Minggu, 17 April 2016

Catatan Harian 2 Linda Novlinda



MENCIPTAKAN PERADABAN
Cianjur, 07 Juli 2009

                Siapa yang menciptakan peradaban? Jika semua orang sibuk dengan dirinya sendiri.Tenggelam dan tak peduli sesama bukankah menciptakan peradaban itu harus dari tempat tertinggi? Seperti mengalirnya air pegunungan yang akhirnya sampai ke laut?
                                                                                *****

BERKUNJUNG 1 ( Silaturahim )
Cianjur, 13 Juli 2009

                Hari ini, aku membuat janji dengan temanku, berniat menuju kesebuah sekolah yang dikepalai oleh saudaranya.Siapa tahu ada lowongan pekerjaan untukku.Aku berangkat dengan pakaian rapid an perasaan membuncah.Harapan itu telah menghidupkan lagi adrrenalinku yang selama beberapa bulan ini terasa beku.Aku berjalan menyusuri jalan-jalan yang biasa kulalui sambil kuperhatikan perubahan-perubahan kecil yang terjadi disekitarnya.Mungkin tidak terlalu berarti.Tapi aku merasa tertarik untuk mengetahuinya.Kenapa ini jadi begini, kenapa itu jadi begitu? Sel-sel otak kecilku selalu ingin mendapatkan jawaban yang akurat.
                Akhirnya aku bertemu dengan temanku disekolah itu.Kemudian menemui kepala sekolahnya yang kebetulan saudara dari temanku.Kutanyakan, apakah disini ada pekerjaan untukku? Jawabnya: “Maaf, sudah penuh!” itu artinya, tak ada lowongan pekerjaan untukku! ;-(
                                                                                *****

BERKUNJUNG 2 ( Silaturahim )
Cianjur, 13 Juli 2009

                Kali ini daftar kunjunganku adalah temanku.Temanku ini sering datang kerumah untuk ngobrol atau sekedar mampir.Karena kedekatan inilah, aku jadi tidak sungkan lagi kepadanya untuk meminjam uang! Tidak banyak sih, hanya jika kas ku sedang kosong dan aku tidak mau kehilangan kesempatanku menikmati semakok bakso.Maka dilain waku jika kasku sedang mumpuni aku segera kembalikan uangnya sebanyak yang kupinjam.Dan hari ini, niatku kerumahnya adalah untuk mengembalikan uangnya yang telah kupinjam seminggu yang lalu.Sayang, temanku sedang tidak ada dirumah, maka kutitipkan saja uangnya pada saudaranya.Yang penting aku sudah melunasi hutangku yang satu ini! Alhamdulillah….
                                                                                *****

HAL LUMRAH
Cianjur, 13 Juli 2009

                Dalam hidup ini, banyak hal yang bisa kita temukan.Kadang sesuatu yang menyenangkan, kadang pula sesuatu yang menyakitkan.Yang tak jarang membuat kita bersedih dan menangis. Adalah hal lumrah, dua kejadian itu kita temukan dalam setiap harinya, setiap minggunya, setiap bulannya atau setiap tahunnya.Kata orang roda selalu berputar dan selalu berputar.Adakalanya dalam sehari kita merasa senang tapi dihari berikutnya merasa sedih, beku atau hampa! Adakalanya perubahan itu terjadi dalam hitungan menit bahkan detik.Adalah ketentuan alam yang berlaku untuk kehidupan ini!
                                                                *****
KETERATURAN
Cianjur, 13 Juli 2009

                Jika kau perhatikan rutinitas disebuah pabrik.Coba apa yang kau lihat, kau dengar, kau rasa dank kau pikirkan? Satu kata yang terlintas dalam otak kecilku adalah ‘Keteraturan’ Sekali tombol mesin ditekan, semua elemen siap mengerjakan tugas-tugas yang sudah ditentukan ukurannya.Semua bergerak mengalun dan menghasilkan.Ritme keteraturan nampak seperti membosankan.Namun itulah hidup.Selalu begitu dan begitu sampai batas waktu yang ditentukan.Memang manusia bukan robot yang tanpa rasa bisa melakukan pekerjaan rutin terus menerus.Yang kumaksud adalah menjalankan kebiasana positif dimana dengan kekuatan nalar dan rasa kau menjalaninya, membunuh rasa bosan yang menyesakkan.Kemudian kau menikmatinya dengan hati lapang!
                                                                                *****

KEHAMPAAN
Cianjur, 13 Juli 2009

                Akangku sayang, kenapa ya, aku merasa jengah dengan kenyataan ini.Kadang terasa membosankan, kadang terasa hampa, kosong tak punya rti apa-apa? Yang membuatku ingin pergi meningglakan kenyaan ini.Apa akang tahu, kenapa aku merasa seperti itu? Agar dalam kesendirianku aku tidak terlalu banyak berharap kepada kehadiran akang yang sepertinya sulit untuk bertemu setiap saat, seperti keinginanku.Hanya jika akang ingin, akang segera menumuiku.Lantas, bagaimana dengan keinginanku, kayang secara sering secara tiba-tiba muncul begitu saja, tanpa bisa ditawar atau dikendalikan? Sedangkan akang entah ada dimana, aku harus berbuat apa? Karena ketidak tahuanku mengarahkan perasaanku, aku jadi ingin marah kepada akang yang entah dimana, kepada orang-orang yang eprnah kutemui yang menyinggung soal kesendirianku.Aku benar-benar ingin marah! Apa akang tahu itu?
                Akangku sayang, kenapa ya, aku merasa jengah dengan kenyataan ini? Apalagi ketika diketahui akang sedang berpetualang bersama yang lain.Yang kupastikan sama penting dan sama berartinya denganku bagi kehidupan akang.Namun aku tak bisa berkutik kecuali merasakan syakwa sangka yang bermunculan satu persatu secara bergantian.Selalu begitu, berputar-putar dalam pikiranku tentang akang! Bahkan kubuat rencana kemarahanku, jika akng pulang nanti, sebagai ungkapan betapa marahnya aku kepada akang yang meninggalkanku begitu lama.Akang kemana saja, bersama siapa? Aku ingin marah, apa akang peduli?
                                                                                *****

HORMATKU!
Cianjur, 13 Juli 2009

                Aaku yang baik, tak ada terlintas dalam benakku, ingin menguasai kehidupanmu yang nyentrik dan tak terkalahkan! Aku melihatmu menikmatinya saja, aku sudah senang.Yang kesenangannya melebihi kesenanganku melihat keharmonisan kedua orang tuaku.Melihat gayamu yang so kuasa saja, membuatku jadi bangga.Bangga pada diri sendiri, bahwa Aa telah memilihku menjadi pendampingmu.Satu hal yang kukhawatiri dari kebiasaan lamaku adalah berbicara keras dan lantang yang kadang-kadang intonasinya melebihi suaramu yang garang namun seksi.Yang kukhawatiri adalah caramu menanggapi suaraku yang telah diberikan Tuhan kepadaku sedemikian itu.Aku khawatir, Aa menanggapi sebagai bentuk ketidak hormatan seorang seorang perempuan kepada lelakinya.Kukira aku telah menyinggung harga diri kelaki-lakian Aa yang sedikit arogan!
                Aaku yang baik, tak ada terlintas dalam benakku ingin menguasai semua waktumu untuk terus bersamaku.Namun yang kutahu dan semua orang tahu, Aa memiliki daya pikat diatas rata-rata.Yang dengan mudah didekati oleh perempuan-perempuan cantik yang meminta waktu dan perhatianmu.Maka Aa punterlibat pembicaraan atau urusan dengan mereka.Sungguh, aku ingin mempertahankan sikap hormatku ini, tapi ledakkan cemburu memicuku untuk berbuat sesuatu yang tak wajar melebihi garis batas tata susila yang berlaku.Kuharap Aa mengerti dan tahu cara mengatasi persoalan pribadiku ini.Semoga hubungan kita tetap langgeng dan harmonis, sampai semua janji terlaksana.Dan semua tugas terselesaikan! Amien.
                                                                                *****

NAMAKU CINTA
Cianjur, 22 Juli 2009

                Namaku Cinta, aku lahir disebuah dusun kecil, yang masih hijau dan asri.Kedua orang tuaku berasal dari tempat yang berbeda.Ibu berasal dari dusun, bapak berasal dari kota.Konon, bapak dipertemukan dengan ibu oleh seorang rekan bapak disebuah pesta pernikahan.Dari pertemuan itu, bapakku jadi sering menemui ibu yang pada waktu itu masih gadis, muda dan cantik! Sampai pada sebuah kesepakatan bahwa bapak segera menikahi ibu.Setelah itu ibu diboyong ke kota tempat bapak bekerja sebagai kuli tinta! Sebagai istri, ibu melayani bapak dengan baik, sejurus dengan itu lahirlah 2 putra dan 1 putri.Ibu dan bapak menikmati kehidupan rumah tangganya sebagai keluarga kelas menengah!
                Namaku Cinta, aku lahir disebuah dusun kecil yang masih hijau dan asri.Kedua orang tuaku pindah tempat kedusun ini, ketika masa kelahiranku tiba.Bapak terpaksa meninggalkan pekerjaannya, sebab ibu akan melahirkan aku anak ke-4nya.Entah alasan apa yang membuat bapak dan ibu melepaskan pekerjaan dan kehidupan dikota sebagai warga kelas menengah.Yang jelas, sejak aku lahir, kehidupan keluargaku dalam keadaan terbatas.Aku tidak tahu,kehidupan dikota itu seperti apa, kelas menengah itu apa? Yang kutahu, kata orang kehidupan kami miskin tapi cukup.Yang kutahu kehidupan kami penuh cinta dan bahagia.Karena itu bapak memberiku nama ‘Cinta’ dengan harapan semoga dikemudian hari aku bisa menabur cinta, menangkis semua kejahatan manusia diatas muka bumi ini! Amien.
                                                                                *****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar