, kenapa muncul dalam perasaanku rasa tidak suka pada saat kebersamaanmu dengan yang lain lebih lama, lebih seru, lebih menarik perhatianmu.Kukira aku jadi cemburu, kau menceritakan teman lain dengan serunya seolah aku tidak pernah ada.Dan hanya jadi pendengar kisah petualanganmu saja!
                Teman, kalau sudah begitu, aku jadi berpikir, aku ini siapamu? Apa aku cukup berarti bagi kehidupanmu? Aku jadi ingin lebih ditegaskan, aku ini teman seperti apa? Namun kau selalu mengelak dari pertanyaanku yang menginginkan jawaban tegas darimu.Kau bilang teman ya teman! Tapi kau sudah melakukan semuanya.Seperti seorang suami kepada istrinya.Apa itu juga perbuatan seorang teman?
*) Terinspirasi dari lagu TTM oleh: DUO RATU
                                                                                *****

Mr.SMILE, LELAKI BUAYA DARAT
Cianjur, 07 Juli 2009

                Sebenarnya, jika aku harus jujur, aku sebal sekali kepada orang yang bernama Mr.Smile! Sebel,sebel,sebel! Benar, dia memiliki semua yang diidamkan wania, semua mengakuinya! Dengan perasaan sebal, aku pun mengakuinya.Kucari dan kucari apa sebab Mr.Smile mampu melakukan itu semua dengan mudah tanpa merasa bersalah? Tanpa menghiraukan bagaimana perasaan perempuan yang baru disinggahinya lalu ditinggalkannya? Apa Mr.Smile tidak mau tahu? Atau tidak mau pusing dengan kesakitan yang dialami perempuan-perempuannya? Apa Mr.Smile tidak punya hati untuk sekedar berempati atau sekedar mengetahui,beginilah keadaan perasaan para perempuannya? Kumohon!
                Sebenarnya, jika aku harus jujur, aku sebal sekali mengakui kehebatannya, mempermainkan perasaan perempuan, dibahagiakan lalu dicampakkan! Mudah sekali melepaskan semua perkataan yang menjadi pegangan bagi para perempuan atas kesediaannya memberikan apa yang dimauinya.Mr.Smile, ayolah, mari kita bicara dari hati kehati, bagaimana pendirianmu terhadap perempuan-perempuan itu? Aku nyaris terpikat oleh gayamu tapi aku tahu, kau berlaku demikian itu tak hanya padaku.Kepada orang lain juga yang menurutmu menarik perhatianmu.Aku sebal, aku nyaris mengakui, aku suka padamu.Dan kita sama-sama tahu, apa resiko berkata demikian? Mr.Smile, aku sebal mengakuinya tapi aku tidak mau kau tinggalkan atau kehilanganmu.Bagaimana menurutmu, Mr.Smile?
                                                                                *****

KETIKA CINTA BERTASBIH
Cianjur, 07 Juli 2009

                Tuhan, hari ini aku bersimpuh, mohon petunjuk dan ampunanMu mengenai apa yang terjadi, yang tengah bergumul dalam perasaanku.Kegalauan, ketidak menentuan dan kemarahan yang tidak jelas.Yang aku tak sanggup menguasainya! Meski beberapa butir air mata mengalir begitu saja tanpa bisa kukendalikan namun kegalauannya masih tinggal dan belum mau beranjak.Agak sulit bagiku menyelami perasaan ini.Seolah ada dinding tebal menghalangi hasratku untuk menembusnya.Dinding apakah itu? Aku tidak tahu, kukira dengan mengalirnya air mata, dinding itu akan turut meleleh mengikuti alirannya.Aliran air mata yang membawa semua kegalauanku.Tapi tidak! Kegalauan itu masih memeprmainkan perasaanku.Kadang merasa cinta,kadang merasa benci, kadang pula merasa bersalah pada orang-orang yang pernah kutemui,yang pernah kucintai sekaligus yang pernah kusakiti!
*) Terinspirasi dari Soundtrack film KETIKA CINTA BERTASBIH oleh MELLY GUSLOW
                                                                                *****

24 JAM ON LINE,DIAWASI!
Cianjur, 07 Juli 2009

                Kukira, aku mau berbuat begini atau begitu bebas-bebas saja! Tak ada orang yang peduli atau mengawasi perbuatanku.Karenanya, aku tak pernah pikirkan akibat semua perbuatanku.Asal aku suka, aku pasti bahagia! Ternyata,apa yang kukira, tak seperti kenyataannya.Ternyata semua yang kulakukan bahkan yang terlintas dalam pikiran dan perasaanku, ada yang mengawasi, 24 jam on line! Dia sang maha mendengar,maha melihat, maha tahu dan maha pemberi balasan yang setimpal.Tepatnya, pada hari yang sudah ditentukan!
                                                                                ******

MENSYUKURI NIKMAT
Cianjur, 07 juLI 2009

                Jika kau pernah pergi kepegunungan dimana pada sepanjang jalan kau temukan pohon-pohon hijau, hamparan sawah rterbentang sejauh mata memandang diselingi aliran air sungai kecil guna membasahai tanaman hingga panen tiba.Tidak Cuma itu kau akan nikmati terpaan udara sejuk yang dapat kau serap tanpa khawatir akan polusinya.
                Berbeda dengan suasana diperkotaan, yang bising dengan berbagai alat transportasi, belum lagi dengan kesibukan orang-orang yang entah mengejar apa Nampak tak mampu lagi peduli pada lingkungan sekitarnya.Aku pun nyaris terkena sindromnya.Aura kesibukan yang tidak jelas!
                Jika kau pernah pergi kepegunungan dimana pemandangannya seolan menunjukimu hakikat hidup.Apa ya? Kepasrahan, kealamiahan, kejernihan, kesederhanaan atau hal-hal apa saja yang membawa kita pada fitrah yan sudah ditentukan oleh sang pencipta.Bahwa alam juga bertasbih dan menjalankan perintah Tuhan pada poros yang sudah ditentukanNya.Alam pun mensyukuri nikmat Tuhannya!
                                                                                *****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar